Menantu Terbaik

Menantu Terbaik
Kekalahan Yang Sempurna


__ADS_3

“Bagaimana bisa kartuku tidak mencukupi limit total tagihan? Kau pikir kartuku ini kartu biasa?” Alex terdengar berapi-api demi menutupi rasa malunya.


“Maaf Tuan, tapi itulah yang sebenarnya terjadi. Total tagihan sebesar satu milyar rupiah, sedangkan kartu limit Anda hanya sebesar tujuh puluh lima juta rupiah.” Pramusaji itu menjelaskan.


“Satu Milyar rupiah? Apa kau gila? Memangnya seberapa mahal makanan yang aku pesan tadi?” Alex merasa tak terima dengan jumlah total tagihan.


“Saya sudah memperingatkan Anda Tuan, sebelum Anda memesan hidangan alangkah baiknya bila Anda memeriksa daftar harga. Tapi Anda selalu memotong ucapan saya. Minuman anggur yang Anda pesan pun itu adalah produk terbaik yang kami punya, harga per botolnya mencapai ratusan juta. Dan Anda menghabisi sekitar sebelas botol Tuan. Ditambah menu hidangan yang kami sajikan adalah yang terbaik di kelasnya,” kata si Pramusaji.


Tubuh Alex melemas seketika. Dirinya terlalu dikuasai oleh perasaan sombong dan ingin membuat Sonya terkesan. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Tak ada yang bisa dilakukan lagi oleh Alex, akhirnya dengan sangat terpaksa ia meminjam uang kepada Yunita.


“Yuni, pinjamkan aku uangmu. Aku akan segera mengembalikannya nanti,” Alex setengah memohon.


“Aku pikir dengan gayamu yang bagaikan kalangan atas, kau memiliki harta yang melimpah Alex. Tapi ternyata aku salah. Maaf, tapi aku tidak bisa memberikan pinjaman padamu. Aku ... tidak memiliki uang sebanyak itu,” Yunita berkata dengan pelan.


Kemudian, Alex beralih ke teman-teman mereka yang lain. Tapi hasilnya tetap sama. Tak ada yang bersedia memberikannya pinjaman.


Demi menutupi rasa malunya, ia kembali menyerang Chandra. “Kau yang membuat kekacauan ini. Andaikan saja kau tidak menghabiskan begitu banyak botol anggur, aku pasti sanggup membayar semua total tagihan. Kau harus ikut bertanggung jawab Chandra!”

__ADS_1


Chandra yang mendengar perkataan Alex justru malah tertawa, ia merasa kali ini Alex hanya lebih mempermalukan dirinya sendiri. “Kau tahu Alex? Kau benar-benar bukan seorang pria sejati. Seorang pria sejati pasti akan menepati ucapannya. Yang kau lakukan ini justru membuatmu masuk ke dalam lubang yang lebih dalam. Memalukan.”


Sesaat kemudian Chandra mengeluarkan dompetnya, dan mengambil sebuah kartu berwarna Gold dengan lambang keluarga Kusuma. Kemudian, Chandra menyerahkan kartu itu kepada si Pramusaji. Melihat kartu yang disodorkan Chandra kepadanya, membuat pramusaji itu tersentak kaget.


Ia menatap Chandra dengan tatapan yang sulit diartikan sebelum akhirnya ia berkata, “Tunggu sebentar Tuan. Saya akan memanggil manajer saya.” Pramusaji itu berjalan dengan tergesa-gesa.


Alex yang tidak tahu kartu apa itu, kembali menyerang Chandra dengan kalimat pedasnya, “Kau ternyata lebih memalukan dariku Chandra! Pelayan itu bahkan langsung memanggil atasannya karena ia tahu, kartu yang kau miliki itu tidak berharga.”


Sonya menonton adegan itu dengan tenang, ia bahkan terlihat menikmati setiap kalimat yang keluar dari mulut Alex. Wajahnya yang cantik dihiasi senyum tipis, namun mematikan. Tak lama kemudian pramusaji itu telah kembali dengan diikuti seorang pria memakai jas dan dasi. Jika Alex dan yang lainnya berpikir orang itu akan memaki Chandra, yang terjadi justru sebaliknya. Ia membungkuk sebagai tanda hormat kepada Chandra.


“Selamat malam Tuan Chandra, mohon maaf karena pelayanan kamu kurang memuaskan malam ini. Kami tidak tahu jika Anda datang berkunjung ke restoran kami, kalau saja kami tahu sejak awal pasti kami akan memberikan ruangan yang lebih privasi lagi. Saya minta maaf untuk ketidaknyamanan Anda malam ini,” kata sang Manajer.


***


Chandra menginjak pedal gas lebih dalam lagi, dan menukik dengan tajam di tikungan depan. Jika ada orang yang tidak tahu profesi Chandra sebenarnya dan melihat aksinya di arena balap, orang itu pasti akan mengira kalau Chandra adalah seorang pembalap profesional.


Chandra mungkin bukan orang yang terlahir dalam keluarga kaya raya, tapi itu tak berarti menyurutkan tekad Chandra untuk belajar banyak hal.

__ADS_1


Tanpa disadari oleh Chandra, aksinya itu menarik perhatian seorang wanita cantik. Wanita itu begitu mengagumi sosok Chandra, semenjak ia diselamatkan oleh Chandra beberapa waktu lalu, ia selalu mengikuti perkembangan pria itu.


Aluna Kusuma mendekati Chandra, ketika ia melihat pria itu berhenti di depan Pit Stop. “Selamat sore Pak Chandra.” Aluna tersenyum manis.


“Selamat sore Nona Aluna, kebetulan sekali kita bertemu di tempat ini.” Chandra membalas sapaan Aluna dengan ramah.


“Iya, sebuah kebetulan. Aku hanya sekedar mampir untuk melihat orang-orang berlatih di sini. Semenjak kejadian tempo lalu, orang tuaku tidak mengizinkan aku untuk menyetir lagi.” Wajah Aluna terlihat sedikit sendu.


Chandra yang melihat ekspresi Aluna menjadi tak enak hati sendiri, akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Aluna berkeliling kota dan ia yang akan menyetir.


Aluna dengan senang hati menerima tawaran Chandra. Selama ini ruang gerak Aluna sungguh terbatas, ia tak bisa pergi kemana pun yang ia mau dengan sesuka hati. Terlahir dalam keluarga yang kaya raya bukan hanya menjadi anugerah, tapi juga menjadi sebuah kutukan.


Aluna duduk manis di sebelah Chandra yang sedang menyetir mobil miliknya. Ia terlihat begitu bahagia bisa berkeliling kota. Ada banyak pemandangan yang selama ini belum pernah ia lihat, waktu liburnya justru lebih banyak dihabiskan dengan jalan-jalan ke Luar Negeri.


“Nona Aluna, apa kau pernah mencicipi makanan yang ada di festival kuliner?” Chandra tiba-tiba ingin mengajak Aluna pergi ke festival kuliner di pusat kota.


“Tidak, aku belum pernah pergi ke festival kuliner di pusat kota. Memangnya ada acara yang seperti itu di sini?” Aluna bahkan tidak tahu apa-apa tentang Ibukota.

__ADS_1


“Tentu saja ada. Festival kuliner bahkan rutin diadakan setiap tahun, setiap bulan Juni sampai dengan bulan Juli. Di sana banyak pedagang yang menjual masakan dari seluruh daerah di Negeri ini. Apa kau mau mencobanya?” Chandra menjelaskan.


“Tentu saja aku mau,” mata Aluna terlihat berbinar karena senang.


__ADS_2