Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Mencoba berdamai dengan keada'an


__ADS_3

" Dek, maukah kamu bergabung


dengan kaka untuk sama-sama


mencari cara buat keluar dari sini?"


Bisiknya ditelingaku.


" Tentu saja kak!


Tapi bagaimana caranya?"


Jawabku kembali bersemangat.


" Sssst! Jangan keras-keras dek,


entar kedengeran sama


orang diluar sana bisa-bisa kita


di laporkan ke si Mami


. Bakalan gawat, kita berdua


bisa-bisa di siksa dan rencana


terancam gatot dek"


Katanya.


" Iya kak, ma'af"


Jawabku.


" Langkah pertama


kamu cepetan berpakaianya


kaka dah lapar nih!


Katanya lagi.


" Yang tadi itu kaka serius kan?"


Tanyaku.


" Ya iyalah, masa bercanda sih dek,


ayok cepetan pake bajunya


nih para cacing di perut kaka


dah pada demo tau,


entar yang tadi kita bahasnya


sambil makan aja"


Katanya sambil tersenyum


" Iya ka"


Jawabku.


Ahirnya akupun bangkit berdiri dan mulai memakai pakaian yang dia ambilkan di lemari tadi.


Walau pakaian ini kelihatanya mahal namun aku risih rasanya memakainya,


Bagaimana tidak,


pakaian ini jauh dari kata pakaian terhormat


Baju kentat dan tembus pandang tanpa lengan dipadu dengan rok mini yang juga tembus pandang

__ADS_1


Astagfirullah!


Beda bangat dengan pakaian yang sering ku pakai waktu dikampung dulu


Walau sangatlah murah mungkin bagi mereka-mereka disini


dan modelnya terlalu kampungan


Tapi aku sangatlah nyaman memakainya.


Setelah selesai berpakaian akupun mendekat dan duduk kembali didekatnya.


" Ih dek, dari tadi kita ngobrol


tapi masih pada belum tau nama


masing-masing, hehe"


Katanya sambil nyengir kuda.


" iya juga sih kak"


Jawabku juga ikutan tersenyum.


" Nama asliku: Norhidayah


dikampung sering dipanggil


Dayah, tapi pas tinggal disini


di ganti si Mami dengan


nama: Enny.


Kalau nama kamu siapa dek?"


Tanyanya seraya mengulurkan tanganya kepadaku sambil tersenyum.


sering dipanggil Yana"


Jawabku menjabat tanganya juga ikutan tersenyum.


" Mulai sekarang kita


saudara'an ya dek"


Katanya lagi.


Yang kujawab dengan anggukan dan senyuman.


Ahirnya kamipun makan bersama


Dia mengeluarkan benda pipih dalam saku celananya


lalu mengetik sesuatu dan menyerahkanya kepadaku.


Akupun menerima dan membacanya dalam hati:


" Dek, ini Hp kaka kasih buat kamu


jaga dan hati-hati jangan sampai


ada seorangpun yang tau!


Kerna mulai sekarang kita bicara


hanya lewat Hp saja biar lebih


aman, disini kaka dah masukin


nomor WA biar kita bisa saling


kasih kabar tiap hari"

__ADS_1



" Iya kak, terima kasih"


Setelah mengetik akupun segera mengirimnya.


Usai membaca pesan dariku


kak Enny pun tersenyum sambil menganggukan kepala.


Disa'at sedang asik-asiknya chatan sambil makan


Tiba-tiba terdengar suara ketokan pintu,


Buru-buru kami menyembunyikan Hp-Hp kami.


Ahirnya orang itupun masuk


" Kamu masih makan rupanya Enn"


Kata si Mami.


" Iya mam kami makan,


emangnya ada apa ?"


Jawab ka Enny ramah.


" Ayok cepetan makanya,


Mamu mau ngajak


kamu ke mall buat beli peralatan


kosmetik buat ni anak baru,


kerna entar malam si bos


mau datang ngeboking ni anak,


jadi dia harus kamu permak


habis-habisan Enn,


biar si bos gak kecewa"


Kata si Mami lagi.


" Iya mam, Enny tanya dedeknya


dulu kosmetik apa yang pernah


dan cocok buat kulitnya,


kerna kalau sembarang kosmetik


takutnya kulitnya elergi


bukanya cantik malah


belang-belang mam"


Jawab kak Enny lagi.


" Ya sudah terserah kamu saja,


kalau sudah selesai cepetan


temui mami di kamar,


mami tunggu!"


Katanya lagi sambil melangkah pergi meninggalkan kami berdua.

__ADS_1


__ADS_2