
Setelah kurang lebih dua jam perjalanan ahirnya kami pun sampai disebuah komplek perumahan
Mobil mas Nathan berhenti tepat didepan sebuah rumah minimalis bertingkat
Setelah membuka pagar mas Nathanpun memarkirkan mobilnya dipekarangan yang cukup luas menurutku.
" Sayang yok turun
kita sudah sampai"
Kata mas Nathan sambil membukakan pintu mobil mempersilahkanku turun dan mengajaku masuk kedalam rumah
Ahirnya kamipun masuk dan melihat-lihat keseluruh ruangan
Di dalam kamar hanya ada beberapa perabotan seperti lemari meja dan sebuah kasur gulung yang ter geletak disudut kamar
Di ruanģ makan cuma ada sebuah meja dan beberapa kursi
Begitu juga dengan dapur ada sebuah rak piring sederhana lengkap dengan beberapa buah piring mangkuk gelas sendok dan sebuah tungku beserta peralatan masak seadanya yang menurut mas Nathan cukup unik
" Sayang gimana rumah ini
menurut dedek, bidadarinya
mas ini suka tidak sama
suasana dan bentuk rumah ini?"
Tanya mas Nathan.
" Suka banget mas"
Jawabku.
" Ma'afin mas ya sayang
kalau rumahnya ini
terlalu kecil "
Kata mas Nathan lagi.
Kujawab hanya dengan senyuman,
kerna bagiku rumah ini cukup besar apalagi dibandingkan dengan gubuk kami dikampung jelas jauh banget perbeda'anya.
" Besok mas akan belikan
perabotanya dek,
gak papa ya untuk malam ini
kita tidur lesehan
pakai kasur gulung dulu sayang"
Kata mas Nathan lagi.
" Gak papa lah mas, sejak kecil
dedek sudah terbiasa tidur
pakai kasur kaya gitu"
Jawabku sambil tersenyum.
Ting tong
Tiba-tiba bel rumah ini berbunyi
" Sayang yok kita keluar"
Kata mas Nathan sambil menggandeng tanganku menuruni tangga menuju pintu
Setelah pintu dibuka
" Kukira kamu tak jadi kesini"
Kata mas Nathan pada orang tersebut
" Mana berani aku menolak
perintah bos yang galaknya
melebihi singa lagi sakit gigi"
Jawabnya sambil nyengir gak karuan.
" Gila kamu, masa
ganteng- ganteng kaya gini
kamu samakan dengan singa,
sakit gigi malah,
bener-bener
mau kukirim ke UGD rupanya!"
Kata mas Nathan melotot pada orang itu.
" Tu kan, belum apa-apa
sudah ditawarin UGD!
ini pesanan kamu tadi"
Katanya sambil menyudurkan bungkusan kearah kami
Setelah bungkusan tadi beralih tangan orang itupun berbalik hendak melangkah pergi
" Mau kemana kamu?"
Tanya mas Nathan
" Mau balik lah!
__ADS_1
Daripada dikirim ke UGD
mending aku pulang"
Jawab orang itu ketus.
" Tunggu!"
Kata mas Nathan lagi.
" Apalagi sih Jon?"
Tanya orang itu.
" Kamu tak boleh pulang
sebelum mengambilkan koperku
dibagasi dan membawanya
masuk kekamar kami"
Kata mas Nathan lagi.
Tanpa menjawab orang itupun segera menuju mobil dan membuka bagasi mengambil koper dan membawanya masuk langsung kedalam kamar yang ditunjukan mas Nathan sambil bersungut-sungut
" Sudah capek-capek carikan
makanan yang di mau,
Bukanya di ajak makan ini malah
disuruh angkatin koper segala,
dasar bos gak berahlak"
Gerutunya pelan.
" Kamu bilang aku apa tadi?"
Tanya mas Nathan sambil melotot kearah orang tersebut.
" Gak ngomong apa-apa"
Jawabnya singkat
" Bohong! Jelas-jelas tadi aku
dengar kamu bilang aku tak
berahlak"
Kata mas Nathan.
Melihat tingkah mas Nathan dan orang itu membuatku tersenyum geli.
Tiba-tiba
" Nyonya cantik hati-hati ya sama
dia diam-diam bisa menerkam tau"
Katanya sambil bergidik ngeri.
" Gila kamu! Memangnya
aku binatang buas apa"
Kata mas Nathan melotot padanya.
" Sayang jangan dengerin dia ya
anggap saja semua
kata-katanya tadi
bunyi kentut yang gak
sengaja lewat"
Kata mas Nathan lagi sambil melrik padanya.
