
"Nania," pagi itu Yosha menghampiri Nania yang sedang mempacking pakaiannya, karena hari ini mereka akan ke jakarta bersama keluarga Nania.
"Ada apa?"
Yosha duduk di ranjang."Ada yang ingin aku bicarakan,"
"Bicara apa?"
"Nania, aku tidak ingin ada anak kampus yang mengetahui pernikahan kita, aku juga tidak akan mengundang teman teman ku," ujarnya.
Nania yang berdiri di hadapan Yosha pun sedikit meremas tangannya, entahlah dia sedikit merasa kecewa dengan ucapan Yosha.
"Baiklah," ucapnya kemudian.
"Nania, kamu tau kan bagaimana jika ada anak kampus yang tau tentang pernikahan kita, mereka akan mengira Ryu bayi mu, itu tidak baik untuk reputasi mu dan reputasi ku," jelas Yosha.
"Aku mengerti, apa perlu aku mendatangi surat perjanjian lagi untuk ini?"
Yosha menggeleng."Tidak usah, aku percaya pada mu," beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar Nania.
***
Tak lama mereka pun bergegas menuju ke jakarta. Setelah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya mereka sampai di rumah Yosha.
"Kita sudah sampai," Yosha memberikan mobilnya di araa halaman rumahnya. "Masuklah," ucapnya yang keluar dari mobil.
Paman dan bibi Nania terus memutar pandangannya pada rumah yang tampak besar dan megah tersebut.
"Nania, ternyata suami mu sangat kaya raya?" bibi Nania berdecak kagum dan terus memutar pandangannya pada rumah tersebut.
Nania hanya tersenyum kaku mersponya.
Mereka pun masuk dan di sambut ramah dengan orang tua Yosha. Beberapa minggu kemudian Yosha dan Nania menikah. Pernikahan tersebut berlangsung cukup tertutup dan hanya di hadiri oleh kolega bisnis orang tuanya, sedangkan Yosha hanya mengundang ke dua temannya, Lukas dan Damar yang juga setuju untuk merahasiakan pernikahan tersebut.
Usai acara resepsi selesai Nania masuk ke kamaeny, mereka sepakat untuk tidak bermalam di hotel layaknya pasangan pengantin baru pada umumnya.
Tok Tok Tok.
"Nania," panggil Yosha yang mengetuk pintu kamar gadis itu berulang kali.
"Ada apa?" tanyanya saat membuka pintu dan Yosha masuk ke dalam.
"Tidurlah di kamar ku," pintanya.
"Apa? du kamar mu?!"
__ADS_1
Yosha mengangguk.
"Tidak, aku tidur di sini saja,"
"Nania, kita ini sudah menikah, tidak mungkin kita tidur di kamar terpisah yang ada orang tua ku akan curiga, tenang lahb, aku tidak akan menyentuh mu sesuai janji ku." jelas Yosha panjang lebar.
"Baiklah, aku mandi dulu," Nania mengangguk setuju.
Nania pun mandi dan tak lama bergegas maauk ke kamar Yosha, di lihatnya Yosha yang sedang berbaring di ranjang bersama baby Ryu.
"Tidurlah di sini, aku akan mandi dulu," ucap Yosha saat melihat Nania baru memasuki kamar.
Yosha bergegas ke kamar mandi. Nania pun menghampiri baby Ryu yang sudah terlelap. Nania merebahkan tubuhnya di ranjang, tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Terlihat Yosha yang hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada berjalan menuju lemari pakaiannya.
Nania yang memperhatikan itu segera memalingkan pandangannya, rasanya sangat malu melihat pria bertelanjang dada di hadapannya. Yosha mengenakan pakaiannya dan melirik Nania yang sedang menutupi wajahnya dengan bantal, Yosha tersenyum tipis melihatnya.
"Aku akan tidur di sofa," ucapnya menghampiri Nania.
Nania menyingkirkan bantal yang menutupi wajahnya."Oh, iya."
Mereka pun melewati malam pertama mereka dengan tidur terpisah sampai pagi menjelang. Pagi hari Nania bagun, terlihat baby Ryu yang sudah membuka matanya, Nania memandikannya dan memberikannya susu. Setelah selesai Nania pun mandi dan bersiap siap ke kampus.
"Yosha , bangunlah," menepuk pelan tubuh Yosha yang masih terlelap.
"Sudah siang, kamu tidak ke kampus?".
"Oh iya, aku mandi dulu,"
"Yasudah, aku pergi duluan, baby Ryu sudah bersama mama mu,"
"Tidak pergi bersama ku?"
Nania menggeleng." Tidak, akan banyak yang curiga jika kita pergi bersama."
Yosha yang awalnya masih berbaring merubah posisinya menjadi duduk." Baguslah, bersikaplah kita tidak saling mengenal di kampus." ucapnya kemudian.
"Baiklah," balas Nania kemudian yang langsung keluar dari kamar tersebut.
Yosha menghela nafas dan menyandarkan kepalanya di sofa."Pernikahan yang aneh, tapi.. memang harus seperti ini." tersenyum lirih dan bergegas untuk mandi lalu pergi ke kampus pagi itu.
Tak lama Yosha sampai di kampus. Yosha melangkahkan kakinya ke kantin tampak Nania yang sedang duduk sendiri di sana, Namun tak lama ada pria yang menghampirinya dan mereka mengobrol.
"Yosh," panggil seorang pria sambil melbaikan tangannya ke arah Yosha.
Terlihat Damar memanggilnya. Yosha pun berjalan ke arahnya dan duduk dengannya.
__ADS_1
"Pengenten baru, gimana semalam, lancar enggak?" godanya.
"Enggak ngapa ngapain gue," sahut datar Yosha.
Damar mendelik kaget." Serius?"
Yosha mengangguk.
"Aneh, sama cewek biasanya udah ngapa ngapain, tapi sama istri sendiri gitu," cibirnya.
Yosha hanya tersenyum kecut.
Damar meminum soft drink di hadapannya, lalu matanya menangkap Nania yang sedang mengobrol dan tampak akrab dengan seorang pria.
"Istri loe, lagi sama cowok tuh? enggak cemburu?"
Yosha menggeleng."Biarin aja," sahutnya datar.
Damar menggelengkan kepalanya."Pasangan yang aneh."
"Oia gimana, loe udah nemuin Yuna?" sambung Damar.
"Udah,"
"Serius, terus gimana?" tanyanya penasaran.
"Yuna bilang, dia udah gugurin kandunganya,"
"Hah? gugurin? terus tuh bayi siapa?"
Yosha menggeleng."Entahlah,"
Damar terrawa."Makannya jangan nyimpen saham banyak di rahim cewek jadi bingung sendiri kan loe," ledek Damar masih dengan tawanya.
Yosha hanya terdiam dan menengguk santai soft drinknya.
"Gue punya usul, kenapa enggak loe tes DNA aja tuh bayi?"
Yosha mengerutkan keningnya." Tes DNA?"
"Iya, tes DNA, supaya jelas itu anak loe atau bukan."
Yosha hanya terdiam dan mencoba memikirkan usul temannya tersebut.
Guys, kalau kalian suka novel ini tolong like, komen dan vote yang banyak yak..karena untuk novel baru sangat butuh penmbaca aktif.. supaya levelnya naik.. lebih aktif ya.. supaya aku semangat dan enggak pindahin novel ini ke flatrom lain lagi.. 😂😂😂😂😂
__ADS_1