Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Mengadopsi Dian


__ADS_3

Setelah cukup lama mutar-mutar gak karuan ahirnya mobil berhenti tepat didepa rumah nenek Dian


" Kenapa kita kesini mas"


Tanyaku ke mas Jebri


. " Jon yang memintaku


mengantarkan nyonya kesini


katanya kita disuruh menunggunya


disini"


Jawab mas Jebri sambil membuka kan pintu


Sebelum keluar aku melepas topi dan maskee setelah itu barulah aku turun dari mobil dan melangkah memasuki pekarangan


" Nyinyiiii, mama Dian atang"


Tiba-tiba terdengar teriakan anak itu dan taklama


" Mamaaaa"


Teriak Dian sambil berlari kearahku


Akupun segera berjonkok dan mengendongnya


" Ma, cu "


Tunjuk Dian kearah mas Jebri yan berdiri takjauh dariku


" Oh, ini temanya papanya


Dian sayang, namanya om Jeb"


Jawabku memperkenalkan mas Jebri pada Dian


" Halo Dian"


Sapa mas jebri


" Hayo uga om"


Jawab Dian


" Ayo mari masuk nak!"


Kata nenk Dian sambil keluar


" Assalamualaikum"


Salam kami berbarengan


" Wa alaikumssalam"


Jawab nenek Dian


Kamipun ahirnya masuk dan duduk di kursi


" Mana suamimu nak?"


Tanya nenek Dian padaku sambil menatap kearah mas Jebri


" Bentar lagi mas Nathan


bakal nyusul bu,


dan kenalkan ini


temanya mas Nathan bu"


Jawabku sambil memperkenalkan mas Jebri


" Kenalkan namaku Jebri tante"

__ADS_1


Kata mas Jebri sambil mengulurkan tanganya


" Iya, nak"


Jawab nenek Dian sambil menerima uluran tanganya


Mas Jebripun segera mencium tangan beliau dengan ta jimnya


" " Ma, papa Dian manya?"


Tanya Dian yang berada dalam pangkuanku tiba-tiba


" Bentar lagi papa datang sayang"


Jawabku sambil mengelus kepala dan menciumnya


" Sebenarnya ada apa nak?


Kalian tiba-tiba datang kesini


tanpa kasih kabar ibu dulu?"


Tanya nenek Dian kepada kami


" Biar mas Nathan saja nanti


yang memberitau bu,


kerna dia yang meminta


kami kesini"


Jawabku


Tak berapa lama mas Nathanpun tiba


dengan membawa bungkusan ditanganya


" Assalamualaikum!"


Salamnya kepada kami sebelum melangkah masuk


" Wa alaikumssalam"


Mas Nathanpun masuk dan menyerahkan bungkusan tersebut ke neneknya Dian


" duh tak usah repot-repot nak"


Kata nenek Dian sambil menerima bungkusan dari mas Nathan


" Ga repot kok bu,


cuma cemilan doang"


Jawab mas Nathan sambil duduk disampingku


" Kalian duduk aja dulu


ibu mau kedalam bentar"


Kata nenek Dian sambil bangkit dan melangkah kedalam


Tak berapa lama beliaupun kembali dengan nampan berisi empat gelas teh hangat dan cemilan


Setelah meletakanya beliaupun duduk dengan kami


" Mari diminum nak"


Kata beliau


" Terima kasih bu"


Jawab kami


" Sebenarnya ada kabar apa nak

__ADS_1


sehingga kalian bertiga


siang-siang begini


datang kesini


tanpa mengabari ibu


terlebih dahulu?"


Tanya beliau


" Sebelumnya kami mohon ma'af


yang sedalam-dalamnya


kalau sekiranya kata-kata kami


ataupun keinginan kami ini


menyinggung perasa'an ibu


kerna sejujurnya tak ada niat


sedikitpun dari kami ingin


membuat ibu tersinggung


apalagi sampai sakit hati


terhadap kami"


Kata mas Nathan memulai percakapan


" Katakan saja nak,


kalau ada yang mengganjal


in shaa Allah ibu bisa mengerti"


Jawab beliau


" Terima kasih sebelumnya bu,


begini kami kesini memang ada


niat yang ingin kami sampaikan


pada ibu sebenarnya


kami berniat ingin mengadopsi


Dian itupun kalau ibu bersedia"


Jawab mas Nathan


" Apa nak, kalian ingin


mengadopsi cucuku?"


Kata beliau tiba-tiba terkejut mendengar penuturan dari mas Nathan barusan


" Iya bu"


Jawab mas Nathan


" Bukan kah kalian sudah tau


kalau cuma Dian keluarga ibu


satu-satunya kalau


dia kalian adopsi


maka ibu tak punya siapa-siapa

__ADS_1


lagi nak"


Jawab beliau dengan mata berkaca-kaca.


__ADS_2