Mendadak Jadi Dady

Mendadak Jadi Dady
Bulan madu


__ADS_3

“Yosha.” suara wanita menghentikan langkah kaki Nania dan Yosha. Terlihat wanita cantik dengan tinggi semampai sudah berdiri di hadapan mereka.


“Tiara?” yang tak lain merupakan salah atu kekasih Yosha di kampus.


“Apa apaan ini?!” serunya menujuk tangan Yosha yang masih mengenggam tangan Nania.


“Meamangnya ada yang salagh?” Yosha justru mengagkat tangan Nania, mengangenggamnya semakin erat.


“Jelas itu salah, kamu kekasihku!” seru Tiara tak terima.


Nania melepaskan tangan Yosha.“Aku pergi saja.” ujar Nania yang enggan menyaksikan perdebatan Yosha dan kekasihnya.


“jangan pergi.” Yosha mencekal tangan Nania.“Dengarkan aku, saat ini aku sudah mempunyai istri, jadi berhentilah mengangguku.” Yosha menatap tegas Tiara.


“Tapi kita belum putus, aku tidak ingin berpisah dengaa mu!” balas Tiara yang tetap tidak terima


“Baiklah, sekrang kita putus, hubungan kita sudah berakhir. jadi jangan mengangguku lagi.” Yosha pun menarik tangan Nania meninggalkan tempat itu.


“Yosh, apa tidak apa apa?” tanya Nania.


Yosha menghentikan langkah kakinya tepat di depan kelas Nania.“Tidak apa apa apanya?” tanyanya bingung.


“Kamu barusan memutuskan Tiara?” lirih Nania. Yosha tertengun , seharusnya Nania marah padanya karena telah banyak berhubungan dengan banyak wanita, tapi Nani justru merisaukan Yosha yang sudah memutuskan hubunganya dengan wanita itu.


“Memangnya kenapa kalau aku memutuskanya? memang seharusnya begitu kan?” tanyanya heran.


“Seprtinya Tiara marah,” balas Nania, Yosha semakin tidak mengerti dengan fikiran polos gadis itu.


Yosha memegang lembut bahu Nania.“Dengarkan aku, kamu tidak usah memikiran Tiara yang marah aatau gadis lain yng mengusik hubungan kita, kamu hanya perlu percaya jika saat ini aku hanya mencintimu, istriku, mengerti?” ujarnya menataap intens Nania.


Nania tersenyum dan mengangguk pelan.“Sudah masuk kelas sana.” sambung Yosha membelai sulur rambut Nania. Dan bergegas pergi ke kelasnya.


***


Sore haari Nania lebih duu kembali ke rumah, sedang Yosha masih ada kelas di kampus. Nania begegas masuk kemarnya. Terliahat kamar yang begitu sepi tanpa ocehan baby Ryu. Nania duduk di sudut ranjang, mengambil boneka baby Ryu yang tertinggal. Tak dapat di pungkiri Nania sangat merindukan baby mungil yang sempat di asuhnya dulu dan sangat merindukan baby Ryu. Tak lma terdengar suara pintu kamar yang terbuka.


“Kamu sudah pulang?” tanya Nania yang melihat Yosha masuk ke kamar.


“Sudah,” Yosha menghampiri dan mencium kening sang istri.“Kamu kenapa? apa ada yang menyakitimu?” Yosha melihat wajah Nania yang tampak risau dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Nania menggeleng pelan.“Aku tidak apa apa, aku hanya merindukan baby Ryu.”


“Baby Ryu?” Yosha mentap wajah Nania yang sendu. Dirinya mengerti, pastilah Nania merasa kehilangan dan merindukan baby Ryu yang sempat di asuhnya.


“Boleh aku meminta seseuatu padamu?”


“Apa pun perintaanmu, aku akan berusaha mengabulkanya.” balas Yosha penuh percaya diri.


“Aku ingin baby Ryu bermalam di sini, aku merindukanya.”


Yosha terdiam bimbang. Baby Ryu kini sepenuhnya milik Lukas dan Rachel, Yosha mearasa sedikit pesimis mereka tidak akan memberi ijin jika baby Ryu menginap di rumahnya.


