Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Berprasangka


__ADS_3

setelah selesai makan dan mencuci piring kami berdua kembali kekamar dan rebahan diranjang sambil menonton tv


Mungkin kerna belayan dan dekapan hangat dari mas Nathan sehingga membuatku tertidur pulas


Sa'at kuterbangun rupanya hari sudah menjelang senja


Akupun bergegas mandi


Usai mandi aku kembali kekamar untuk berpakaian


Sesampainya dikamar baru aku tersadar sedari bangun tadi tak kulihat keberada'an mas Nathan


Kucari-cari dia keseluruh ruangan namun tetap saja dia takutemukan


Ahirnya aku kembali kekamar dan mencoba menelponya tersambung tapi tak diangkatnya.


" Entah kemana suamiku itu?"


apa istrinya menyusul


kekota ini sehingga dia pergi


tergesa-gesa tanpa sempat


memberi tauku terlebih


dahulu? Ah entah lah"


Kata hatiku.


Akupun terduduk lemas memikirkan hal terburuk yang bisa saja terjadi padaku kalau sampai istrinya tau kalau mas Nathan menikahiku,


Tiba-tiba Hpku berbunyi


dengan was-was aku melihatnya


ternyata mas Nathan yang menelponku.


" Assalamualaikum mas"


Sapaku terlebihdahulu.


" Wa alaikumssalam! sayang,


ma'afin mas ya


tadi tak bangunin dedek


dan memberi tau


kalau mas mau pergi keluar"


Kata mas Nathan diseberang sana.


" Iya mas"


Jawabku singkat


Ingin rasanya aku menanyakan sekarang dia berada dimana dan lagi apa? Tapi rasa kawatir dan takutku lebih kuat menguasaiku ketimbang rasa penasaranku,


Aku takut jangan-jangan dia sedang berada didekat istrinya dan sang istri menguping pembicara'an kami,


dan ahirnya melabraku disini.


" Sayang , dedek baik-baik ajakan?"


Tanya mas Nathan tiba-tiba.


" Iya mas dedek gak kenapa-napa"

__ADS_1


Jawabku.


" Sayang, mas tutup dulu ya,


bentar lagi mas pulang


dedek siap-siap ya


dandan yang cantik buat mas,


I love you sayang"


Katanya lagi sambil memutus panggilan.


" love you too mas"


Jawabku walau sudah terputus.


Setelah menerima telpon dari mas Nathan hatiku terasa lega


Ternyata yangku pikirkan tadi semuanya salah.


Tiba-tiba aku teringat ka Enny


Ku ambil Hp pemberianya yang ku sembunyikan dibawah tempat tidurku


lalu ku aktifkan kembali setelah kemaren sempat kumatikan kerna takut mas Nathan mengetahuinya.


Ketika Hp sudah menyala ternyata banyak pesan masuk dari ka Enny.


" Dek ingat jangan lupa


minum obatnya ya"



" Dek gimana, si bos kamu


Kalau bos kaka dah dari tadi


ngorok, buas banget orangnya


mirip sama banteng


tubuh kaka berkali-kali dia


cambuk hingga hampir-hampir


kaka gak bisa duduk"



" Dek kamu dah bangun belum nih"


Kubaca satu persatu pesan dari ka Enny.


" Assalamualaikum kak,


kakak lagi apa sekarang?


ma'af ulun hanyar balas kerna


dari kemaren ulun gak berani


buka Hp takut mas Nathan


liat kak"


Ku kirim chatan ke ka Ennya dan pesan langlung dibukanya

__ADS_1


" Kaka lagi siap-siap nih,


si bos banteng mau ngebooking


kaka lagi dek,


sebenarnya kakak gak mau


tapi kaka melihat dia tajir seperti


suami-suamian kamu ahirnya


kaka mau walau badan sakit


tapi uang mengalir


biarlah berkorban sedikit buat


rencana kita nanti dek,


udahan dulu ya dek entar si mami


liat bisa berabe!"


Bunyi chat ka Enny.


Setelah membacanya akupun mematikan Hp dan menyimpanya kembali ketempat semula.


Tak berapa lama


Ting tong


" Itu pasti mas Nathan"


Kata hatiku.


Namun ketika pintu sudah terbuka


ternyata yang datang seorang petugas mengantarkan sebuah kado dan buket buatku


Setelah mengucapkan terima kasih dan menutup pintu kembali akupun duduk di sopa sembari membaca secarik kertas yang terselip dibuket tersebut.


" Buat bidadariku tersayang


mas kirimkan buket cantik ini


semoga dedek suka,


I LOVE YOU"


Akupun tersenyum membacanya.


Tanganku mulai membuka kado


ternyata isinya sebuah gamis berwarna biru muda beserta hijab dengan warna senada dan sepasang sepatu.


Tiba-tiba mas Nathan menelponku.


" Sayang gamis beserta hijabnya


dipakai ya mas pingin ngajak


dedek jalan-jalan malam ini"


Katanya diseberang sana.


" Iya mas"


Jawabku.

__ADS_1


Setelah itu akupun segera mengganti pakaianku dengan gamis yang baru kuterima tadi dan tak lupa hijabnya juga ku pakai


Sungguh beruntung aku bisa menjadi istri dari laki-laki sesempurna mas Nathan.


__ADS_2