Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Dirumah baru


__ADS_3

Setelah kurang lebih dua jam perjalanan ahirnya kami pun sampai disebuah komplek perumahan


Mobil mas Nathan berhenti tepat didepan sebuah rumah minimalis bertingkat


Setelah membuka pagar mas Nathanpun memarkirkan mobilnya dipekarangan yang cukup luas menurutku.


" Sayang yok turun


kita sudah sampai"


Kata mas Nathan sambil membukakan pintu mobil mempersilahkanku turun dan mengajaku masuk kedalam rumah


Ahirnya kamipun masuk dan melihat-lihat keseluruh ruangan


Di dalam kamar hanya ada beberapa perabotan seperti lemari meja dan sebuah kasur gulung yang ter geletak disudut kamar


Di ruanģ makan cuma ada sebuah meja dan beberapa kursi


Begitu juga dengan dapur ada sebuah rak piring sederhana lengkap dengan beberapa buah piring mangkuk gelas sendok dan sebuah tungku beserta peralatan masak seadanya yang menurut mas Nathan cukup unik


" Sayang gimana rumah ini


menurut dedek, bidadarinya


mas ini suka tidak sama


suasana dan bentuk rumah ini?"


Tanya mas Nathan.


" Suka banget mas"


Jawabku.


" Ma'afin mas ya sayang


kalau rumahnya ini


terlalu kecil "


Kata mas Nathan lagi.


Kujawab hanya dengan senyuman,


kerna bagiku rumah ini cukup besar apalagi dibandingkan dengan gubuk kami dikampung jelas jauh banget perbeda'anya.


" Besok mas akan belikan


perabotanya dek,


gak papa ya untuk malam ini


kita tidur lesehan


pakai kasur gulung dulu sayang"


Kata mas Nathan lagi.


" Gak papa lah mas, sejak kecil


dedek sudah terbiasa tidur


pakai kasur kaya gitu"


Jawabku sambil tersenyum.


Ting tong


Tiba-tiba bel rumah ini berbunyi


" Sayang yok kita keluar"


Kata mas Nathan sambil menggandeng tanganku menuruni tangga menuju pintu


Setelah pintu dibuka


" Kukira kamu tak jadi kesini"


Kata mas Nathan pada orang tersebut


" Mana berani aku menolak


perintah bos yang galaknya


melebihi singa lagi sakit gigi"


Jawabnya sambil nyengir gak karuan.


" Gila kamu, masa


ganteng- ganteng kaya gini


kamu samakan dengan singa,


sakit gigi malah,


bener-bener


mau kukirim ke UGD rupanya!"


Kata mas Nathan melotot pada orang itu.


" Tu kan, belum apa-apa


sudah ditawarin UGD!


ini pesanan kamu tadi"


Katanya sambil menyudurkan bungkusan kearah kami


Setelah bungkusan tadi beralih tangan orang itupun berbalik hendak melangkah pergi


" Mau kemana kamu?"


Tanya mas Nathan


" Mau balik lah!

__ADS_1


Daripada dikirim ke UGD


mending aku pulang"


Jawab orang itu ketus.


" Tunggu!"


Kata mas Nathan lagi.


" Apalagi sih Jon?"


Tanya orang itu.


" Kamu tak boleh pulang


sebelum mengambilkan koperku


dibagasi dan membawanya


masuk kekamar kami"


Kata mas Nathan lagi.


Tanpa menjawab orang itupun segera menuju mobil dan membuka bagasi mengambil koper dan membawanya masuk langsung kedalam kamar yang ditunjukan mas Nathan sambil bersungut-sungut


" Sudah capek-capek carikan


makanan yang di mau,


Bukanya di ajak makan ini malah


disuruh angkatin koper segala,


dasar bos gak berahlak"


Gerutunya pelan.


" Kamu bilang aku apa tadi?"


Tanya mas Nathan sambil melotot kearah orang tersebut.


" Gak ngomong apa-apa"


Jawabnya singkat


" Bohong! Jelas-jelas tadi aku


dengar kamu bilang aku tak


berahlak"


Kata mas Nathan.


Melihat tingkah mas Nathan dan orang itu membuatku tersenyum geli.


Tiba-tiba


" Nyonya cantik hati-hati ya sama


dia diam-diam bisa menerkam tau"


Katanya sambil bergidik ngeri.


" Gila kamu! Memangnya


aku binatang buas apa"


Kata mas Nathan melotot padanya.


" Sayang jangan dengerin dia ya


anggap saja semua


kata-katanya tadi


bunyi kentut yang gak


sengaja lewat"


Kata mas Nathan lagi sambil melrik padanya.