“Bagaimna, kamu bisa mengabulkanya?” tanya Nania, menatap Yosha penuh harap, membuat Yosha tak kuasa jika tidak mengabulkanya.

__ADS_1


“Baikalah aku akan coba bicarakan pada Lukas dan Rachel.”


“Terima kasih ya.” Nania tersenyum puas.


Yosha segera keluar rumah, menuju rumah Rachel, kaarena kini baby Ryu tinggal di sana. Yosha keluar dari mobil dan mengetuk pintu.


“Yosha?” ucap Lukas yang juga sedang berada di sana. Lukas pun akan segera melangsungkan acara pernikahanya dengan Rachel.


“Gue mau bicara,” Lukas mempersilakahan duduk. Yosha pun mengutarakan maksud kedatanganya pada Lukas dan Rachel. Mereka pun mengijinkan baby Ryu bermalam di rumah Yosha. Yosha bernafas lega, bisa mengabulkan permintaan Nania.


***


“Sayang.” ucap Yosha menghampiri Nania yang tengah berbaring di ranjang.


“Ryu?!” serunya gembira melihat Ryu yang sedang di gendong Yosha. Nania segera menggendongnya dan menghujami bayi mungil itu dengan kecupan.“Makasih ya, aku senang baby Ryu bermalam di sini.” sambung Nania masih dngan senyum yang mengembang.


Malam itu Nania menghabiskan waktu bersama bayi yang di rindukanya.“Sayang,” Yosha menghampiri Nania yang sedang menidurkan baby Ryu di ranjang.


“Iya.” Nania masih mengelus lembut rambut lebat bayi tampan itu.


“Dia sudah tidur?” Yosha melihat baby Ryu yang sudah memjamkan mata.


“Sudah.” balas Nania.


Yosha pun berbaring di samping Nania, memeluk tengkuk belakangnya. Bibir nakalnya mulain menciumi leher jenjang dan telinga sang istri.“Yosh..” Nania melengguh, merasakan sentuhan Yosha yang selalu memabukanya.


“Aku ingin.” bisik mesra Yosha.


Tanpa aba aba tangan nakalnya mulai menjelajahi tubuh sang istri. Hasrat di tubuhnya semakin memanas. Yosha hendak melakukan penyatuanya.“tunggu,” Nania menahan gerakan suaminya.


Yosha mengikuti arah mata Nania yang memperhatikan baby Ryu yang tertidur di sampingnya.Baby Ryu mengeliat, tak lama terdengar tangisan dari bibir mungilnya.“Ryu nangis.” Nania mendorong tubuh Yosha dan segera menimang baby Ryu. Yosha menghela nafas kecewa padahal hasratnya sudah di puncak.


“Sayang, bisa tolang buatkan susu?” pinta Nania, tangis baby Ryu pun semakin terdengar kencang.


“Iya.” dengan berat hati Yosha berjalan psarah saat ia harus menunda hasratnya kerena bayi mungil itu.


***


“Sayang.” bisik Yosha seraya melingkarkan tanganya di pingang istrinya itu.


“Kamu sudah pulang kuliah?”


“Sudah.. aku punya kejutan untuku.”


“Kejutan? kejutan apa?”


Yosha membalikan tubuh Nania padanya.“Ini.” memperlihatkan dua lembar kertas padanya.


“Ini? tiket pesawat?” Nania tampak bingung melihatnya.


“Iya, tiket pesawat menuju bali, kita akan bulan madu.” Yosha tersenyum.


“Bulan madu?!” Nania semakin terkejut, tak pernah sedkitpun terbersit di pikiranya untuk bulan madu.

__ADS_1


Yosha mengangguk pelan.“Iya, kita akan pergi besok, kamu senang?”


“Senang.” Nania tersenyum sumingrah.


***


Keesokan harinya meraka pun bersiap siap ke bandara untuk menuju Bali. Sampai sore hari psawat yang di tumpanginya mendarat. Yosha segera mengajak Nania ke sebuah hotel yang sudah di bokingnya.“Silakan masuk, tuan putri.” ucap mesra Yosha seraya membuka kode akses kamar hotelnya.


