
Setelah menyapu dan pel seluruh ruangan akupun mencuci baju dan menjemurnya di tempat yang sudah tersedia buat jemuran
Setelah semuanya selesai kerna merasa tak ada lagi yang kukerjakan ahirnya aku duduk santai di teras melihat-lihat orang yang hilir mudik didepan sana
Saaayuuur-saaayuuur
" Saayuuur!"
Teriak tetangga diseberang rumah kami
Abang sayurpun berhenti tepat didepan pagarku dan para tetangga pun satu persatu datang memilih-milih sayuran
Melihat itu akupun masuk kedalam dan mengambil selembar uang pemberian mas Nathan tadi
Dan bergegas kembali keluar
Akupun melangkah menuju pagar
Dari kejauhan ku dengar mereka bergosip.
" Rumah ini ahirnya laku juga ya"
" Alhamdulillah dah laku dan
ada yang menempati
jadi kami tak lagi merasa
ketakutan"
" Bener bangat yang kamu kata
itu Tin, aku aja yang kadang
gak sengaja lewat sering kali
mendengarnya"
" Sudah-sudah, tu orangnya datang!
Jangan sampai gara-gara
omongan kita dia pindah dari sini
kan kita juga yang rugi"
Kata seorang ibu ketikaku sudah dekat dan ingin membuka pagar.
" Siang "
Sapaku
" Siang jua mba"
Jawab mereka ramah
" Mau beli sayur jua mba?"
Tanya si abang sayur padaku.
" Ya iyalah beli sayur, ebang ini
ada-ada aja "
Jawab seorang ibu.
" Iya bang aku mau beli
buncis sama sawi kol
seledri daun bawang
dan tahu serta tempe
adakan bang?"
Tanyaku sambil ikutan memilih-milih sayur
" Ada mba, silahkan pilih,
oh iya, mba
baru pindahan ya?"
Tanya abang sayur
" Iya bang , baru mulai tadi malam"
Jawabku
" Emang mba bakalan tinggal
disini berapa orang?"
Tanya ibu-ibu
" Cuma berdua sama suami mba"
Jawabku
" Penganten baru rupanya"
Tanya mereka.
Kujawab hanya dengan senyuman
" Kalau mba ada waktu senggang
mba bisa mampir kerumah,
kita bisa kumpul-kumpul
ngeteh bareng atau
masak-masak bareng"
Kata ibu yang rumahnya berseberangan dengan rumahkami.
" Iya mba, biar tambah rame"
Timpal yang lain.
" Iya mba, terima kasih"
Jawabku pada mereka.
" Ohya mba
kalau saya mau kewarung,
disini dimana ya?"
Tanyaku pada mereka.
" Oh warung, disitu mba!
kalau dari rumah mba kearah kiri
cuma terhalang lima buah rumah
termasuk rumah saya,
abistu mba belok ke kanan
__ADS_1
nah disitu ada mba,
disini orang-orang bilang
warung Udi mba,
kalau mba mau kewarung
sekalian mampir kerumah,
pintu rumah saya selalu terbuka
kok buat mba"
Jawab ibu yang berbaju kuning garis-garis.
" Terima kasih infonya mba,
in shaa Allah kalau ada waktu
saya bakalan mampir
ketempat mba"
Jawabku.
" Berapa bang semuanya"
Tanyaku pada abang sayur.
" Buncis tiga ribu
sawi seribu lima ratus
kol lima ribu
seledri dua ribu limaratus
daun bawang dua tiga ribu
tahu lima ribu serta
tempe tujug ribu mba"
Jawabnya sambil memasukan belanja'anku tadi kedalam kantung kresek.
" Bang uangnya"
Kataku sambil menyerahkan selembar uang merah.
" Waduh mba,
saya tak ada kembalianya,
ada yang kecil gak?"
Tanya si abang.
" Gak ada bang"
Jawabku.
" Saya ada kok,
mau tukaran sama saya mba?"
Tanyanya padaku sambil melangkah keseberang jalan memasuki rumahnya
Takberapa lama iapun kembali dengan uang yang ia janjikan tadi
kamipun ahirnya tukaran uang
Setelah itu acara tukar beli sayurpun usai dan kamipun bubar kembali kerumah masing-masing
Setelah meletakan sayuran dimeja akupun berangkat menuju warung yang ditunjukan ibu-ibu tadi
Setelah membeli minyak goreng mie instan telur tepung kecap saos dan bumbu dapur serta cemilan
Dan mulai memotong sayuran
Rencananya aku mau bikin martabak sayur buat makan siang kami nanti
Semoga saja mas Nathan suka
Ketika sedang asik memasak tiba-tiba
prang
Seperti ada yang melempar kaca dengan batu
Akupun buru-buru melihatnya namun tak terjadi apa-apa
Setelah itu akupun kembali sibuk memasak didapur
Ting tong
Tiba-tiba bel berbunyi
Akupun segera melangkah menuju pintu dan membukakanya
Ternyata mas Nathan sudah berdiri didepan pintu
Mungkin kerna keasikan memasak hingga tak mendengar suara mobilnya
" Assalamualaikum Sayang"
Sapa mas Nathan padaku.
