
setelah selesai makan dan mencuci piring kami berdua kembali kekamar dan rebahan diranjang sambil menonton tv
Mungkin kerna belayan dan dekapan hangat dari mas Nathan sehingga membuatku tertidur pulas
Sa'at kuterbangun rupanya hari sudah menjelang senja
Akupun bergegas mandi
Usai mandi aku kembali kekamar untuk berpakaian
Sesampainya dikamar baru aku tersadar sedari bangun tadi tak kulihat keberada'an mas Nathan
Kucari-cari dia keseluruh ruangan namun tetap saja dia takutemukan
Ahirnya aku kembali kekamar dan mencoba menelponya tersambung tapi tak diangkatnya.
" Entah kemana suamiku itu?"
apa istrinya menyusul
kekota ini sehingga dia pergi
tergesa-gesa tanpa sempat
memberi tauku terlebih
dahulu? Ah entah lah"
Kata hatiku.
Akupun terduduk lemas memikirkan hal terburuk yang bisa saja terjadi padaku kalau sampai istrinya tau kalau mas Nathan menikahiku,
Tiba-tiba Hpku berbunyi
dengan was-was aku melihatnya
ternyata mas Nathan yang menelponku.
" Assalamualaikum mas"
Sapaku terlebihdahulu.
" Wa alaikumssalam! sayang,
ma'afin mas ya
tadi tak bangunin dedek
dan memberi tau
kalau mas mau pergi keluar"
Kata mas Nathan diseberang sana.
" Iya mas"
Jawabku singkat
Ingin rasanya aku menanyakan sekarang dia berada dimana dan lagi apa? Tapi rasa kawatir dan takutku lebih kuat menguasaiku ketimbang rasa penasaranku,
Aku takut jangan-jangan dia sedang berada didekat istrinya dan sang istri menguping pembicara'an kami,
dan ahirnya melabraku disini.
" Sayang , dedek baik-baik ajakan?"
Tanya mas Nathan tiba-tiba.
" Iya mas dedek gak kenapa-napa"
__ADS_1
Jawabku.
" Sayang, mas tutup dulu ya,
bentar lagi mas pulang
dedek siap-siap ya
dandan yang cantik buat mas,
I love you sayang"
Katanya lagi sambil memutus panggilan.
" love you too mas"
Jawabku walau sudah terputus.
Setelah menerima telpon dari mas Nathan hatiku terasa lega
Ternyata yangku pikirkan tadi semuanya salah.
Tiba-tiba aku teringat ka Enny
Ku ambil Hp pemberianya yang ku sembunyikan dibawah tempat tidurku
lalu ku aktifkan kembali setelah kemaren sempat kumatikan kerna takut mas Nathan mengetahuinya.
Ketika Hp sudah menyala ternyata banyak pesan masuk dari ka Enny.
" Dek ingat jangan lupa
minum obatnya ya"
" Dek gimana, si bos kamu
Kalau bos kaka dah dari tadi
ngorok, buas banget orangnya
mirip sama banteng
tubuh kaka berkali-kali dia
cambuk hingga hampir-hampir
kaka gak bisa duduk"
" Dek kamu dah bangun belum nih"
Kubaca satu persatu pesan dari ka Enny.
" Assalamualaikum kak,
kakak lagi apa sekarang?
ma'af ulun hanyar balas kerna
dari kemaren ulun gak berani
buka Hp takut mas Nathan
liat kak"
Ku kirim chatan ke ka Ennya dan pesan langlung dibukanya
__ADS_1
" Kaka lagi siap-siap nih,
si bos banteng mau ngebooking
kaka lagi dek,
sebenarnya kakak gak mau
tapi kaka melihat dia tajir seperti
suami-suamian kamu ahirnya
kaka mau walau badan sakit
tapi uang mengalir
biarlah berkorban sedikit buat
rencana kita nanti dek,
udahan dulu ya dek entar si mami
liat bisa berabe!"
Bunyi chat ka Enny.
Setelah membacanya akupun mematikan Hp dan menyimpanya kembali ketempat semula.
Tak berapa lama
Ting tong
" Itu pasti mas Nathan"
Kata hatiku.
Namun ketika pintu sudah terbuka
ternyata yang datang seorang petugas mengantarkan sebuah kado dan buket buatku
Setelah mengucapkan terima kasih dan menutup pintu kembali akupun duduk di sopa sembari membaca secarik kertas yang terselip dibuket tersebut.
" Buat bidadariku tersayang
mas kirimkan buket cantik ini
semoga dedek suka,
I LOVE YOU"
Akupun tersenyum membacanya.
Tanganku mulai membuka kado
ternyata isinya sebuah gamis berwarna biru muda beserta hijab dengan warna senada dan sepasang sepatu.
Tiba-tiba mas Nathan menelponku.
" Sayang gamis beserta hijabnya
dipakai ya mas pingin ngajak
dedek jalan-jalan malam ini"
Katanya diseberang sana.
" Iya mas"
Jawabku.
__ADS_1
Setelah itu akupun segera mengganti pakaianku dengan gamis yang baru kuterima tadi dan tak lupa hijabnya juga ku pakai
Sungguh beruntung aku bisa menjadi istri dari laki-laki sesempurna mas Nathan.