
"Apa?! Yosha berniat melakukan tes DNA?!" seru wanita di balik telepon.
"Iya, tapi tidak jadi," sahut seorang pria.
"Syukurlah." wanita itu bernafas lega dan menutup teleponnya.
***
Pagi itu Nania sudah bersiap untuk pergi ke kampus.
"Yosha, bangunlah, aku mau pergi ke kampus." menepuk pelan tubuh Yosha yang masih memejamkan matanya di sofa.
"Heemm.. yasudah, pergi saja.. kamu juga
tidak mau pergi dengan ku kan? ketusnya yang masih enggan membuka matanya.
Ninia pun bergegas keluar kamar dan pergi menuju kampus. Tak lama Nania tiba di kampus dan langsung menuju arah kantin mengisi perutnya. Nania duduk di kursi panjang bersama beberapa mahasiswi lainnya.
"Ikut gabung ya," Nania tersenyum dan duduk bersama mereka.
Para gadis di meja itu menoleh ke arah nya dengan tatapan yang aneh, ya, aneh, membuat Nania tampak bingung dengan sorot mata yang di tunjukkan beberapa orang padanya. Makanan pesanannya pun datang, Nania menyantapnya dengan tenang dan berusaha tidak memperdulikan beberapa orang yang meliriknya dan terlihat seperti sedang beegunjing tentangnya.
"Nania, kamu enggak sarapan sama Yosha?" tanya seorang gadis yang sedang duduk bersamanya.
Nania mengerutkan keningnya."Yosha? kenapa aku harus sarapan dengannya?" tanyanya dengannya.
"Ya, karena Yosha itu suami mu bukan?"
Uhuk Uhuk..
Nania bergegas meminum air putih di hadapannya, perkataan gadis itu sangat membuatnya terkejut.
"Apa maksud mu?"
Gadis itu tertawa."Enggak usah akting, kita semua tau kok, kamu dan Yosha sudah menikah kan? ini buktinya." memperlihatkan foto pernikahan Yosha dengannya.
__ADS_1
Mata Nania membulat, tangannya bergetar, dia tak mengerti mengapa foto itu bisa sampai di tangan mereka.
"Kami dengar, bahkan kalian sudah memiliki bayi? wah.. benar benar tidak di sangka ya, Mahasiswi teladan di kampus ini ternyata bisa melakukan hal itu." cibir gadis itu yang di respon tawa kecil yang terdengar merendahkan dari teman temannya.
Nania bergegas beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan kantin dengan langkah yang tergesa gesa.
"Kenapa? kenapa berita ini bisa tersebar?" batinnya seraya menahan air mata saat mendengar samar orang orang yang beegunjing tentangnya.
Sampai Nania melihat Yosha yang juga seperti akan menghampirinya. Nania mempercepat langkahnya.
"Aku ingin bicara," ucapnya saat berdiri di hadapan Yosha.
"Suami istri lagi ngobrol tuh, Nania mana bayi mu? apa wajahnya seperti Yosha?" terdengar cibiran tak jauh dari tempat mereka berdiri.
Yosha segera menarik tangan Nania dan memasukkannya ke dalam mobilnya.
"Kenapa kamu mengingkari janji mu sendiri?" suara bergetar Nania memecah keheningan.
"Aku tidak mengingkari janji ku,"
"Lalu kenapa berita ini tersebar?!" Nania meninggikan suaranya."Bahkan mereka menganggap ku wanita nakal." ucapnya kembali dengan sedikit menangis.
Nania hanya bisa menangis, mengingat orang orang menilai buruk tentang dirinya.
"Aku akan mencari tau siapa yang sudah melakukan ini," Yosha berusaha menenangkan.
Sampai terdengar suara handphone Nania berbunyi dan Nania pun segera mengangkatnya.
"Halo Nania, kamu di mana?" terdengar suara Nino di balik telepon.
"Kenapa memangnya?" Nania menghapus air matanya.
"Aku ingin bicara dengan mu,"
Nania terdiam.
__ADS_1
"Nania, apa benar berita tentang mu yang banyak anak anak kampus katakan?" tanya Nino yang tak dapat menahan rasa penasarannya.
"Aku.. "
Belum sempat Nania melanjutkan kata katanya Yosha bergegas mengambil handphonenya dan mematikan teleponnya.
"Kenapa di matikan?" tanyanya bingung.
"Berita ini sudah tersebar, berlaku lah sesuai realiata," terlihat wajah Yosha yang sedikit emosi.
"Maksudnya?"
"Kamu istri ku, jangan lagi bicara dengan pria lain mulai saat ini!!"
"Apa?" Nania seakan tidak mengerti dengan ucapan Yosha.
"Aku tidak suka dengan pria itu." menunjuk Nino dari dalam mobil yang terlihat seperti sedang mencari Nania.
"Nino teman ku,"
"Dia sepertinya tidak menganggap mu sekedar teman."
"Sudahlah, aku tidak pernah melarang mu dengan wanita lain, bahkan dengan pacar mu di kampus ini." Nania hendak keluar dari mobilnya namun Yosha menahanya.
"Dengar kan kata kata ku, aku suami mu," Yosha menekan kata katanya.
"Apa kamu menganggap aku istri mu?" lirih Nania.
"Lalu kamu ingin aku melakukan apa untuk itu?"
Nania hanya terdiam dan hendak kembali membuka pintu mobilnya tapi Yosha kembali menahanya, mendorongnya kasar dan mencium bibir ranumnya.
Nania mendelik kaget saat Yosha menciumnya dengan sedikit kasar, Yosha menysap bibir mungil itu, Nania tak bergeming tangannya meronta dan mendorong kasar tubuh Yosha yang menguncinya.
"Hanya aku yang berhak menyentuh mu, jauhilah pria lain!" ucapnya tegas.
__ADS_1
Nania membisu, hatinya berdebar kencang, ini ciuman pertamanya tapi tidak seindah yang di bayangkannya.
Aku tetep semangat up ni guys.. walaupun yang komen dan like cuma seuprit.. padahal yang favorit udah seribu.. 😞😞😞