Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Hari pertama jadi istri


__ADS_3

Setelah mas Nathan keluar dari kamar mandi


Akupun berusaha bangkit dari ranjang


" Dedek sayang kalau masih


capek rebahan aja


gak papa gak mandi juga


bidadarinya mas tetap


menarik kok"


Goda mas Nathan.


Namun aku tetap berusaha


Ahirnya aku berhasil berdiri dan melangkah pelan menuju kekamar mandi


Usai mandi akupun keluar kulihat di ranjang sudah tergeletak sebuah gaun mini nan transparent dan kainya teramat tipis sehingga kalau ku pakai warna kulit dan lekak lekuk tubuhki nampak dari luar apalagi dia tak mengijinkanku mengenakan pakain dalam katanya biar dia bisa bebas memandangnya benar saja dari awal aku memakai mata elang mas Nathan hampir takberkedip memangiku terutama mahkotaku


Apakah ia masih belum puas setelah hampir semalaman dan paginya pun kembali melakukanya


Walau sejujurnya akupun takpernah merasa puas


Mungkin benar kata ka Enny aku mulai ketagihan ingin lagi dan lagi


Berbeda dengan malam dimana mahkotaku di nodai oleh orang yang takukenal rasanya sangatlah sakit dan ngilu


Hatikupun sangat hancur kalaitu


Beda dengan sekarang hatiku sangat-sangat bahagia walaupun aku adar pernikahanku ini hanyalah pernikahan sementara saja


Tiba-tiba mas Nathan menyentuhku yang membuat lamunanku buyar


" Bidadarinya mas ini kenapa


sayang? Masa sisirnya ditaro


disitu"


Kata mas Nathan sambil mengambil sisir dari pangkuanku


Ia mulai menyisir rambutku


Ting tong


Tiba-tiba bel berbunyi


mas Nathan pun berhenti menyisiriku


Ia pun melangkah menuju pintu dan membukanya


Ternyata ia sudah memesan makan buat kami


Setelah menutup pintu mas Nathan kembali dan mengajaku makan


Usai makan dan mencuci piring kami kembali kekamar dan duduk ditepi ranjang.

__ADS_1


" Sayang ini buat dedek


ma'af kemaren mas lupa


ngasihnya"


Kata mas Nathan sambil menyodorkan sebuah buku tabungan beserta kartunya kepadaku.


" Apa ini mas?"


Tanyaku.


" Uang mahar beserta nafkah


mas buat dedek "


Katanya lagi.


Dengan gemetar aku menerima dan membuka buku itu yang ternyata berisi


uang senilai empat ratus juta.


Aku memandang mas Nathan hampir tak percaya semudah itu ia memberiku uang sebesar ini.


" Ini beneran buat dedek mas?"


Tanyaku lagi.


" Lah iya dong sayang


buat siapa lagi


Katanya menggodaku.


" iiih mas becanda terus


dedek serius!"


Kataku pura-pura merajuk.


" Iya bidadariku sayang,


tiga ratus itu mahar kita


seratusnya buat bidadari mas


jajan, kalau kurang entar mas


tambahin"


Kata mas Nathan sambil menariku kedalam pelukanya.


" Udahan merajuknya


entar kalau sampai jadi anak


bisa-bisa anak kita mirip sama


monyet sayang"

__ADS_1


Kata mas Nathan lagi.


" Memangnya mas Nathan


mau punya anak dariku


yang hanya seorang"


Belum tuntas aku berkata mulutku tiba-tiba dibekap nya.


" Hus jangan bilang


kaya gitu lagi mas


gak suka sayang"


Katanya.


" Iya mas ma'afin dedek ya,


tapi itu benar adanya mas"


Kataku dengan mata berkaca.


" Iya dedek mas tau


tapi mas tak perduli


masa lalu dedek seburuk apa


yang jelas mas yakin


bidadari mas ini adalah seorang


wanita baik dan bisa lebih baik lagi


nantinya, walau mas mungkin


hanya bisa menemani dedek disini


selama lima bulan saja sayan


kerna mas harus kembali


kenegara asal"


Kata mas Nathan sambil membelai rambutku.


" Mas sangat berharap setelah


mas pergi nanti dedek berhenti


dari pekerja'an ini dan melanjut


kan hidup normal seperti


wanita-wanita pada


umumnya sayang"

__ADS_1


Kata mas Nathan lagi.


__ADS_2