Nania terdiam, memtar pandanganya pada hotel yang terlihat mewah dan bagus.“Kamu suka hotelnya?” tanya Yosha.


“Suka.” Nania mengangguk senang.


Yosha menuntun Nania masuk ke dalam, mendudukanya pada ranjang yang bertabur banyak kelopak bunga mawar bak pengantin baru.“Bersiaplah, aku akan mengajakmu dinner.” ucapnya memegang lembut tangan Nania.


“Aku mandi dulu ya.” Nania beranjak dari duduknya.


“Tunggu.” Yosha mengambil sesuatu dari tasnya.“Pakai ini.” memberikan kotak cantik berhias pita pada Nania.


“Apa ini?” Nania tampak bingun dan membukanya.“Ini?” melihat dress cantik di dalamnya.


“Iya, pakai ya, kamu suka?”


“Suka, makasih ya.” Nania tersenyum dan memeluk Yosha.


Nania segera mandi, tak lama Nania keluar dari kamar mandi.“Apa ini cocol denganku?” tanya Nania sedikit malu malu saat sudah mengenakan dress yang di berikan Yosha.


Yosha memutar pandanganya, memperhatikan penapilan Nania yang tampak terlihat anggun dan cantik dengan dress yang di kenakanya.“Cantik, sangat cantik.” puji Yosha tersenyum. Nania tersipu mendengarnya.


Yosha pun mandi dan segera menuntun Nania keluar kamar menuju sebuah restoran di sana.“Kita mau makan di sini?” Nania memutar pandanganya pada restoran yang terlihat mewah dan elengan.


“Iya.”


“Apa tidak mahal?” tanya polos Nania.


Yosha tersenyum.“Tak ada yang mahal untukmu.” meraih tangan Nania pada kursi makan di sana. Yosha pun segera memesan banyak makanan malam itu.“Ada yang ingin ku berikan padamu.”


“Berikan? berikan apa lagi?”


Yosha mengambl sesuatu yang sudah di bawanya.“ini.” memperlihatkan kotak berludu berwarna meraah pada Nania.“Apa ini?” Nania segera membuakaya.“Ini?” Nania berdecak kagum, melihat kalung cantik di dalam kotak tersebut.


“Ini untukmu.” Yosha mengambil kalung tersebut dan memakaikanya pada leher jenjang Nania.“Cantik, kamu suka?”


Nania kemabli menganngguk senang.”Suka, makasih ya.” mata Nania berkaca kaca ini kali pertama ada pria yang memberinya hadiah dan terlihat sangat mencintainya.


Yosha meraih tangan Nania, mengenggamnya lembut.“Aku sangat mencintaimu.” ucapnya mesra.


“Aku pun sangat mencintaimu.” balas Nania haru. Mereka pun menyantap makanan bersama setelahnya. Selesai makan mereka segera kembali ke hotel. Yosha segera membuka kode akses kamarnya dan mengendong Nania setelah menutup pintu.“Yosha, turunkan, aku bisa jalan sendiri.” pekik Nania yang terkejut.


Yosha tak memperdulikanya dan terus mengendongnya, merebahkan tibuh Nania di ranjang.”Aku menginginkanmu malam ini.” ucap Yosha menatap intens, mencium bibir ranum Nania. Nania mersesponya, mengulungkan tanganya di leher Yosha, mereka pun berpangutan mesra. Bibir Yosha begerak liar menciumi setiap inici tubuh mulus Nania.


“Aaahh.” satu desahan lepas dari bibi Nania saat Yosha mencium bagian sensitfnya. Yosha tersenyum melihat Nania yang memjamkan matanya tampak menikamti permainanya. Yosha segera melakukan penyatuanya.“Aku mencintaimu Nania.” rancau Yosha yang perlahan mempercepat ritme permainanya.


“A...aku juga mencintaimu.” balas Nania dengan nafas tersengal memeluk punggung kekar suaminya. Erangan erangan nikmat pun memenuhi isi kamar, sampai mereka mendapat klimaks yang sempurna.

__ADS_1


“Terima kasih sayang.” ucap mesra Yosha mencium kening Nania dan tertidur memeluk istrinya hingga pagi menjelang.


__ADS_2