Mendadak Jadi Dady

Mendadak Jadi Dady
Berkerja


__ADS_3

Yosha kembali ke rumahnya.


"Ini," memberikan susu pada Nania yang sedang berbaring di ranjang bersama baby Ryu.


"Makasih ya," tersenyum dan mengambil susu tersebut.


"Kamu kenapa?" melihat wajah Yosha yang mendung bak musim hujan.


Yosha duduk di samping Nania.


"Uang ku habis," jawabannya lesu.


"Habis?" Nania mendelik kaget.


Yosha mengangguk pelan.


"Habis untuk apa?"


"Entahlah,"


"Bagaimana, kalau aku kerja part time lagi?" usul Nania.


"Lalu siapa yang menjaga Ryu? mau di bawa kerja?"


Nania terdiam dan tampak bingung.


"Aku saja yang kerja." ucap Yosha kemudian.


"Memangnya kamu bisa kerja?" Nania memasang wajah tak percaya.


"Memangnya aku lumpuh, sampai enggak bjsa kerja gitu?" dengus kesal Yosha.


"Kenapa enggak minta uang dari orang tua mu saja?!" usul Nania kembali.


"Aku ini sudah jadi seorang ayah, masa minta sama orang tua." ucapnya dengan kata kata bijak.


"Tumben, berfikir seperti itu?" Nania semakin memasang wajah heran.


"Astaga.. kamu ini benar-benar menguji kesabaran ku!" geram Yosha yang langsung keluar kamar.


Yosha merebahkan tubuhnya di sofa seraya berfikir keras tentang masalah perkerjaan lalu mengambil handphonenya untuk menghubungi seseorang.


"Halo Yosh, kenapa?" terdengar suara Lukas di balik telepon.


"Gue pusing nih, loe punya info kerjaan part time enggak?" tanyanya tanpa basa basi.


"Kerjaan? buat apa?"

__ADS_1


"Ya buat kerja lah, gue kan udah punya bayi, jadi harus kerja." jelasnya gemas.


"Lah emang ortu loe kemana?" tanya kembali Lukas.


"Ortu gue ada, tapi masa iya gue masih minta uang sama mereka, udah jangan banyak tanya mending loe kasih tau info kerjaan ke gue!" desaknya.


Lukas terdiam seraya berfikir.


"Kerja sama om gue aja gimana? dia punya restoran gitu."


"Boleh tuh, besok antar gue ke sana,"


"Ok."


Yosha menutup teleponnya dan tersenyum lega. Keesokan harinya dia bersama Lukas mendatangi restoran yang di maksud.


"Ini restorannya?" tanya Yosha saat menberhentikan mobilnya tepat di restoran tersebut.


"Iya, semalem gue udah telepon om gue loe tinggal temuin dia aja, gue cabut dulu ya ada urusan."


"Oh gitu, yaudah deh."


Lukas pun masuk ke mobilnya dan meninggalkan tempat tersebut dan Yosha masuk ke dalam restoran. Yosha memutar pandangannya dan tampak bingung.


"Aduh, om nya si Lukas siapa namanya ya?" menepuk jidat bercampur kesal.


"Emm.. saya."


"Kamu temannya Lukas bukan?" tanya seorang pria dengan kemeja formalnya yang menghampiri Yosha.


"Iya,"


"Saya om nya Lukas, kamu yang mau melamar pekerjaan part time di sini?" tanya pria paru baya tersebut.


"Iya Om," Yosha tersenyum lega.


"Oh, kalau begitu silakan ke ruangan saya."


Dengan semangat Yosha mengikuti langkah kaki pria tersebut menuju sebuah ruangan.


"Silakan duduk." mempersilahkan Yosha duduk di hadapannya.


"Jadi benar kamu mau berkerja di sini?" tanyanya menyakinkan.


"Benar Om," Yosha mengangguk yakin.


"Oh yasudah, kamu bisa langsung berkerja hari ini, kebetulan saya memang sedang mencari perjerka part time."

__ADS_1


"Terima kasih Om." senyum semakin merekah di bibir Yosha.


"Ya sudah pegawai di luar akan mengajari mu," ucap pria itu seraya memberi isyarat untuk Yosha memulai perkerjaannya.


Tapi Yosha tak bergeming dari tempat duduknya.


"Apa ada yang mau di tanyakan lagi?" melihat tingkah Yosha yang terlihat aneh.


"Emm.. bisa saya meminta tolong?"


"Minta tolong?" Pria itu mengerutkan keningnya.


"Iya, saya ingin meminta gaji saya setengah dulu."


Pria itu melotot kaget."Astaga.. kerja saja belum sudah minta upah?" ucapnya yang terlihat jengkel.


"Maaf Om, tapi saya sudah punya bayi dan bayi saya enggak ada susu di rumah." sahut Yosha dengan wajah memelas membuat pria itu tak tega melihatnya.


Pria itu mengambil amplop coklat di laci mejanya. " Ini, setengah gaji mu." memberikannya pada Yosha.


"Terima kasih Om," Yosha tersenyum seakan menemukan harta karun.


"Makanya jangan bikin anak kalau enggak bisa kasih makan." cibir pria itu seraya menggelengkan kepalanya.


"Iya Om, terima kasih nasehatnya, saya mulai berkerja dulu," pamit Yosha yang beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Hari itu Yosha memulai perkerjaan pertamanya sampai sore hari. Selesai berkerja Yosha kembali ke rumahnya.


"Nania," panggilnya saat melihat Nania yang tertidur di ruang keluarga bersama baby Ryu.


"Kamu dari mana?" Nania bangun dan membesarkan penglihatannya.


"Aku habis kerja."


"Kerja? kerja apa?" tanya Nania tak percaya.


"Sudahlah yang jelas perkerjaan ku halal, ini susu untuk Ryu." memberikan beberapa kotak susu pada Nania.


"Banyak banget susunya? dapat uang dari mana?" Nania memasang wajah curiga mengingat baru saja kemarin Yosha bilang uangnya telah habis.


"Sudahlah jangan banyak tanya, mau enggak?" menawarkan beberapa kotak Pizza pada Nania.


"Mau.. aku lapar." keluhnya.


"Yasudah makan."


Yosha tersenyum tipis saat melihat Nania melahap pizza pemberiannya dari hasil kerja kerasnya, untuk pertama kali dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2