Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Dilempar Ke Lembah Hitam


__ADS_3

Entah kenapa setelah setengah jam aku makan dan minum


Tiba-tiba kepalaku sangat pusing dan mataku sangat mengantuk


namun tetap ku coba bertahan,


Walau ahirnya aku pun roboh dan terbaring tak berdaya,


Di sa'at itulah tiba-tiba ku dengar beberapa orang datang mendekati kami


Namun sayang nya aku tak bisa melihat mereka dengan jelas,


Kerna kedua mataku sudah mulai tertutup rapat


Namun ku usahakan agar kesadaran dan pendengaranku bisa tetap bertahan.


Salah seorang dari mereka terdengar berkata pada temanya:


" Hei awas hati-hati


menggendongnya!


jangan sampai lecet sedikit pun!


kalau lecet si bos bakalan murka ".



" Iya, tenang aja, kami juga tau kali,


kalau ini barang mahal,


kalau lecet bisa-bisa turun harga


pasarnya dan kita gak jadi


dikasih bonus sama si bos"


Jawab yang lain.


" Apa maksud mereka?"


Aku bertanya-tanya dalam hati.


Aku mencoba mencerna kata demi kata dari percakapan mereka tadi.

__ADS_1


Belum sempat aku mencerna dengan baik


Tiba-tiba salah seorang dari mereka menggendong dan mendudukanku kedalam mobil bak boneka,


dan melaju entah kemana.


Baru aku mengerti yang mereka maksud barang itu aku dan teman-teman


Mereka akan menjual kami.


" Tapi menjual seperti apa,


Apakah mereka sindikat


perdagangan manusia atau


mereka ini sindikat penjual organ?"


Tanya hatiku bergidik ngeri.


Setelah cukup lama mobil pun berhenti telingaku menangkap hingar bingar musik dan canda tawa banyak orang, aku kembali di gendong orang tersebut


Aku dimasukan ke sebuah ruangan dan diletakan di atas kasur


Aku berusaha untuk bergerak namun sia-sia belaka,


Jangankan bergerak untuk bangkit membuka mata saja aku masih belum mampu.


Ku dengar ada yang membuka pintu dan menutupnya kembali


Langkah itu makin mendekatiku,


Tiba-tiba ada yang meraba wajah ku turun keleher hingga ke .....ku


Ahirnya hal yang paling aku takutkan terjadi juga


Ingin rasanya aku menjerit namun mulut ini terasa kaku


Aku hanya bisa menangis dalam diam,


Setelah puas menjamahku lelaki itu pun berbaring sambil memeluku tak berapa lama terdengar bunyi dengkuranya,


Sedang aku merasakan kelelahan yang begitu sangat dan ngilu diarea.... ku.


Namun semua itu tak seberapa di bandingkan dengan sakit dan hancurnya hati ini.

__ADS_1


Kini aku seumpama se ungguk sampah yang berbau busuk


" Pantaskah aku hidup,


atau lebih baik aku mati saja?,


Kata hatiku, menangis pilu.


Kerna lelah dan sakit yang mendera kesadaranku pun mulai pudar dan ahirnya aku pun tertidur pulas.


Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara orang marah-marah dan menggoyang-goyang tubuhku dengan kerasnya,


Aku pun membuka mata nampak didepanku seorang ibu-ibu bertubuh gempal memandangku tajam sambil berkata:


" hai kamu,


Ayo cepat bangun


mandi sana !


Jangan bermalas-malasan saja,


kalau sudah bersih baru boleh


makan".


Aku hanya diam tak meresponya walau banyak mata yang memandangku


aku tak perduli,


Air mataku pun jatuh ketika teringat kejadian malam tadi.


" Hai... Malah menangis


dasar anak cengeng ayo bangun


cepat sana mandi atau kamu


mau saya seret


ke kamar mandi hah!".


Kata ibu-ibu itu lagi seraya menarik tanganku untuk bangun,


Ahirnya aku pun terpaksa bangun dan melangkah dengan guntai menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2