
Tak berapa lama
Ting tong
Bel berbunyi
akupun bergegas membuka pintu .
" Bidadariku sudah siap kan?
Yok kita berangkat"
Kata mas Nathan.
Setelah menutup pintu kami turun keluar menuju parkiran mas Nathan membukakan pintu mobil buatku setelah aku masuk dan menutupnya kembali kami pun segera berangkat jalan-jalan mengitari kota B.
Ditengah perjalanan
" Sayang kita mampir ke mesjid
dulu ya buat shalat magrib"
Kata mas Nathan tiba-tiba.
" Iya mas"
Jawabku.
Ahirnya kami sampai disebuah mesjid yang cukup megah setelah memarkirkan mobil kamipun turun dan berbaur dengan para jama'ah
usai shalat magrib kami tak segera berangkat melainkan ikut mendengarkan pengajian yang diadakan dimesjid ini
Temanya tentang berumah.
" Nak itu suaminya ya?"
Tanya seorang ibu tiba-tiba.
" Iya bu"
Jawabku ramah.
" Gagah dan ganteng banget
wajar ja istrinya juga cantik"
Kata yang lain menimpali
" Ah ibu-ibu bisa aja"
Jawabku sambil tersenyum.
Ahirnya pengajianpun selesai
Dilanjutkan dengan shalat isya berjama'ah
Usai shalat sebelum bubar kami semua saling berjabat tangan.
" Nak mampir kerumah yok!
Rumahnya gak jauh kok dari sini"
Ajak ibu-ibu tersebut.
__ADS_1
" Iya bu ln shaa Allah
lain waktu kami kesini
lagi dan mampir kerumah kalian"
Jawab mas Nathan ramah
Tanpa ku sadari rupanya mas Nathan sudah berada dibelakangku sedari kami keluar dari mesjid tadi.
" Sayang yok kita berangkat"
Kata mas Nathan mengajaku masuk ke mobil
" Iya mas"
Jawabku.
" Yok ibu-ibu kami duluan ya,
assalamualaikum!"
Pamit kami
" Wa alaikumssalam"
Jawab mereka.
Setelah itu mas Nathan pun mulai menyetir dengan pelan
Setelah cukup jauh barulah mas Nathan melajukan jalan mobilnya.
Setelah cukup lama berkeliling ahirnya kami singgah disebuah rumah makan sederhana
Dan yang cewek juga aku kenal, dia adalah Susi teman sebangkuku dulu sewaktu SMP dikampung.
" Mulai kapan mereka pacaran,
apa sudah sejak dulu?"
Tanya hatiku.
Kerna seingatku ka Rayhan selain denganku ia dekat juga dengan teman sekaligus sahabatku itu
Setelah tamat SMP Susi melanjutkan pendidikanya kekota menyusul ka Rayhan yang sudah dua tahun di AKMI
" Atau baru setelah mereka
sama-sama dikota,
apakah tante Jainab sudah tau
tapi kenapa beliau ingin
menjodohkanku denganya?"
Tanya hatiku lagi.
Melihat mereka berdua bermesra'an tak sedikitpun membuat hatiku sedih
Kalau dulu aku melihat mereka seperti ini mungkin hatiku akan hancur berkeping-keping kerna ka Rayhan adalah cinta monyetku,
Tapi beda dengan sekarang dia sudah digeser jauh oleh mas Nathan suami sementaraku ini
__ADS_1
Sehingga tak sedikitpun tersisa rasa untuk ka Rayhan.
" Sayang, bidadarinya
mas kenapa sih?
dari tadi nasinya kok
cuma diaduk-aduk sayang"
Kata mas Nathan menyadarkanku.
" Gak papa mas"
Jawabku sambil menyuap makanan kemulut.
" apa bidadarinya mas
mengenal mereka sayang?
Sedari tadi mas perhatikan
dedek menatap kearah mereka"
Tanya mas Nathan lagi.
" Gak mas"
Jawabku singka
" Atau dedek maunya kita
seperti mereka?"
Kata mas Nathan sambil tersenyum jahil.
" Iih mas, malu tau"
Jawabku lagi sambil mencubit lenganya.
" Aduh! Entar malam pasti
mas balas"
Katanya sambil mengaduh.
" Balas aja"
Jawabku sambil tersenyum.
Usai makan mas Nathan beranjak kemeja kasir
Setelah melakukan pembayaran kamipun kembali kemobil dan mutar-mutar melihat-lihat pemandangan kota di malam minggu,
Hingga tak terasa hari sudah larut malam
Ahirnya kamipun kembali kehotel
Setelah sampai dikamar mas Nathan
masih sempat meberiku nafkah batin
Baru setelah itu kami tertidur dengan pulasnya.
__ADS_1