Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Diperlakukan seperti istri


__ADS_3

" Ini bu pesanan suaminya"


Kata petugas itu menyerahkan besek berukuran sedang kepadaku


Rupanya diam-diam ia memesan makanan dan minuman


Setelah menerimanya aku kembali masuk dan menutup pintu kamar


Tak berapa lama laki-laki itupun keluar dari kamar mandi


Dan mulai berpakaian.


" Sayang kesini dong


bantuin mas


masangin kancing baju


sekaligus dasinya"


Katanya.


Akupun segera mendekatinya dan mulai memasangkan kancing bajunya satu persatu persis seperti sepasang suami istri


" Tadi sewaktu mas masih mandi


ada yang ngetuk pintu pas dedek


bukain ih ternyata orang yang


ngantar makanan dan minuman


katanya mas yang mesan"


Kataku disela-sela mengancingkan bajunya.


" Iya sayang


tadi mas yang mesan


sewaktu dedek masih mandi"


Jawabnya.


Setelah selesai membantunya berpakaian


Akupun segera menata makanan dan minuman dimeja setelah selesai kami pun makan bersama.


Usai makan aku segera beres-beres


Kerna ia akan segera pergi kelapangan


Sedang aku pulang ketempat Mami di seberang hotel ini.


" Sayang selama mas pergi


dedek disini ya tungguin


mas pulang entar siang


mas mau ngajakin dedek


makan diluar"


Katanya tiba-tiba.


" Tapi gimana sama mami mas?


Dan dedek juga gak bisa ganti


baju kerna kemaren malam gak


bawa bekal baju kesini mas"


Jawabku.

__ADS_1


" Tenang sayang


untuk hal itu mas bisa


handle kok,


apapun bakal mas lakuin


asal dedek tetap disini


temani mas


selama mas tugas disini sayang"


Katanya takbisa kubantah lagi.


" Iya mas"


Jawabku.


Setelah selesai bersiap-siap ia pun pamit berangkat kelapangan mengontrol pekerja'an disana.


" Sayang mas berangkat dulu


dedek baik-baik ya dikamar


kalau bosen dedek bisa liat tv


ataupun video"


Pamitnya sambil menyodorkan tangan kepadaku.


" Iya mas hati-hati dijalan"


Jawabku sambil mencium tanganya dan dibalas dengan kecupan di kening olehnya.


Kalau ada yang melihatnya pasti ia mengira kami adalah sepasang suami istri.


Setelah ia menghilang dari pandangan akupun kembali masuk kedalam kamar dan mengunci pintu


ahirnya aku iseng-iseng membuka aplikasi Ovo yang kemaren ka Enny instal buat aku.


Alangkah terkejutnya aku ketika aplikasi sudah terbuka nampak saldoku sudah terisi dengan nominal sepuluh juta,


Benar-banar ku tak habis pikir dari mana uang itu tiba-tiba sudah terisi sekian banyaknya.


Ahirnya aku menchat ka Enny menanyakan perihal uang tersebut


" Kak barusan ulun mambuka


Ovo ternyata saldonya sudah


terisi sepuluh juta kak,


apa pian yang sudah


mengisinya kak?"


Tanyaku.


Tak berselang lama chat balasan dari ka Enny pun masuk.


" Entar kaka ceritain kalau


kamu dah sampai sini"


Jawabnya.


" Ulun hari ini gak pulang kak"


Balasku.


" Lah kenapa dek?"


Tanyanya.

__ADS_1


" Laki-laki itu katanya


sudah booking ulun selama


ia berada disini ka"


Jawabku lagi.


" Sekarang dia ada dimana dek?"


Tanya ka Enny.


" Pergi kelapangan mau ngontrol


para pekrja katanya kak"


Jawabku.


" Kita ketemuan diluar yok dek"


Kata ka Enny mengajaku.


" Ulun gak dikasih ijin kak"


Jawabku.


" Waduh! Kaya seorang suami aja


ya pake acara melarang kamu


keluar dek"


Protes ka Enny.


" Iya bener ka,


tadi aja abis mandi ia minta ulun


yang pasangin kancing bajunya


dan dasi, makanan dia mesen kak,


bukan cuman itu aja kak pas mau


berangkat dia minta ulun antar


sampai keluar dia nyodorin tangan


buat ulun cium abis itu dia cium


kening ulun kak"


Jawabku.


" waduh romantis banget sih dek


hati-hati ya kamu bisa-bisa


bucin dibuatnya, haha"


Kata ká Enny.


" Gak lah kak, ulun juga takut


biar gimana tu kan suami orang"


Jawabku.


" Ha ha ha"


Chat ka Enny beserta stiker ketawa.


" Kak entar malam kesini lagi kan?"


Tanyaku.

__ADS_1


__ADS_2