Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Kebingungan


__ADS_3

Jam dua belas siang mobil pun berhenti di sebuah rumah makan,


Usai makan mobil kembali melaju menuju bandara


Sampai bandara jam tiga sore.


Lagi-lagi kami diantar ke sebuah penginapan,


katanya besok pagi baru bisa berangkat.


Kami pun kembali bermalam di sebuah penginapan


Di saat tengah malam tiba-tiba terdengar keributan.


Tolooong kebakaraaan kebakaraaan


Suara orang berteriak-teriak,


Mendengar itu kami pun penasaran dan ahirnya berhamburan keluar melihat apa yang tengah terjadi.


Benar saja ketika kami sudah di luar nampak api berkobar-kobar melahap bangunan yang tepat di sebelah kanan penginapan dimana kami berada,


Kami pun panik dan ikut berlari menjauh hingga ku tak menyadari kalau ternyata aku sudah terpisah dari teman-teman.


Alhamdulillah api pun sudah dapat dipadamkan dan penginapan selamat dari kebakaran tadi.


Malam pun ahirnya berlalu dan mentari pagi hadir menggantikanya,


Setelah shalat subuh kami pun bersiap-siap namun HP-HP kami ternyata menghilang, bukan cuma itu saja dua teman kami pun ikut menghilang entah kemana kerna masalah ini keberangkatan kami pun di tunda lagi sampai kedua teman kami ditemukan.


Hari-hari berganti seminggu telah terlewati namun mereka tak jua di temukan,


Pencarian tetap dilakukan walau masih tak menunjukan hasil .


Hingga suatu malam Ka Idah berkata pada kami semua:


" Aku rasa curiga kam buhanya ai


lawan kajadian hilang nya HP-HP


kita wan kedua kawan kita ngini,


jangan-jangan hudah dirancana


tumatan awal,


maksud ku kita nginih


pacangan handak


di jadiakan tumbal atau wa di jual.


Kayapa parasa buhan ikam ?"



( " Teman-teman, aku merasa curiga


dengan hilang nya HP-HP dan


teman-teman kita ini,

__ADS_1


jangan-jangan sudah


di rencanakan dari awal,


maksudku kita bakal di jadi kan


tumbal atau di jual.


Bagai mana menurut kalian ?" )


Ka Mila:


" Inggih, parasa ulun gin kayatu


jua ka ai,


asa kada masuk di akal buhanya


badua timbul-timbul hilang


bakakajutan


imbah musibah


kabakaran taumbai ha


pulang wan hilanya HP-HP kita


sabarata'an ,


coba kita pikirakan bujur-bujur


kakawanan hilang kada tahu


umpatan jua hilang,


caka sabuting atauwa dua HP


haja nang hilang, masih kawa


di anggap wajar nangini hilang


babarata'an


kayapa nintu,


kaya takutan ha lagi,


mun ada HP kita pacangan


mahubungi polisi atauwa


bakisah wadah kaluarga ".


( " iya aku rasa juga begitu ka,


rasa tak masuk akal saja


mereka berdua tiba-tiba


hilang dalam sekejap setelah

__ADS_1


musibah kebakara,


mana berbarengan dengan


hilangnya HP-HP kita semua,


coba kita pikir kan benar-benar


teman-teman kita hilang tak tau


apa sebabnya,


HP kita juga ikutan hilang,


andai cuma satu atau dua HP saja


yang hilang


masih bisa di anggap wajar,


ini hilang semua bagaimana itu,


seperti takut saja


kalau ada HP kita bakalan


menghubungi polisi atau


bercerita kepada keluarga" )


Ka ita:


" Ba arti kita sabarata'an nginih


dalam bahaya alihai."


( " Berarti kita ini semuanya


dalam bahaya lah" )


Ka yuni:


" lalu kayapa am kita nang nginih,


nangapa nang harus kita


ulah sakira kita nang tasisa nginih


kawa salamat sabarata'an?"


(" Lalu bagaimana kita ini,


apa yang harus kita buat


biar kita yang tersisa ini


bisa selamat semua ?" )


Seperti biasa setiap usai shalat magrib ada yang datang mengantar makanan dan minuman buat kami semua,


Tanpa ada rasa curiga kami pun makan dan minum

__ADS_1


Namun tak berapa lama satu persatu dari kami roboh.


__ADS_2