Mendadak Jadi Dady

Mendadak Jadi Dady
Dia istri ku!


__ADS_3

"Lagi lagi kamu melanggar janji mu? kenapa menyentuh ku?!!" seru Nania yang tidak dapat lagi menahan air mata yang semakin berurai deras.


"Karena kamu yang memancing ku!" Yosha membela diri.


Nania tidak menjawab dan bergegas keluar dari mobil.


"Nania, Nania!!" seru Yosha yang sama sekali tidak di hiraukannya dan bergegas keluar dari area kampus.


Yosha mengusap kasar wajahnya."Sebenarnya siapa yang menyebarkan berita ini," rahangnya mengeas, dan mencoba berfikir lebih keras.


"Yang tau tentang pernikahan gue cuma Damar dan Lukas.. apa jangan jangan?" gumamnya yang langsung mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang.


"Halo yosh, kenapa?" terdengar suara Damar di balik telepon.


"Loe di mana?"


"Di kelas, kenapa emang?"


"Ada Lukas juga?"


"Iya, Lukas di sini."


Yosha menutup teleponnya dan bergegas menuju kelas. Terlihat Lukas dan Damar yang sedang duduk santai di sana. Yosha mengusir beberapa orang yang ada di dalam, hingga menyisakan mereka bertiga.


"Kenapa sih loe usir orang orang?" Damar terlihat bingung.


"Ada yang mau gue tanyain dan gue harap loe berdua jawab jujur!" menghampiri kedua temannya dengan wajah yang sangat emosi.


"Santai lah.. kenapa sih?" tanya Lukas heran.


"Anak anak di kampus ini sudah tau, kalau gue sama Nania menikah."


"Serius loe?" Damar mendelik kaget.


"Iya, dan yang tau tentang pernikahan itu cuma loe berdua, pasti loe yang bocorin berita ini kan?" tuduh Yosha dengan sorot mata yang berapi api.


"Yosh, kok loe jadi nuduh kita sih? gue enggak sama sekali bocorin berita ini." Damar membela diri.


"Kalau bukan loe berdua siapa lagi? udah deh loe enggak usah banyak alasan!"

__ADS_1


"Tenang Yosh, kita ini teman loe.. mana mungkin lah kita bocorin berita loe, mungkin aja ada anak kampus yang ngintai loe diam diam sampai dia tau berita ini, loe kan cowok populer di kampus." ucap Lukas dengan pemikirannya.


"Iya, bener Yosh, jangan asal tuduh gitu lah." sambung Damar.


Yosha terdiam dan mendudukan tubuh lemasnya di kursi, mencoba mencerna perkataan teman temannya. Mungkin benar adanya, tidak mungkin teman temannya yang membocorkan berita tersebut. Yosha sangat mengenal mereka dan mereka teman terbaiknya.


***


Sore hari Yosha kembali ke rumahnya. Membuka pintu kamar dan melihat Nania yang tengah berbaring di ranjang. Nania sesaat terkejut dengan kedatangan Yosha, namun gadis itu segera membuang pandangannya, lebih memilih menatap wajah menggemaskan baby Ryu yang tertidur di sampingnya


Begitu pula dengan Yosha yang seolah tidak melihat Nania dan langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sampai malam hari mereka tetap saling membisu, tak ada satu kalimat pun yang keluar dari bibir mereka sampai mereka tertidur dan pagi menjelang.


Pagi hari Nania sudah bersiap dan akan segera ke kampus. Di liriknya Yosha yang masih terlelap di sofa. Tidak seperti biasanya Nania selalu membangunkan pria itu, pagi ini rasanya Nania masih enggan untuk bicara, mengingat Yosha yang kemarin sudah menciumnya dengan paksa, itu sangat tidak menyenangkan untuknya. Nania menggendong baby Ryu ke luar kamar dan memberikannya pada mama Yosha lalu bergegas pergi ke kampus.


"Yisw, Yosha, bangun." terdengar suara lembut wanita seraya menepuk pelan tubuhnya.


Yosha menggeliat."Kamu pergi duluan saja Nania," ucapnya dengan mata yang masih terpejam.


"Yosha! ini mama, bukan Nania," seru wanita itu.


Seketika Yosha membuka matanya, melihat mamanya yang tengah berdiri di hadapannya seraya menggendong baby Ryu.


"Mama?"


"Nania, tidak membangunkan ku?" batin Yosha.


"Iya, aku akan mandi," ucapnya kembali.


"Yosha kenapa kamu tidur di sofa?" tanya heran mama yang melihat putranya tengah tertidur di sofa.


Jantung Yosha sedikit berdegup kencang, takut mamanya curiga tentang hal itu.


"Emm.. semalam aku ketiduran di sini." mencoba mencari alasan.


"Oh, yasudah.. kamu cepat mandi ya," mama tersenyum simpul dan bergegas ke luar kamar.


***


"Nania," terdengar suara pria saat Nania akan melangkahkan kakinya ke dalam kantin.

__ADS_1


"Nino?"


"Aku ingin bicara,"


"Oh, yasudah, bicara saja."


"Tidak enak bicara di sini, boleh aku minta waktu mu sebentar?"


Nania terlihat bingung, namun akhirnya mengangguk dan duduk di taman belakang kampus bersama Nino.


"Mau bicara apa?" tanyanya saat mereka sudah duduk di bangku taman.


"Soal berita itu, benar kamu sudah menikah?"


DEG!!


Nania terdiam dan tak tau harus menjawab apa.


"Nania, kenapa diam saja?" tanya kembali Nino yang melihat wajah Nania sangat risau.


"Apa aku harus menjawabnya?"


"Harus, karena aku menyukai mu Nania,"


"Apa?" mata Nania membulat, dan tampak terkejut mendengar ucapan pria yang duduk di hadapannya.


"Nania!!" seru seorang pria, membuat mereka berdua menoleh ke asal suara tersebut.


"Yosha?!!" gumam Nania yang melihat Yosha berjalan mendekat ke arah mereka.


"Ikut dengan ku." Yosha menarik tangan Nania agar bangkit dari duduknya.


"Dia lagi bicara sama gue," cegat Nino yang juga memegang lengan Nania.


Gadis itu terlihat bingung melihat dua pria yang berdiri di sisinya itu.


"Jangan bicara dengan istri orang!" Yosha meninggikan suaranya.


"Istri? Loe jangan mengada ada deh, berita itu pasti cuma isu murahan kan!" balas Nino yang mulai terpancing emosi.

__ADS_1


Yosha mengeluarkan sesuatu dari sakunya."Cincin ini cincin pernikahan gue dan Nania." menyematkan cincin cantik di jari manisnya."Apa perlu gue bawa buku pernikahan gue juga?" Yosha tersenyum tipis, menarik tangan Nania dan meninggalkan Nino yang mematung dengan wajah kecewanya.


Guys.. jangan lupa like, komen dan vote sebanyak banyaknya yak.. ❤️❤️❤️


__ADS_2