
Setelah cukup lama melajukan mobilnya Yosha yang tiba-tiba merasa ingin buang air kecil pun kembali memarkirkan mobilnya di rest area, di liriknya Nania dan baby Ryu yang masih tertidur lelap. Yosha keluar dari mobilnya dan bergegas untuk ke toilet.
Setelah selesai Yosha keluar, sampai matanya menangkap sosok wanita yang tidak asing untuknya, yang baru saja keluar dari tempat makan.
YUNA!!!!
Yosha bergegas menghampiri gadis cantik yang sedang berjalan menuju mobilnya itu.
"Yuna!!" Yosha dengan cepat menarik lengan gadis itu yang sontak saja membuatnya menoleh dan tampak terkejut melihat Yosha yang berdiri di hadapannya.
"Yosha?"
"Aku mau bicara dengan mu,"
"Aku tidak ada waktu," melepaskan tangan Yosha dan hendak membuka pintu mobil, namun dengan cepat Yosha kembali menahan lengannya erat.
"Kenapa kamu memberikan bayi itu pada ku!!" sentaknya.
Yuna mengerutkan keningnya heran."Bayi? apa maksud mu?"
Yosha tersenyum kecut melihat ekspresi gadis itu yang seolah tidak mengerti dengan perkataan Yosha."Kamu itu pandai berakting ya, bayi yang kau letakan di depan rumah ku, itu kamu yang metakannya kan??!!" geram Yosha.
__ADS_1
"Kenapa kamu menuduh ku?" Yuna balik bertanya.
"Karena kamu wanita terakhir yang meminta ku bertanggung jawab atas kandungan mu!
Yuna tersenyum lirih."Iya aku memang meminta mu untuk bertanggung jawab, tapi apa kamu lupa dengan jawaban mu? kamu meminta mu untuk menggugurkan kandungan itu!!" Yuna meninggikan suaranya dengan mata yang berkaca kaca, rasanya sangat sesak mengingat respon Yosha waktu itu padanya.
"Aku memang berkata seperti itu, tapi tidak seharusnya kamu lari dari tanggung jawab mu dan memberikan bayi itu pada ku,"
"Tanggung jawab?" lagi lagi Yuna tersenyum lirih dengan air mata yang sudah tidak dapat di bandungnya."Bukankah kamu yang lari dari tanggung jawab dan menyuruh ku menggugurkan kandungan itu? dan kamu tau, aku sudah menggugurkanya!!!" suara Yuna kian bergetar dengan air mata yang semakin membasahi pipinya.
Bak tersambar petir mendengar ucapan gadis di hadapannya."Apa? kamu menggugurkannya??" tanyanya tidak percaya.
Yosha menggelengkan kepalanya."Jangan bercanda, aku tidak percaya."
"Tidak percaya? apa perlu aku bawa janin yang sudah terkubur itu ke hadapan mu?!! kamu benar benar pria brengsek!!!!" umpatnya yang langsung membuka pintu mobil.
Yosha kembali menahannya."Jangan lagi bercanda, jujurlah kamu yang meletakkan bayi itu di depan rumah ku kan?!!"
PLAAAKK!!
Tamparan pun mendarat di pipi Yosha.
__ADS_1
"Aku tidak pernah bercanda soal itu, kamu mengira aku yang meletakkan bayi di depan rumah mu?" Yuna tersenyum kecut."Ternyata kamu pria brengsek lebih dari yang aku bayangkan, masih banyak kah wanita yang mengalami nasib sama seperti ku karena mu? kamu pantas mendapatkan hukuman ini!!" ucapnya yang langsung melepaskan tangan Yuna masuk ke mobilnya.
"Yuna, jujurlah pada ku Yuna, Yuna!!" seru Yosha berulang kali seraya mengetuk kaca mobil tersebut namun Yuna tak memperdulikannya dan berlalu pergi.
Yosha menghela nafas dan duduk di kursi kosong di sana.
"Kalau bukan Yuna ibunya? lalu itu bayi siapa?!!" gumamya yang semakin bingung.
"Apa itu bayi dari mantanku yang lain? tapi siapa?!! Astaga.. keadaan ini benar-benar membuat ku gila!!" umpatnya seraya mengusap kasar wajahnya.
Tak lama Yosha kembali ke mobilnya.
"Kamu dari mana?" tanya Nania dan baby Ryu yang sudah terbangun dari tidurnya.
"Aku.. aku dari toilet," Yosha menutup pintu mobilnya kembali menyalahkan mesin mobilnya dengan tatapan yang kosong.
"Kamu tidak apa apa?" tanya Nania yang melihat wajah Yosha sedikit memucat.
"Aku tidak apa apa." berusaha tersenyum dan melirik baby Ryu yang melihat ke arahnya dengan senyum mengemaskannya.
Guys.. aku up lagi.. minta komen dan votenya yang banyak, boleh?? oia insyaallah ektra part MGC aku up lg malam ini yak..❤️❤️❤️❤️
__ADS_1