
" Dek, maukah kamu bergabung
dengan kaka untuk sama-sama
mencari cara buat keluar dari sini?"
Bisiknya ditelingaku.
" Tentu saja kak!
Tapi bagaimana caranya?"
Jawabku kembali bersemangat.
" Sssst! Jangan keras-keras dek,
entar kedengeran sama
orang diluar sana bisa-bisa kita
di laporkan ke si Mami
. Bakalan gawat, kita berdua
bisa-bisa di siksa dan rencana
terancam gatot dek"
Katanya.
" Iya kak, ma'af"
Jawabku.
" Langkah pertama
kamu cepetan berpakaianya
kaka dah lapar nih!
Katanya lagi.
" Yang tadi itu kaka serius kan?"
Tanyaku.
" Ya iyalah, masa bercanda sih dek,
ayok cepetan pake bajunya
nih para cacing di perut kaka
dah pada demo tau,
entar yang tadi kita bahasnya
sambil makan aja"
Katanya sambil tersenyum
" Iya ka"
Jawabku.
Ahirnya akupun bangkit berdiri dan mulai memakai pakaian yang dia ambilkan di lemari tadi.
Walau pakaian ini kelihatanya mahal namun aku risih rasanya memakainya,
Bagaimana tidak,
pakaian ini jauh dari kata pakaian terhormat
Baju kentat dan tembus pandang tanpa lengan dipadu dengan rok mini yang juga tembus pandang
__ADS_1
Astagfirullah!
Beda bangat dengan pakaian yang sering ku pakai waktu dikampung dulu
Walau sangatlah murah mungkin bagi mereka-mereka disini
dan modelnya terlalu kampungan
Tapi aku sangatlah nyaman memakainya.
Setelah selesai berpakaian akupun mendekat dan duduk kembali didekatnya.
" Ih dek, dari tadi kita ngobrol
tapi masih pada belum tau nama
masing-masing, hehe"
Katanya sambil nyengir kuda.
" iya juga sih kak"
Jawabku juga ikutan tersenyum.
" Nama asliku: Norhidayah
dikampung sering dipanggil
Dayah, tapi pas tinggal disini
di ganti si Mami dengan
nama: Enny.
Kalau nama kamu siapa dek?"
Tanyanya seraya mengulurkan tanganya kepadaku sambil tersenyum.
sering dipanggil Yana"
Jawabku menjabat tanganya juga ikutan tersenyum.
" Mulai sekarang kita
saudara'an ya dek"
Katanya lagi.
Yang kujawab dengan anggukan dan senyuman.
Ahirnya kamipun makan bersama
Dia mengeluarkan benda pipih dalam saku celananya
lalu mengetik sesuatu dan menyerahkanya kepadaku.
Akupun menerima dan membacanya dalam hati:
" Dek, ini Hp kaka kasih buat kamu
jaga dan hati-hati jangan sampai
ada seorangpun yang tau!
Kerna mulai sekarang kita bicara
hanya lewat Hp saja biar lebih
aman, disini kaka dah masukin
nomor WA biar kita bisa saling
kasih kabar tiap hari"
__ADS_1
" Iya kak, terima kasih"
Setelah mengetik akupun segera mengirimnya.
Usai membaca pesan dariku
kak Enny pun tersenyum sambil menganggukan kepala.
Disa'at sedang asik-asiknya chatan sambil makan
Tiba-tiba terdengar suara ketokan pintu,
Buru-buru kami menyembunyikan Hp-Hp kami.
Ahirnya orang itupun masuk
" Kamu masih makan rupanya Enn"
Kata si Mami.
" Iya mam kami makan,
emangnya ada apa ?"
Jawab ka Enny ramah.
" Ayok cepetan makanya,
Mamu mau ngajak
kamu ke mall buat beli peralatan
kosmetik buat ni anak baru,
kerna entar malam si bos
mau datang ngeboking ni anak,
jadi dia harus kamu permak
habis-habisan Enn,
biar si bos gak kecewa"
Kata si Mami lagi.
" Iya mam, Enny tanya dedeknya
dulu kosmetik apa yang pernah
dan cocok buat kulitnya,
kerna kalau sembarang kosmetik
takutnya kulitnya elergi
bukanya cantik malah
belang-belang mam"
Jawab kak Enny lagi.
" Ya sudah terserah kamu saja,
kalau sudah selesai cepetan
temui mami di kamar,
mami tunggu!"
Katanya lagi sambil melangkah pergi meninggalkan kami berdua.
__ADS_1