
" Kami mengerti perasa'an ibu, jujur kami tak bermaksud memisahkan ibu dengan Dian, justru sebaliknya kami ingin ibu ikut tinggal bersama kami untuk sama-sama membesarkan Dian dan calon anak-anak kami nantinya bu"
Kata mas Nathan menjelaskan
" Apakah kalian menginginkan ibu bekerja jadi ART dirumah kalian ?"
Tanya beliau
" Tidak bu"
Jawabkami serempak
" Bukan begitu bu maksud kami, bersediakah ibu menjadi orang tua ku dan selalu ada buat kami anak cucu ibu?"
Ahirnya akupun ikut bicara
" Tentu saja ibu bersedia nak tapi so'al adopsi bolehkah ibu minta waktu untuk berpikir nak?"
Tanya beliau lagi
" Tentu saja bu, kami akan menunggu apapun keputusan ibu nanti"
Jawab mas Nathan
" Terima kasih nak"
Kata beliau
" Sama-sama bu, justru kami yang seharusnya berterima kasih kerna ibu mau menerima kehadiran kami disini dan bersedia jadi orang tua angkat bagi istri saya ini"
Jawab mas Nathan
__ADS_1
Ahirnya kamipun setuju untuk memberi waktu beberapa hari buat nenek Dian berpikir
Dilain tempat Enny sudah kembali kekediaman Mami Rossa
" Ini Mi uangnya"
Kata Enny menyerahkan amplop berwarna coklat ke mami.
" Bagus En mami senang sekali punya anak seperti kamu yang selalu aktif mencari pelanggan"
Kata mami memuji Enny didepan teman-temanya sambil memeriksa jumlah uang tersebut
" Ini bagian kamu sayang"
Kata mami sambil menyerahkan dua lembar uang berwarna merah ke Enny
" Gak usah mi! Itung-itung nutupin yang kurang"
" Terima kasih sayang"
Kata mami
" Mi aku mau kekamar dulu ya mau rehat bentar"
Pamit Enny
" Iya sayang, met rehat ya"
Jawab mami
Enny pun berlalu meninggalkan si mami
__ADS_1
" Tuh liat si Enny selain cantik dia juga pandai menarik hati para pelangganya sehingga ketagihan,
kalian seharusnya mencontohnya, dan ingat jangan coba-coba kabur dari sini seperti Sopia dan tiga temanya yang bodoh itu kalau sampai diantara kalian ada yang berani maka nasib kalian akan sama denganya, mengerti!"
Terdengar suara mami begitu lantang sampai kekamar Enny
dia memberi peringatan pada teman-teman Enny untuk tidak melarikan diri seperti empat teman mereka yang salah satunya sudah tertangkap dan mendapat hukuman mati dari mami
" Kamu salah nenek sihir!
kalau mengira aku bakalan menuruti semua perintahmu,
aku tak sebodoh itu,
sekarang kamu boleh berteriak dan memeras kami semaumu,
tapi tak lama lagi kamu pasti akan mendapat balasan yang setimpal dengan perbuatanmu,
aku sengaja memberikan semua uang itu padamu agar kamu percaya dan takan lagi diam-diam
membuntutiku, agar aku bisa bebas mengumpulkan bukti-bukti
semua kejahatanmu beserta anak buah dan dokter yang telah mengambil organ ka Sopia beberapa hari yang lalu
kalau semua sudah terkumpul maka bersiap-siaplah kalian akan ku kirim kepenjara untuk mempertanggung jawabkan semuanya"
Batin Enny
Kerna dia melihat dengan matakepala sendiri bagaimana tubuh Sopia menggelepar-gelepar menahan sakit dan perihnya ketika jantungnya diambil secara paksa dan tak berenti hanya disitu mereka juga mengambil kedua bola mata beserta ginjalnya hingga nyawanya pergi melayang jauh
Mereka tertawa lepas setelah mendapatkan yang mereka inginkan dan melangkah pergi meninggalkan jasad yang terkoyak dan penuh dengan darah segar diseluh tubuhnya
__ADS_1
Enny yang sedari awal membututi mereka yang membawa Sopia kesebuah bangunan tua ia bersembunyi disalah satu sudut ruangan yang cukup gelap menyaksikan semua dan sudah merekamnya secara diam-diam kejadian yang sangat mengerikan itu diHpnya.