" Sayang mas minta tolong
siapin makanan
buat kita bertiga ya,
kerna ini orang gak akan bisa
diam kalau mulutnya belum
disumpel"
Bisik mas Nathan lagi.
" Iya mas"
Jawabku.
Akupun bergegas turun kedapur untuk mengambil peralatan makan dan membawanya keruang makan
Setelah usai menata makanan dimeja akupun kembali keatas untuk menemui mas Nathan dan temanya itu
Dari kejauhan mereka berdua masih saja nampak bercanda.
" Mas makananya sudah siap"
Kataku padanya.
" Iya sayang"
Jawab mas Nathan.
" Tu dengar Jeb apakata
nyonyaku, daripada
__ADS_1
ngomel-ngomel gak jelas
kayak emak-emak mending
kita makan yok!"
Ajak mas Nathan kepada temanya itu sambil menggandengku turun menuju keruang makan
" Sebelum kita makn,
kenalin dulu ini namanya Jebri
dia asisten mas yang paling
rese sedunia sayang"
Kata mas Nathan memperkenalkan temanya itu padaku.
Iapun menyodorkan tanganya ingin menjabat tanganku namun ditepis mas Nathan
" Ih pelit banget"
Gerutunya.
Setelah duduk dikursi aku berdiri ingin menyendokan nasi kepiring mas Nathan tapi tiba-tiba
Mas jebri menyodorkan piringnya terlebih dahulu kepadaku
Namun takuhiraukan aku tetap menyendokanya kepiring mas Nathan setelah itu baru aku menyendokanya kepiring mas Jebri
Ahirnya kami bertigapun makan malam bersama
Setelah usai makan mas Jebripun berpamitan pulang
" Ahirnya"
Kata mas Nathan menggantung setelah mas Jebri sudah tak terlihat lagi.
" Ahirna apa mas?"
Tanyaku.
" Ahirnya si rese pergi juga sayang"
Jawab mas Nathan sambil tertawa kecil
setelah mengunci pintu mas Nathan mengajaku naik kekamar
Setelah sampai dikamar kamipun .......... hingga tertidur dengan pulas.
Tak terasa pagi menjelang terdengar suara adzan subuh berkumandang dari kejauhan sana
Akupun melepas pelukan mas Nathan yang membuat ia terbangun
Setelah ia lepas aku bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri dan wudhu
Setelahku keluar mas Nathan pun masuk kedalam kamar mandi
Usai berpakaian akupun menggelar sajadahnya
Tak berapa lama mas Nathan keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian
Setelah itu ia melangkah mendekatiku yang sudah siap dengan mukena
Ahirnya kamipun shalat subuh berjama'ah
Usai shalat dan berdo'a seperti biasa aku mencium punggung tanganya yang dibalas dengan sebuah kecupan hangat
Setelah meletakan sajadah kami berdua ke meja aku turun dan pergi kedapur menyalakan tungku untuk merebus air
Setelah matang aku segera menyeduh dua gelas teh dan meletakanya kesebuah nampan ditambah sepiring roti yang sudah kulapis dengan selai dan membawanya naik kekamar mendekati mas Nathan yang lagi asik dengan laptopnya
Kuletakan nampan tadi disamping laptopnya
" Mas minum dulu gih"
Kataku padanya.
" Iya sayang"
Jawabnya sambil menyeruput teh hangat dan mengambil sepotong roti
Akupun mengikutinya minum dan makan roti sambil melihat dia mengerjakan sesuatu dengan laptopnya hingga ia selesai dan mematikan kembali layar laptopnya itu.
akupun membantunya bersiap-siap pergi kelapangan seperti hari-hari kemaren
Setelah memasukan laptopnya kedalam tas mas Nathan pun berpamitan
" Sayang mas pergi dulu ya,
dedek baik-baik dirumah
kalau bosen bidadari mas
boleh jalan-jalan
berkunjung ketetangga
sekitar sini,
ini buat pegangan"
Kata mas Nathan sambil menyerahkan beberap lembar uang merah kepadaku.
Akupun menerimanya dan mencium tangan mas Nathan dibalasnya dengan sebuah kecupan
Setelah membuka pagar dan masuk kemobil
" Assalamualaikum"
Pamit mas Nathan mulai menjalankan mibil keluar pagar.
" Wa alaikumssalam"
Jawabku sambil mengikuti hingga mobil keluar pagar
Setelah mobil mas Nathan menghilang baru aku menutup pagar dan kembali kedalam rumah
__ADS_1