
Hampir satu jam sudah aku mengguyur tubuh ini
Namun tak jua kunjung bersih
Airmata pun terus saja mengalir
menganak sungai,
Sementara diluar terdengar gedoran pintu tiada henti-hentinya disertai dengan omelan dan teriakan si ibu
" Hai..... Kamu ngapain aja sih
didalam ? kok betah banget,
ayok cepetan keluar,
atau pintu ini aku dobrak !."
Dengan berat hati aku pun ahirnya menyeret langkah ini menuju pintu dan membukanya
Lagi dan lagi aku harus melihat berpuluh-puluh pasang mata memandang
Ada yang memandangku dengan iba
Ada yang memandang ku sinis
dan ada juga yang cuek bebek
Aku terpaksa melewati mereka semua dengan di iringi oleh omelan ibu-ibu itu,
Sesampainya di kamar akupun duduk di ubin
Malas rasanya aku kekasur
Jangankan untuk duduk atau rebahan
Memandangnya pun rasanya aku jijik
Dikasur itu tadi malam mahkota yang ku jaga dan rawat selama ini telah direnggut paksa oleh orang yang takukenal.
Sa'at aku termenung meratapi nasib tiba-tiba terdengar ketukan pintu
Kerna merasa tak dihiraukan orang itu pun masuk mendekatiku sambil membawa nampan berisi dua buah piring yang penuh berisi nasi dan lauk pauk dan dua gelas teh hangat,
Setelah meletakan nampan dia menegurku:
" Loh kok kamu masih pake
handukan sih dek?
ayok cepetan berpakaian
entar kalau sampai mami melihat
dia bisa-bisa ngamuk
dan kamu bakalan disiksanya
lagi dek"
Namun aku tetap diam tak merespon sedikit pun
Merasa tak di respon
ahirnya diapun bangkit dan melangkah menuju lemari dan membukanya lalu mengambil beberàpa helai baju dari sana dan menyerahkanya padaku.
__ADS_1
" Ayolah dek pake bajunya,
jangan menyiksa diri kaya gini,
abis pake baju kita makan bareng
kaka kepingin makan sama
kamu dek
gak keberatan kan
makan bareng kaka?
Anggap saja aku kaka kandung,
kamu bisa cerita atau curhat
apa aja, pasti kaka dengerin
siapa tau kaka bisa sedikit
mengurangi beban pikiran
mu dek,
dan janga takut rahasia
di jamin gak bocor ".
Katanya berusaha membujuku.
Mendengar itu aku tiba-tiba teringat dengan ka Idah dan ka Mila serta kaka-kaka yang lainya,
" Dimana dan bagai mana
apakah seperti aku sekarang
dan mungkinkah mereka
juga ada disini,
tapi dimana?"
Tanya hatiku.
" Dek dulu tepatnya
satu tahun lalu kaka juga seperti
kamu di jebak ahirnya dibuang
ketempat ini,
awalnya kaka juga mogok makan
dan minum
hingga dua hari dua malam
ahirnya kaka jatuh sakit
namun disa'at itu hanya satu
orang yang perduli dan mau
__ADS_1
merawat kaka,
awalnya kaka menolak,
" apa kamu kepingin mati
hah!"
Katanya.
" Kaka jawab ya aku lebih baik
mati aja ketimbang harus hidup
tinggal dan jadi....disini."
" Dasar bo....h
bukanya mencari jalan keluar
ini malah mau bunuh diri
secara perlahan-lahan,
kamu itu punya modal jangan
disia-siakan,
kamu punya keluarga gak sih?"
Tanya nya ke kak.
" Kaka jawab jujur, iya aku punya
bapak sama emak dikampung
sedanģkan emaku sekarang lagi
menderita sakit yang cukup parah
dan perlu biaya berobat banyak
makanya aku mau pergi mencari
kerja ke negri orang,
namun ternyata mereka bukanya
mengantarku TKW
malah mencampakanku disini ".
Ceritanya sambil menitikan air mata.
" Apa emak kaka sekarang
sudah sembuh?"
Tanya ku.
Dia cuma menganggukan kepala
__ADS_1
Seraya mendekatiku
dan membisikan sesuatu ketelingaku."