Menantu Terbaik

Menantu Terbaik
Pria Dari Masa Lalu


__ADS_3

Beberapa tahun yang lalu…


Seorang lelaki berwajah tampan menatap gadis di hadapannya. Seikat bunga mawar merah telah ia berikan kepada gadis itu sambil menyatakan perasaannya. Ini adalah yang kesekian kalinya ia mengutarakan perasaannya pada Sonya.


Dengan tatapan penuh cinta ia kembali bertanya pada Sonya, “Sonya, aku benar-benar mencintaimu. Tak bisakah kau memberiku kesempatan sedikit saja?”


“Ayolah Alex, sudah berulang kali aku katakan. Aku tak bisa. Aku hanya bisa menganggapmu sebagai temanku. Tidak lebih.” Jawab Sonya dengan putus asa.


Tidak, aku tidak akan mengalah kali ini. Batin Alex.


“Dengarkan aku Alex, aku tidak bisa menerimamu karena memang aku tak memiliki perasaan itu. Meskipun kau memaksaku hingga ribuan kali, jika aku tidak memiliki perasaan itu semua akan sama saja. Percuma.”


“Apa yang laki-laki lain miliki dan tidak aku miliki, Sonya?” Alex bersikeras kali ini.


“Bukan masalah apa yang kau punya dan apa yang tidak kau punya Alex. Ini masalah hati, masalah perasaan. Jika aku tak pernah menganggapmu lebih dari sekedar teman, bagaimana bisa aku menjalin hubungan sebagai kekasihmu?” suara Sonya mulai meninggi.


“Itu karena kau tidak pernah membuka hatimu untukku Sonya,” Alex benar-benar mendesak kali ini.


“Sudahlah Alex, percakapan ini hanya akan membuat kita saling menyakiti. Aku tak ingin hal itu terjadi. Karena aku masih ingin berteman denganmu,” Sonya mencoba untuk membujuk Alex.


“Dengarkan aku baik-baik Sonya, kau tidak bisa memaksaku untuk menyerah begitu saja. Karena sampai kapan pun aku akan tetap mencintaimu.” Alex bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Sonya seorang diri.


Aku akan pergi mengejar mimpiku, sejenak Sonya. Setelah itu aku akan langsung kembali dan mengejar cintamu lagi. Tunggu aku pulang. Batin Alex.

__ADS_1


Hingga beberapa hari yang lalu saat ia baru saja tiba di Tanah Air, seorang teman lama menghubunginya. “Alex, kau sudah dengar Sonya telah menikah?” tanya seseorang di seberang sana.


Alex terdiam cukup lama. Jika buat orang lain pertanyaan itu begitu sepele dan sederhana namun bagi Alex, pertanyaan itu begitu menohok dan membuat hatinya tercubit. Sonya, gadis cantik impiannya selama ini, bahkan ia rela pergi ke Luar Negeri demi mengais rezeki hanya untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan demi menarik hati Sonya.


“Alex, apa kau masih di sana?” tanya di seberang sana.


“Iya, aku masih di sini. Tidak ... aku tidak tahu jika Sonya sudah menikah. Siapa yang menjadi suaminya?” jawab Alex.


“Jika kau mendengarnya kau tidak akan percaya Alex. Suaminya hanya seorang pria biasa yang bahkan tidak memiliki apa-apa. Profesinya bahkan jauh di bawah Sonya. Ia hanya seorang perawat biasa dan rendahan,” kata temannya.


“Apa kau bilang? Tidak mungkin Sonya mau menikah dengan pria seperti itu. Aku sangat mengenal keluarga mereka. Mereka begitu gila akan kehormatan dan nama baik, jadi mana mungkin Sonya menikah dengan seorang pria rendahan?” Alex bahkan tertawa hanya dengan memikirkan hal tersebut.


“Terserah jika kau tak percaya Alex. Tapi aku berkata yang sebenarnya. Jika kau mau bukti, kau bisa datang besok diacara reuni kampus kita,” temannya memberikan usul.


Namun tetap saja, di mata Alex, kekayaan adalah segalanya.


(Baiklah, kali ini aku pasti bisa mendapatkan hati Sonya. Dia pasti bisa membedakan mana berlian dan mana batu kerikil bukan? Apalagi jika dilihat suaminya itu memang bukanlah dari kalangan orang terpandang. Jelas ia tak bisa mengalahkanku), batin Alex.