" Sayang mas minta tolong


siapin makanan


buat kita bertiga ya,


kerna ini orang gak akan bisa


diam kalau mulutnya belum


disumpel"


Bisik mas Nathan lagi.


" Iya mas"


Jawabku.


Akupun bergegas turun kedapur untuk mengambil peralatan makan dan membawanya keruang makan


Setelah usai menata makanan dimeja akupun kembali keatas untuk menemui mas Nathan dan temanya itu


Dari kejauhan mereka berdua masih saja nampak bercanda.


" Mas makananya sudah siap"


Kataku padanya.


" Iya sayang"


Jawab mas Nathan.


" Tu dengar Jeb apakata


nyonyaku, daripada

__ADS_1


ngomel-ngomel gak jelas


kayak emak-emak mending


kita makan yok!"


Ajak mas Nathan kepada temanya itu sambil menggandengku turun menuju keruang makan


" Sebelum kita makn,


kenalin dulu ini namanya Jebri


dia asisten mas yang paling


rese sedunia sayang"


Kata mas Nathan memperkenalkan temanya itu padaku.


Iapun menyodorkan tanganya ingin menjabat tanganku namun ditepis mas Nathan


" Ih pelit banget"


Gerutunya.


Setelah duduk dikursi aku berdiri ingin menyendokan nasi kepiring mas Nathan tapi tiba-tiba


Mas jebri menyodorkan piringnya terlebih dahulu kepadaku


Namun takuhiraukan aku tetap menyendokanya kepiring mas Nathan setelah itu baru aku menyendokanya kepiring mas Jebri


Ahirnya kami bertigapun makan malam bersama


Setelah usai makan mas Jebripun berpamitan pulang


" Ahirnya"


Kata mas Nathan menggantung setelah mas Jebri sudah tak terlihat lagi.


" Ahirna apa mas?"


Tanyaku.


" Ahirnya si rese pergi juga sayang"


Jawab mas Nathan sambil tertawa kecil


setelah mengunci pintu mas Nathan mengajaku naik kekamar


Setelah sampai dikamar kamipun .......... hingga tertidur dengan pulas.


Tak terasa pagi menjelang terdengar suara adzan subuh berkumandang dari kejauhan sana


Akupun melepas pelukan mas Nathan yang membuat ia terbangun


Setelah ia lepas aku bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri dan wudhu


Setelahku keluar mas Nathan pun masuk kedalam kamar mandi


Usai berpakaian akupun menggelar sajadahnya


Tak berapa lama mas Nathan keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian


Setelah itu ia melangkah mendekatiku yang sudah siap dengan mukena


Ahirnya kamipun shalat subuh berjama'ah


Usai shalat dan berdo'a seperti biasa aku mencium punggung tanganya yang dibalas dengan sebuah kecupan hangat


Setelah meletakan sajadah kami berdua ke meja aku turun dan pergi kedapur menyalakan tungku untuk merebus air


Setelah matang aku segera menyeduh dua gelas teh dan meletakanya kesebuah nampan ditambah sepiring roti yang sudah kulapis dengan selai dan membawanya naik kekamar mendekati mas Nathan yang lagi asik dengan laptopnya


Kuletakan nampan tadi disamping laptopnya


" Mas minum dulu gih"


Kataku padanya.


" Iya sayang"


Jawabnya sambil menyeruput teh hangat dan mengambil sepotong roti


Akupun mengikutinya minum dan makan roti sambil melihat dia mengerjakan sesuatu dengan laptopnya hingga ia selesai dan mematikan kembali layar laptopnya itu.


akupun membantunya bersiap-siap pergi kelapangan seperti hari-hari kemaren


Setelah memasukan laptopnya kedalam tas mas Nathan pun berpamitan


" Sayang mas pergi dulu ya,


dedek baik-baik dirumah


kalau bosen bidadari mas


boleh jalan-jalan


berkunjung ketetangga


sekitar sini,


ini buat pegangan"


Kata mas Nathan sambil menyerahkan beberap lembar uang merah kepadaku.


Akupun menerimanya dan mencium tangan mas Nathan dibalasnya dengan sebuah kecupan


Setelah membuka pagar dan masuk kemobil


" Assalamualaikum"


Pamit mas Nathan mulai menjalankan mibil keluar pagar.


" Wa alaikumssalam"


Jawabku sambil mengikuti hingga mobil keluar pagar


Setelah mobil mas Nathan menghilang baru aku menutup pagar dan kembali kedalam rumah

__ADS_1


__ADS_2