
Setelah mas Nathan keluar dari kamar mandi
Akupun berusaha bangkit dari ranjang
" Dedek sayang kalau masih
capek rebahan aja
gak papa gak mandi juga
bidadarinya mas tetap
menarik kok"
Goda mas Nathan.
Namun aku tetap berusaha
Ahirnya aku berhasil berdiri dan melangkah pelan menuju kekamar mandi
Usai mandi akupun keluar kulihat di ranjang sudah tergeletak sebuah gaun mini nan transparent dan kainya teramat tipis sehingga kalau ku pakai warna kulit dan lekak lekuk tubuhki nampak dari luar apalagi dia tak mengijinkanku mengenakan pakain dalam katanya biar dia bisa bebas memandangnya benar saja dari awal aku memakai mata elang mas Nathan hampir takberkedip memangiku terutama mahkotaku
Apakah ia masih belum puas setelah hampir semalaman dan paginya pun kembali melakukanya
Walau sejujurnya akupun takpernah merasa puas
Mungkin benar kata ka Enny aku mulai ketagihan ingin lagi dan lagi
Berbeda dengan malam dimana mahkotaku di nodai oleh orang yang takukenal rasanya sangatlah sakit dan ngilu
Hatikupun sangat hancur kalaitu
Beda dengan sekarang hatiku sangat-sangat bahagia walaupun aku adar pernikahanku ini hanyalah pernikahan sementara saja
Tiba-tiba mas Nathan menyentuhku yang membuat lamunanku buyar
" Bidadarinya mas ini kenapa
sayang? Masa sisirnya ditaro
disitu"
Kata mas Nathan sambil mengambil sisir dari pangkuanku
Ia mulai menyisir rambutku
Ting tong
Tiba-tiba bel berbunyi
mas Nathan pun berhenti menyisiriku
Ia pun melangkah menuju pintu dan membukanya
Ternyata ia sudah memesan makan buat kami
Setelah menutup pintu mas Nathan kembali dan mengajaku makan
Usai makan dan mencuci piring kami kembali kekamar dan duduk ditepi ranjang.
__ADS_1
" Sayang ini buat dedek
ma'af kemaren mas lupa
ngasihnya"
Kata mas Nathan sambil menyodorkan sebuah buku tabungan beserta kartunya kepadaku.
" Apa ini mas?"
Tanyaku.
" Uang mahar beserta nafkah
mas buat dedek "
Katanya lagi.
Dengan gemetar aku menerima dan membuka buku itu yang ternyata berisi
uang senilai empat ratus juta.
Aku memandang mas Nathan hampir tak percaya semudah itu ia memberiku uang sebesar ini.
" Ini beneran buat dedek mas?"
Tanyaku lagi.
" Lah iya dong sayang
buat siapa lagi
Katanya menggodaku.
" iiih mas becanda terus
dedek serius!"
Kataku pura-pura merajuk.
" Iya bidadariku sayang,
tiga ratus itu mahar kita
seratusnya buat bidadari mas
jajan, kalau kurang entar mas
tambahin"
Kata mas Nathan sambil menariku kedalam pelukanya.
" Udahan merajuknya
entar kalau sampai jadi anak
bisa-bisa anak kita mirip sama
monyet sayang"
__ADS_1
Kata mas Nathan lagi.
" Memangnya mas Nathan
mau punya anak dariku
yang hanya seorang"
Belum tuntas aku berkata mulutku tiba-tiba dibekap nya.
" Hus jangan bilang
kaya gitu lagi mas
gak suka sayang"
Katanya.
" Iya mas ma'afin dedek ya,
tapi itu benar adanya mas"
Kataku dengan mata berkaca.
" Iya dedek mas tau
tapi mas tak perduli
masa lalu dedek seburuk apa
yang jelas mas yakin
bidadari mas ini adalah seorang
wanita baik dan bisa lebih baik lagi
nantinya, walau mas mungkin
hanya bisa menemani dedek disini
selama lima bulan saja sayan
kerna mas harus kembali
kenegara asal"
Kata mas Nathan sambil membelai rambutku.
" Mas sangat berharap setelah
mas pergi nanti dedek berhenti
dari pekerja'an ini dan melanjut
kan hidup normal seperti
wanita-wanita pada
umumnya sayang"
__ADS_1
Kata mas Nathan lagi.