
Yosha dan Nania terlonjak kaget mendengar suara menggelar tersebut.
"Yosha!!" sekali lagi pria paruh baya dengan wajah oriental berkewarganegaraan Jepang itu mengeraskan suaranya, melihat pemandangan di hadapannya.
Yosha yang awalnya berbaring segera duduk di ranjang dengan wajah yang masih terlihat syok atas kedatangan orang tuanya pagi itu..
"Yosha, siapa wanita ini?" tanya sang ibu yang melihat Nania duduk di ranjang dengan wajahnya yang mulai memucat karena takut.
"Aku bisa menjelaskannya, ini temanku," berusaha menjawab setenang mungkin.
"Teman dalam kamar maksud mu? lalu siapa bayi itu?!!" Tuan Yashuhiro melirik bayi di samping Yosha yang tengah terlelap.
"Ini adiknya, dia teman kuliah ku, aku sakit sejak kemarin dan dia membawa materi kuliah untuk ku." Yosha mencoba mencari alasan.
"Jangan banyak alasan kamu," sang ayah tetap tidak percaya.
"Sungguh, aku sakit peganglah suhu tubuh ku." Yosha berusaha meyakinkan.
Sang ibu berjalan perlahan menghampiri putranya."Sayang, kamu benar sakit? tubuhmu panas sekali." memegang kening dan tubuh Yosha yang terasa panas.
Yosha mengangguk." Sejak kemarin aku tidak enak badan, syukurlah ada Nania yang perduli pada ku." ucapnya dengan wajah memelas.
Ibu Yosha melirik gadis cantik yang masih membisu duduk di tepi ranjang."Nania, terima kasih ya." tersenyum ramah pada Nania.
"Oh, i.. iya, sama-sama." balas Nania gugup dan sedikit bernafas lega.
"Kalau begitu, saya ijin pulang dulu, maaf sudah menganggu," sambung Nania yang memutuskan untuk segera pulang sebelum situasinya semakin mencurigakan.
Beregegas berpamitan pada orang tua Yosha.
"Maafkan om, tadi om salah paham pada mu," sesal ayah Yosha yang telah berfikir macam macam pada gadis di hadapannya.
"Tidak apa apa om." Nania tersenyum simpul dan bergegas keluar dari rumah tersebut.
***
"Yosha, di mana bi Rina?" tanya sang ayah saat makan malam bersama putra dan istrinya.
"Suaminya sakit, dia meminta ijin pulang kampung." balas Yosha yang menemgguk air putih di hadapannya dan beranjak dari kursi makanya.
Yosha kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang, fikirannya terus di penuhi Nania dan baby Ryu. Yosha meraih handphonenya dan mencoba menghubungi seseorang.
"Kenapa tidak di angkat?" mencoba menghubungi Nania beberapa kali tapi Nania tak juga mengangkatnya.
"Apa dia kembali ke kosan nya?" fikirnya yang mulai gelisah.
Yosha beranjak dari ranjangnya, mengambil jaket dan segera bergegas keluar rumah malam itu. Tak lama Yosha memberhentikan mobilnya di depan tempat kost Nania.
"Nania," panggilnya seraya mengetuk. pintu berulang kali.
"Yosha?" Nania membuka pintu dan tampak terkejut dengan kedatangan Yosha malam itu.
"Masuklah, tidak enak jika ada yang melihat kamu bertamu malam seperti ini," Nania memperhatikan suasana sekitar dan mempersilahkan Yosha masuk ke dalam kosan nya.
__ADS_1
"Kenapa aku telepon tidak di angkat?"
"Maaf tadi aku sedang repot,"
"Dia belum tidur?" menghampiri baby Ryu yang tampak bergumam di kasur lantai dalam tempat kos sederhana Nania.
"Dia sudah tidur tadi,"
Yosha memutar pandangannya tampak ruangan kos yang kecil dan cukup pegap untuknya.
"Ruangan ini sangat pengap," keluh Yosha.
"Tempat kos ini kecil jadi memang pengap,"
"Ikut sekarang dengan ku,"
"Kemana?"
"Ke hotel,"
"Hotel?!! untuk apa ke sana?!"
"Besok aku akan mencarikan apartemen untuk mu, malam ini tidurlah dulu di hotel, kasihan baby Ryu jika harus tidur di sini, sangat panas." jelas Yosha yang tidak tega jika bayi mungilnya itu harus tidur di tempat kos yang cukup kecil.
Nania terdiam, tapi dia juga merasa kasihan pada bayi mungil tersebut yang tampak kepanasan di tempat pengap itu.