" Wa alaikumssalam mas"
Jawabku sambil meraih dan mencium punggung tanganya dan dibalas dengan kecupan.
Selagi mas Nathan membersihkan diri setelah menyiapkan pakaianya
Aku kembali kedapur meneruskan masak
Setelah semua matang aku segera membawanya keruang maksn dan menata semuanya dimeja makan
Setelah selesai akupun segera memanggil mas Nathan kekamar
Untuk mengajaknya makan siang bersama
" Mas yok kita makan"
Kataku setelah dekat denganya
" Ayok sayang"
Jawab mas Nathan sambil menggandeng tanganku
Kamipun turun dan menuju keruang makan
" Wah rupanya ada martabak,
apa bidadari mas yang bikin?"
Tanya mas Nathan.
" Iya mas, tadi didepan ada
abang-abang sayur lewat
dan tetangga kita
yang diseberang sana
memanggilnya hingga
para ibu-ibu disini datang dan
__ADS_1
membelinya jadi dedek juga
kepingin ikutan beli mas"
Jawabku
" Alhamdulillah kalau mas suka"
Kataku lagi.
" Tentu saja mas suka sayang,
suka banget malah,
ini enak banget persis bikinan
alm nenek,
semenjak beliau meninggal
mas tak pernah lagi memakan
martabak se enak ini,
walau sering mas kangen
dan membelinya namun tak ada
yang bisa menandingi enaknya
bikinan beliau baru bikinan
dedek ini yang mas rasa persis
banget"
Jawab mas Nathan sambil mencocolkan martabak kesaos dan memakanya dengan lahap.
Setelah makan baru kami melaksanakan shalat zuhur berjama'ah
Seusai shalat dan berdo'a seperti biasa aku mencium punggung tanganya dan dibalas sebuah kecupan hangat.
" Sayang, dedek capek gak hari ini?"
Tanya mas Nathan padaku.
" Gak mas, emang kenapa?"
Tanyaku balik.
" Gak papa sayang,
mas cuma pingin ngajak
bidadarinya mas jalan-jalan
aja kok, mau gak dedek nemani
mas jalan-jalan?"
Jawabnya.
" Tentu aja mas, dedek mau"
Jawabku.
" Kalau gitu yok siap-siap
kita berangkat sekarang"
Kata mas Nathan.
Setelah bersiap-siap kamipun keluar dan masuk kedalam mobil setelah keluar pagar mas Nathanpun keluar dan menutupnya.
Tiba-tiba tetangga diseberang datang mendekat
" Mau kemana"
Sapanya berbasa basi.
" Mau jalan-jalan mba, mari"
Jawab mas Nathan ramah sambil kembali masuk kedalam mobil dan menjalankanya pelan
Setelah cukup jauh mobilpun berjalan normal melewati rumah-rumah penduduk hingga sampai kejalan raya mobil pun melaju
Setelah cukup lama ahirnya kami sampai disebuah taman hiburan disana kulihat banyak sekali pasangan muda mudi bahkan ada juga yang membawa bayi dan anak kecil
mereka terlihat sangat bahagia.
Rasa iri dihati ini tiba-tiba saja muncul.
" Andai saja pernikahanku
dan mas Nathan ini
bukan pernikahan sementara
pastilah aku juga akan
sebahagia mereka"
Kata hatiku.
" Dek yok kita duduk disana"
Ajak mas Nathan mengagetkanku.
Ahirnya kamipun duduk dibangku taman dekat penjual es krim dan balon
Mas Nathan membeli dua es krim coklat buat kami
Ketika sedang asik menikmatinya sambil sesekali bercanda tiba-tiba seorang anak laki-laki kira-kira berumur tiga tahunan mendekati kami
" Mama Papa ta es cem"
Katanya.
" Dedek cakep mau es krim ya?"
Tanyaku.
Yang dijawabnya dengan anggukan
" Dedek maunya es krim
yang mana"
Tanya mas Nathan pada anak itu.
" Dian mau colat meyun pa"
Jawabnya
"Bukan miongkan?"
Tanya mas Nathan sambil tertawa geli.
" Bucan pa"
Jawabnya lagi sambil cemberut.
Mas Nathanpun bangkit dan membelikan dua es krim sekaligus
Satu rasa coklat dan satunya lagi rasa melon dan menyerahkanya pada anak tersebut
Anak itu nampak bahagia sekali menerima es dari tangan mas Nathan
" Kacih pa"
__ADS_1
Katanya.