Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Ber Hasil Membuat KTP


__ADS_3

Ter dengar suara ayam jantan ber kokok dari ke jauhan


Menanda kan sang mentari pagi akan segera hadir menyapa para penghuni bumi ini.


Setelah selesai me masak aku pun segera mandi membersih kan diri dan ber wudhu


Usai ber pakaian dengan rapi aku pun segera melaksana kan shalat sunah dua raka'at untuk meminta ke lancaran segala urusan yang bakal aku hadapi nanti.


Tak berapa lama nenek dan ke dua adik-adik ku pun bangun


Secara ber gantian mereka mandi dan ber wudhu


Dari ke jauhan ter dengar sayup-sayup suara adzan ber kumandang


Tanda waktu nya shalat telah tiba


Setelah ber pakaian dengan rapi mereka pun menggelar sajadah masing-masing lalu kami melaksana kan shalat subuh ber jama'ah,


Usai shalat seperti hari-hari biasa nya kami pun sarapan pagi ber sama.


Nenek:


" Yan, kanapa tadi ikam kada


manggarak nenek ?".


" Ulun lihatakan malam tadi


pian landung banar guring nek ai,


jadiam ulun kada purun


mun handak manggarak pian!"


Jawab ku.


Usai makan ke dua adik-adik ku pun ber siap-siap hendak berangkat ke sekolah


Sambil mencium punggung tangan kami secara ber gantian ke dua adik-adik ku pun ber pamitan


" Nek ka, kami tulak lah


Assalamualaikum!".


" Wa alaikumssalam warah matullahi


wabarakatuh, bahati-hati


di jalan lah!"


Jawab kami.


Setelah mereka ber dua berangkat


Kami pun juga ber siap-siap berangkat jualan


Usai menata kue-kue ke dalam keranjang dan tampah

__ADS_1


Kami pun berangkat seperti hari-hari biasa nya sebelum menyusuri jalan jalan kampung menjaja kan kue-kue


Kami mampir dulu ke rumah tante Jainab untuk mengambil kue-kue bikinan beliau.


Setelah mengambil kue-kue


Kami pun mulai menjaja kan nya.


Alhamdulillah!


Belum sempat ber keliling kampung ter lalu jauh kue-kue kami di borong habis oleh salah satu warga


Katanya buat gotong royong untuk acara nikahan putri nya hari minggu ini.


Kami pun segera menuju ke rumah tante Jainab untuk setoran kue-kue nya.


Dari ke jauhan ter lihat tante Jainab sedang menyapu pekarangan rumah nya


Nenek pun menyapa nya


" Assalamu alaikum Nab!"


" Wa alaikumssalam!


Lah mak kanapa babulik ?".


Tanya tante Jainab ter kejut.


" Alhamdulillah!


lih Wahidah tadi Nab ai,


sagan orang manyambal


jer nya, wan inya batampah


jua sagan esok ampat ratus biji


wadai lawan kita.


aku sanggup maulahakan


dua ratus ja Nab ai"


Jawab nenek.


" Alhamdulillah!


Inggih kaina ulun


dua ratus nya mak ai


kaina kita baumbayan lah


ma antar nya salajur manggani i"


Kata tante Jainab.

__ADS_1


Setelah bayar setoran kami pun pamit untuk pergi ke pasar ber belanja bahan-bahan untuk membuat kue besok.


Setelah selesai ber belanja kami pun pulang ke gubuk


Tak berapa lama di gubuk tiba-tiba


Tok. Tok. Tok.


" Assalamualaikum!"


Suara pak Rt memberi salam.


" Wa alaikumssalam!"


Jawab kami sambil mem buka kan pintu


" Ni ulun mantarakan surat


panggilan dari kacamatan


sagan Yana ba foto wan


tanda tangan mak ai"


Kata pak Rt sambil menyerah kan selembar kertas kepada nenek.


" Terima kasih pak!"


Kata ku.


" Sama sama!


wan mun ikam kawa hari ini jua


Yan ai, tumpali kantor


masih buka,


wan bawa bapak bulik dulu lah


Assalamualaikum!"


Kata pak Rt.


" Inggih pak"


Jawab ku.


" Wa alaikumssalam!"


Jawab kami.


Setelah pak Rt pulang aku pun berangkat ke kecamatan


Sampai disana aku disambut petugas nya dengan ramah aku di persilah kan ber foto dan tanda tangan,


Kata petugas nya besok pagi aku di minta datang ke sini lagi buat mengambil KTP.

__ADS_1


__ADS_2