
Jam dua belas siang mobil pun berhenti di sebuah rumah makan,
Usai makan mobil kembali melaju menuju bandara
Sampai bandara jam tiga sore.
Lagi-lagi kami diantar ke sebuah penginapan,
katanya besok pagi baru bisa berangkat.
Kami pun kembali bermalam di sebuah penginapan
Di saat tengah malam tiba-tiba terdengar keributan.
Tolooong kebakaraaan kebakaraaan
Suara orang berteriak-teriak,
Mendengar itu kami pun penasaran dan ahirnya berhamburan keluar melihat apa yang tengah terjadi.
Benar saja ketika kami sudah di luar nampak api berkobar-kobar melahap bangunan yang tepat di sebelah kanan penginapan dimana kami berada,
Kami pun panik dan ikut berlari menjauh hingga ku tak menyadari kalau ternyata aku sudah terpisah dari teman-teman.
Alhamdulillah api pun sudah dapat dipadamkan dan penginapan selamat dari kebakaran tadi.
Malam pun ahirnya berlalu dan mentari pagi hadir menggantikanya,
Setelah shalat subuh kami pun bersiap-siap namun HP-HP kami ternyata menghilang, bukan cuma itu saja dua teman kami pun ikut menghilang entah kemana kerna masalah ini keberangkatan kami pun di tunda lagi sampai kedua teman kami ditemukan.
Hari-hari berganti seminggu telah terlewati namun mereka tak jua di temukan,
Pencarian tetap dilakukan walau masih tak menunjukan hasil .
Hingga suatu malam Ka Idah berkata pada kami semua:
" Aku rasa curiga kam buhanya ai
lawan kajadian hilang nya HP-HP
kita wan kedua kawan kita ngini,
jangan-jangan hudah dirancana
tumatan awal,
maksud ku kita nginih
pacangan handak
di jadiakan tumbal atau wa di jual.
Kayapa parasa buhan ikam ?"
( " Teman-teman, aku merasa curiga
dengan hilang nya HP-HP dan
teman-teman kita ini,
__ADS_1
jangan-jangan sudah
di rencanakan dari awal,
maksudku kita bakal di jadi kan
tumbal atau di jual.
Bagai mana menurut kalian ?" )
Ka Mila:
" Inggih, parasa ulun gin kayatu
jua ka ai,
asa kada masuk di akal buhanya
badua timbul-timbul hilang
bakakajutan
imbah musibah
kabakaran taumbai ha
pulang wan hilanya HP-HP kita
sabarata'an ,
coba kita pikirakan bujur-bujur
kakawanan hilang kada tahu
umpatan jua hilang,
caka sabuting atauwa dua HP
haja nang hilang, masih kawa
di anggap wajar nangini hilang
babarata'an
kayapa nintu,
kaya takutan ha lagi,
mun ada HP kita pacangan
mahubungi polisi atauwa
bakisah wadah kaluarga ".
( " iya aku rasa juga begitu ka,
rasa tak masuk akal saja
mereka berdua tiba-tiba
hilang dalam sekejap setelah
__ADS_1
musibah kebakara,
mana berbarengan dengan
hilangnya HP-HP kita semua,
coba kita pikir kan benar-benar
teman-teman kita hilang tak tau
apa sebabnya,
HP kita juga ikutan hilang,
andai cuma satu atau dua HP saja
yang hilang
masih bisa di anggap wajar,
ini hilang semua bagaimana itu,
seperti takut saja
kalau ada HP kita bakalan
menghubungi polisi atau
bercerita kepada keluarga" )
Ka ita:
" Ba arti kita sabarata'an nginih
dalam bahaya alihai."
( " Berarti kita ini semuanya
dalam bahaya lah" )
Ka yuni:
" lalu kayapa am kita nang nginih,
nangapa nang harus kita
ulah sakira kita nang tasisa nginih
kawa salamat sabarata'an?"
(" Lalu bagaimana kita ini,
apa yang harus kita buat
biar kita yang tersisa ini
bisa selamat semua ?" )
Seperti biasa setiap usai shalat magrib ada yang datang mengantar makanan dan minuman buat kami semua,
Tanpa ada rasa curiga kami pun makan dan minum
__ADS_1
Namun tak berapa lama satu persatu dari kami roboh.