"Ayo cepat ikut aku," ajak Yosha kembali.
Nania mengangguk dan bergegas menggendong baby Ryu menuju mobil Yosha. Mereka pun tiba di sebuah hotel dan masuk ke dalam.
***
"Untuk malam ini tidurlah di sini, besok aku akan mencarikan apartemen untuk mu," ucap Yosha saat mereka baru memasuki kamar hotel.
Nania meletakkan baby Ryu yang sudah terlelap." Terima kasih," balas Nania.
"Orang tua ku tidak akan lama di rumah, mereka pasti akan kembali ke Jepang, setelah orang tua ku pergi baru kita kembali ke rumah," jelas Yosha yang duduk di ranjang dan mencium kening bayinya.
"Orang tua mu tinggal di Jepang?" tanya Nania yang duduk di samping Yosha.
Yosha mengangguk."Papa ku berkewarganegaraan Jepang dan punya bisnis di sana."
"Beruntung sekali, hidup mu sepertinya sangat berkecukupan," Nania tersenyum.
"Kamu sendiri, di mana orang tua mu?" Yosha mencoba bertanya.
Nania menggeleng."Tidak punya, mereka sudah meninggal, aku hanya punya paman dan bibi, tapi mereka tidak tinggal di kota ini." lirih Nania dengan wajah sendunya.
"Oh, sama seperti ku.. "
" Sama? maksud mu?"
"Aku memang punya orang tua, tapi sejak aku kecil mereka tinggal di Jepang dan tidak merawat ku,"
__ADS_1
"Begitu? kenapa kamu tidak tinggal di Jepang juga?"
Yosha tersenyum."Untuk apa, aku bersama mereka pun mereka tetap mengabaikan ku dan sibuk pada perkerjaan mereka. Mereka tidak penting untuk ku atau aku yang tidak penting untuk mereka."
Nania terdiam, hatinya merasa iba dengan penjelasan pria di sampingnya. Nania merasa hidup Yosha sangat lah kesepian. Mereka saling terdiam untuk beberapa saat. Sampai terdengar gedoran pintu yang sangat keras membuat mereka tersentak kaget mendengarnya.
"Buka pintunya!!" seru suara seorang pria di balik pintu.
"Siapa itu?!" tanya Nania panik.
"Tidak tau," Yosha bergegas membuka pintu dan tampak bingung saat melihat beberapa polisi yang sudah ada di hadapannya.
"Ada apa ini?!" tanya Yosha dengan wajah bingungnya.
Polisi itu pun bergegas masuk."Kami mendapat laporan bahawa ada pasangan mesum di sini." jelas polisi tersebut dengan wajah sanggarnya.
"Pasangan mesum?!!" Nania semakin terkejut mendengarnya.
"Pak, kami ini bukan pasangan mesum, dia istri ku dan itu anak ku." Yosha mencoba berkilah.
"Kalau begitu perlihakan buku nikah kalian?" pinta pak polisi.
"Buku nikah?!" Yosha tampak bingung.
"Iya,"
"Saya enggak bawa pak," balas Yosha.
"Kalau begitu perlihakan KTP kalian?" pinta kembali pak polisi.
Yosha dan Nania pun memberikan KTP mereka. Pak polisi langsung mengeceknya.
"Kenapa di KTP status kalian masih lajang?" pak polisi memberikan pertanyaan menohok yang membuat Yosha mati kutu di buatnya.
"Itu KTP lama pak, belum di ganti," Yosha kembali mencoba berkilah.
"Sudah kalian jelaskan saja di kantor polisi," pak polisi pun segera mengiring Yosha, Nania dan baby Ryu ke kantor polisi malam itu.
Mereka tiba di kantor polisi dan duduk termenung di sana.
"Yosha!!" kembali terdengar suara keras seorang pria yang menghampiri mereka.
Yosha menoleh tampak orang tuanya yang berjalan menghampirinya.
"Papa, mama?" Yosha dan Nania semakin syok di buatnya.
"Kenapa bisa di sini?" tanya Yosha gelagapan.
PLAAAKKK!!!
Tamparan pun mendarat di pipi Yosha.
"Ada yang memberitahu, apa maksud semua ini!!! benar ini bayi kalian?!!" papa Yosha menunjuk baby Ryu dan bertanya dengan wajah murkanya.
__ADS_1
Baby Ryu besok up lagi yak.. jangan lupa sisipin like, komen dan vote yang banyak buat baby Ryu yak.. ❤️❤️❤️