
Entah kenapa setelah setengah jam aku makan dan minum
Tiba-tiba kepalaku sangat pusing dan mataku sangat mengantuk
namun tetap ku coba bertahan,
Walau ahirnya aku pun roboh dan terbaring tak berdaya,
Di sa'at itulah tiba-tiba ku dengar beberapa orang datang mendekati kami
Namun sayang nya aku tak bisa melihat mereka dengan jelas,
Kerna kedua mataku sudah mulai tertutup rapat
Namun ku usahakan agar kesadaran dan pendengaranku bisa tetap bertahan.
Salah seorang dari mereka terdengar berkata pada temanya:
" Hei awas hati-hati
menggendongnya!
jangan sampai lecet sedikit pun!
kalau lecet si bos bakalan murka ".
" Iya, tenang aja, kami juga tau kali,
kalau ini barang mahal,
kalau lecet bisa-bisa turun harga
pasarnya dan kita gak jadi
dikasih bonus sama si bos"
Jawab yang lain.
" Apa maksud mereka?"
Aku bertanya-tanya dalam hati.
Aku mencoba mencerna kata demi kata dari percakapan mereka tadi.
__ADS_1
Belum sempat aku mencerna dengan baik
Tiba-tiba salah seorang dari mereka menggendong dan mendudukanku kedalam mobil bak boneka,
dan melaju entah kemana.
Baru aku mengerti yang mereka maksud barang itu aku dan teman-teman
Mereka akan menjual kami.
" Tapi menjual seperti apa,
Apakah mereka sindikat
perdagangan manusia atau
mereka ini sindikat penjual organ?"
Tanya hatiku bergidik ngeri.
Setelah cukup lama mobil pun berhenti telingaku menangkap hingar bingar musik dan canda tawa banyak orang, aku kembali di gendong orang tersebut
Aku dimasukan ke sebuah ruangan dan diletakan di atas kasur
Aku berusaha untuk bergerak namun sia-sia belaka,
Jangankan bergerak untuk bangkit membuka mata saja aku masih belum mampu.
Ku dengar ada yang membuka pintu dan menutupnya kembali
Langkah itu makin mendekatiku,
Tiba-tiba ada yang meraba wajah ku turun keleher hingga ke .....ku
Ahirnya hal yang paling aku takutkan terjadi juga
Ingin rasanya aku menjerit namun mulut ini terasa kaku
Aku hanya bisa menangis dalam diam,
Setelah puas menjamahku lelaki itu pun berbaring sambil memeluku tak berapa lama terdengar bunyi dengkuranya,
Sedang aku merasakan kelelahan yang begitu sangat dan ngilu diarea.... ku.
Namun semua itu tak seberapa di bandingkan dengan sakit dan hancurnya hati ini.
__ADS_1
Kini aku seumpama se ungguk sampah yang berbau busuk
" Pantaskah aku hidup,
atau lebih baik aku mati saja?,
Kata hatiku, menangis pilu.
Kerna lelah dan sakit yang mendera kesadaranku pun mulai pudar dan ahirnya aku pun tertidur pulas.
Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara orang marah-marah dan menggoyang-goyang tubuhku dengan kerasnya,
Aku pun membuka mata nampak didepanku seorang ibu-ibu bertubuh gempal memandangku tajam sambil berkata:
" hai kamu,
Ayo cepat bangun
mandi sana !
Jangan bermalas-malasan saja,
kalau sudah bersih baru boleh
makan".
Aku hanya diam tak meresponya walau banyak mata yang memandangku
aku tak perduli,
Air mataku pun jatuh ketika teringat kejadian malam tadi.
" Hai... Malah menangis
dasar anak cengeng ayo bangun
cepat sana mandi atau kamu
mau saya seret
ke kamar mandi hah!".
Kata ibu-ibu itu lagi seraya menarik tanganku untuk bangun,
Ahirnya aku pun terpaksa bangun dan melangkah dengan guntai menuju ke kamar mandi.
__ADS_1