
Setelah cukup lama mutar-mutar gak karuan ahirnya mobil berhenti tepat didepa rumah nenek Dian
" Kenapa kita kesini mas"
Tanyaku ke mas Jebri
. " Jon yang memintaku
mengantarkan nyonya kesini
katanya kita disuruh menunggunya
disini"
Jawab mas Jebri sambil membuka kan pintu
Sebelum keluar aku melepas topi dan maskee setelah itu barulah aku turun dari mobil dan melangkah memasuki pekarangan
" Nyinyiiii, mama Dian atang"
Tiba-tiba terdengar teriakan anak itu dan taklama
" Mamaaaa"
Teriak Dian sambil berlari kearahku
Akupun segera berjonkok dan mengendongnya
" Ma, cu "
Tunjuk Dian kearah mas Jebri yan berdiri takjauh dariku
" Oh, ini temanya papanya
Dian sayang, namanya om Jeb"
Jawabku memperkenalkan mas Jebri pada Dian
" Halo Dian"
Sapa mas jebri
" Hayo uga om"
Jawab Dian
" Ayo mari masuk nak!"
Kata nenk Dian sambil keluar
" Assalamualaikum"
Salam kami berbarengan
" Wa alaikumssalam"
Jawab nenek Dian
Kamipun ahirnya masuk dan duduk di kursi
" Mana suamimu nak?"
Tanya nenek Dian padaku sambil menatap kearah mas Jebri
" Bentar lagi mas Nathan
bakal nyusul bu,
dan kenalkan ini
temanya mas Nathan bu"
Jawabku sambil memperkenalkan mas Jebri
" Kenalkan namaku Jebri tante"
__ADS_1
Kata mas Jebri sambil mengulurkan tanganya
" Iya, nak"
Jawab nenek Dian sambil menerima uluran tanganya
Mas Jebripun segera mencium tangan beliau dengan ta jimnya
" " Ma, papa Dian manya?"
Tanya Dian yang berada dalam pangkuanku tiba-tiba
" Bentar lagi papa datang sayang"
Jawabku sambil mengelus kepala dan menciumnya
" Sebenarnya ada apa nak?
Kalian tiba-tiba datang kesini
tanpa kasih kabar ibu dulu?"
Tanya nenek Dian kepada kami
" Biar mas Nathan saja nanti
yang memberitau bu,
kerna dia yang meminta
kami kesini"
Jawabku
Tak berapa lama mas Nathanpun tiba
dengan membawa bungkusan ditanganya
" Assalamualaikum!"
Salamnya kepada kami sebelum melangkah masuk
" Wa alaikumssalam"
Mas Nathanpun masuk dan menyerahkan bungkusan tersebut ke neneknya Dian
" duh tak usah repot-repot nak"
Kata nenek Dian sambil menerima bungkusan dari mas Nathan
" Ga repot kok bu,
cuma cemilan doang"
Jawab mas Nathan sambil duduk disampingku
" Kalian duduk aja dulu
ibu mau kedalam bentar"
Kata nenek Dian sambil bangkit dan melangkah kedalam
Tak berapa lama beliaupun kembali dengan nampan berisi empat gelas teh hangat dan cemilan
Setelah meletakanya beliaupun duduk dengan kami
" Mari diminum nak"
Kata beliau
" Terima kasih bu"
Jawab kami
" Sebenarnya ada kabar apa nak
__ADS_1
sehingga kalian bertiga
siang-siang begini
datang kesini
tanpa mengabari ibu
terlebih dahulu?"
Tanya beliau
" Sebelumnya kami mohon ma'af
yang sedalam-dalamnya
kalau sekiranya kata-kata kami
ataupun keinginan kami ini
menyinggung perasa'an ibu
kerna sejujurnya tak ada niat
sedikitpun dari kami ingin
membuat ibu tersinggung
apalagi sampai sakit hati
terhadap kami"
Kata mas Nathan memulai percakapan
" Katakan saja nak,
kalau ada yang mengganjal
in shaa Allah ibu bisa mengerti"
Jawab beliau
" Terima kasih sebelumnya bu,
begini kami kesini memang ada
niat yang ingin kami sampaikan
pada ibu sebenarnya
kami berniat ingin mengadopsi
Dian itupun kalau ibu bersedia"
Jawab mas Nathan
" Apa nak, kalian ingin
mengadopsi cucuku?"
Kata beliau tiba-tiba terkejut mendengar penuturan dari mas Nathan barusan
" Iya bu"
Jawab mas Nathan
" Bukan kah kalian sudah tau
kalau cuma Dian keluarga ibu
satu-satunya kalau
dia kalian adopsi
maka ibu tak punya siapa-siapa
__ADS_1
lagi nak"
Jawab beliau dengan mata berkaca-kaca.