Saat Alex sedang sibuk menilai penampilan Chandra, seorang wanita berjalan menghampiri mereka dan mengajak Sonya berpelukan. Ia adalah Yunita Pertiwi. Teman sekaligus sekutu Alex untuk mendapatkan hati Sonya kali ini.


“Hai Sonya, kau terlihat sangat cantik malam ini. Benar-benar memukau,” ucap Yunita basa-basi.


Sonya dengan senang hati membalas pelukan hangat Yunita dengan senang hati, “Kau terlalu berlebihan Yunita. Aku selalu kalah cantik darimu sejak dulu.”

__ADS_1


“Tidak Sonya, kaulah yang tercantik di antara kami dari dulu sampai sekarang. Bahkan seorang Alex pun tak pernah berhenti mengejarmu. Benarkan Alex?” jawaban Yunita jelas terdengar memancing emosi dan rasa penasaran dari berbagai pihak terutama Chandra.


“Bagaimana mungkin bisa begitu? Aku sudah menikah, jadi aku sudah menjadi milik orang lain. Baik di mata hukum maupun di hadapan Tuhan.” Sonya terdengar sedikit mengingatkan di mana posisi Alex sekarang. Jika dulu saja tidak pernah terjadi, apalagi sekarang.


Mendengar ucapan Sonya, Chandra sedikit lega karena ternyata Sonya mengakuinya secara langsung di hadapan teman-temannya. Namun, belum lama Chandra merasa bahagia karena ucapan Sonya, Alex kembali melanjutkan ucapannya.


“Kau mungkin sudah menikah Sonya, tapi aku tak masalah. Aku akan tetap berusaha mendapatkan cintamu, meski itu berarti harus melawan suamimu,” Alex berkata dengan sombongnya.


Wajah Chandra langsung terlihat kaku. Ia jelas tidak menyukai perkataan Alex. Meskipun selama ini ia diperlakukan dengan kasar namun, jika melihat perubahan sikap Sonya belakangan ini, Chandra yakin Sonya pasti juga mencintainya sekarang.


“Kau pasti Chandra Juandi suami Sonya ya? Senang bisa bertemu langsung denganmu. Perkenalkan, aku Alex Purwanto. Teman Sonya sejak dulu, sekaligus sainganmu mulai detik ini,” Alex menyodorkan tangannya pada Chandra, mengajak bersalaman.


(Kita lihat, seberapa kuat genggaman tanganmu pria lemah! Ini adalah permulaan dari semua mimpi buruk yang menimpamu. Karena kau telah berani menikahi Sonya-Ku. Kau tidak pantas bersanding dengannya, hanya aku yang pantas), batin Alex.


Di luar dugaan, Chandra menyambut jabatan tangan Alex dengan mantap. Jika awalnya Alex berniat mempermalukan Chandra dengan genggaman tangannya yang kuat, justru kali ini ia keliru. Genggaman tangan Chandra justru jauh lebih kuat dibandingkan dirinya. Tangan Alex langsung terasa bagaikan remuk hingga ke tulang-tulangnya. Bahkan kedua kakinya terasa lemas seketika, bulir keringat terlihat jelas dikeningnya karena ia menahan sakit yang teramat sangat.


Yunita yang melihat Alex tengah kesakitan akhirnya berusaha menolong Alex untuk keluar dari situasi yang terlihat sangat memalukan itu. “Alex, Sonya, ayo lebih baik kita segera duduk dan memesan makanan. Perutku sudah mulai terasa lapar.”


Mendengar ucapan Yunita, dengan perlahan Chandra melepaskan genggaman tangannya lebih dulu sambil tersenyum hangat namun penuh arti ke arah Alex. Senyum Chandra seolah mengingatkan Alex untuk tidak berbuat lebih jauh terhadap Sonya ataupun dirinya.


\=\=\=\=\=\=


Pasti banyak yang bertanya kok ABM gak up tapi novel ini up ya mblo? semua akan saya jelaskan di bab baru ABM yang akan up diawal bulan (kalo masih nungguin sih wkwkwkwk)

__ADS_1


__ADS_2