Mendadak Jadi Dady

Mendadak Jadi Dady
Bertemu teman


__ADS_3

Yosha menarik tangan Nania yang mengikuti langkah kakinya di belakang."Kamu kenapa sih?" tanya Nania yang merasa aneh dengan tingkah laku Yosha.


"Kenapa?" Yosha menoleh seraya mengerutkan keningnya.


"Iya, kenapa bersikap seperti itu pada Nino tadi?"


Yosha mengaratkan giginya gemas. Kenapa gadis di hadapannya itu tidak juga sadar kalau dia sangat cemburu melihat Nino dengannya. Belum sempat Yosha menjawab handphonenya lebih dulu berbunyi.


"Halo mah,"


"Halo sayang, kamu bisa pulang sekarang? mama sama papa harus kembali ke jepang sekarang,"


"Hah? sekarang? mendadak banget?!" bibir Yosha menganga tak percaya.


"Iya, sebenarnya semalam mau bilang, tapi mama lupa, kamu pulang sekarang ya.".


"Yaudah, aku pulang sekarang." Yosha menutup teleponnya.


"Kenapa?" tanya Nania yang masih setia berdiri di sampingnya.


"Orang tua aku mau kembali ke Jepang sekarang,"


"Sekarang?"


"Iya, sekarang kita pulang." meraih tangan Nania dan menuju mobilnya di parkiran.


Beberapa saat kemudian mereka sampai, masuk ke rumah dan melihat mama Yosha yang sedang menggendong baby Ryu di ruang keluarga.


"Sayang, maaaf ya mendadak, papa ada kerjaan mendadak juga," ucapnya saat Yosha menghampiri dan menyerahkan baby Ryu pada Nania.


"Yaudah enggak apa-apa." sahut santai Yosha.


"Jaga anak dan istri mu baik-baik, jangan berbuat macam macam!" peringatan papa terdengar tegas di telinganya.


Mereka pun bergegas meraih koper yang sudah di persiapkannya dan bergegas meninggalkan rumah tersebut untuk kembali ke negri sakura.


Sementara itu Baby Ryu yang sedang berada di gendongan Nania tiba-tiba menangis.


"Sayang, haus ya?" Nania berusaha menenangkan seraya membuatkan susu di dapur.


"Susunya tinggal sedikit." melihat isi susu yang mulai menipis.


Nania kembali berjalan seraya memberikan susu pada baby Ryu di gendongannya.


"Yosh," menghampiri Yosha yang tengah berbaring santai di sofa.

__ADS_1


"Hemmm.. " sahutnya tanpa menoleh.


"Susu Ryu habis, aku enggak ada uang,"


Yosha beranjak dari duduknya, mengeluarkan dompet dari sakunya." Uang gue tinggal segini?" melihat selembar uang berwarna merah di dompetnya.


"Kamu ada uang kan?" tanya Nania melihat Yosha yang tampak melamun melihat isi dompetnya.


Yosha teringat beberapa hari lalu uangnya sudah terkuras habis untuk mentraktir Damar dan Lukas.


"Bentar ya, aku ke atm dulu." Berharap masih ada sisa uang pemberian orang tuanya di atm.


"Yaudah, nanti pulangnya sekalian beliin susu ya." pinta Nania yang langsung duduk di sofa.


Yosha mengangguk dan bergegas ke luar rumah mencari atm terdekat. Sampai tak lama dia mengecek sisa uang di atm nya.


Matanya membulat, melihat nominal di atmnya.


"Hah? seruis enggak cuma ada 20rb?" mendelik tak percaya.


"Aduh, waktu itu gue pakai apa ya uangnya?" mendadak lupa ingatan, saat tanpa sadar dirinya sering mengesek kartu atm sesuka hati untuk kesenangannya.


"Telepon ortu gue enggak mungkin, pasti mereka udah di pesawat." batinnya bingung.


Yosha pun meninggalkan atm dan menuju mini market membelikan sekotak susu dengan sisa uang di dompetnya.


"Loe beneran Yosha kan?" pria itu memperhatikan wajah Yosha dengan seksama.


"Gue Andre, teman SMA loe.. " ucapnya saat melihat wajah Yosha yang tampak bingung.


"Oh, iya.. sory lupa gue tadi." Yosha tersenyum saat mengingat teman dekatnya dulu di SMA.


"Enggak nyangka ketemu loe lagi, kita ngopi ngopi dulu yuk." ajaknya seraya menunjuk cafe tak jauh dari mini market tersebut.


"Aduh, buru buru gue," mencari alasan yang sebenarnya Yosha pun ingin nongkrong bersama temannya itu, tapi keuangannya sangat tidak mendukung.


"Bentar aja.. gue traktir deh."


Yosha menghela nafas lega, temannya seperti sangat tau keadaannya." Yaudah deh." jawabnya.


Mereka pun segera menuju cafe dan memesan makanan di sana.


"Loe habis beli susu?" tanya Andre saat melirik kantong plastik berisi sekotak susu di dalamnya.


"Oh.. i.. iya." jawabannya sedikit ragu yang langsung meletakkan susu tersebut di kursi sebelahnya

__ADS_1


"Loe udah punya anak?" Andre memasang wajah tak percaya.


"Iya, "


" Serius?"


Yosha mengangguk.


"Berarti loe udah nikah?"


Yosha tertawa." Iya lah, masa udah punya anak belum nikah." kembali tertawa menutupi aibnya sendiri.


"Enggak nyangka gue, sama donk gue juga baru punya bayi." sahut Andre." Nih anak gue, ganteng ya." ucapnya sambil memperlihatkan foto bayi di handphonenya.


"Iya ganteng." sahut Yosha yang sebenarnya menilai bayinya jauh lebih ganteng.


"Anak loe mana? gue nau lihat fotonya?"


Yosha terdiam, dia baru menyadari bahwa dirinya tak punya satu foto baby Ryu pun yang tersimpan di handphonenya.


"Enggak bawa handphone gue,"


"Oh.. loe udah kerja?" tanya kembali Andre seraya menyeruput cofe di hadapannya.


"Gue masih kuliah,"


"Gue juga masih kuliah, tapi sambil kerja gitu."


"Sambil kerja?"


Andre mengangguk."Iya lah keluarga gue kan enggak sekaya keluarga loe, gue udah punya bayi, kalau gue enggak kerja siapa coba yang beli susu buat tuh bayi? Loe sih enak ya tinggal minta ke orang tua." Andre tertawa seolah tau keadaan temannya itu.


Yosha terdiam, perkataan pria di hadapannya itu terdengar lebih meremehkan di telinganya.


"Kalau udah punya anak tuh lebih baik kasih makan anak pakai uang sendiri Yosh, lebih beda rasanya dari pada pakai uang orang tua." ucap kembali Andre seraya tersenyum tipis.


Yosha masih terdiam, kali inj benar, perkataan temannya itu benar-benar terdengar nyaring sedang menyindir di telinganya.


"Gue balik dulu deh, " Yosha beranjak dari duduknya.


"Buru buru banget Yosh?" tanya Andre yang sama sekali tak di hiraukannya, dan Yosha bergegas masuk ke mobilnya.


Yosha masuk ke mobil dan meletakkan susu di kursi sebelahnya. Entah kenapa perkataan Andre seperti menampar dirinya, entah merasa tersindir atau merasa di remehkan, Yosha tidak menyukai itu.


"Apa gue kerja sambil kuliah aja ya?" gumamnya kemudian.

__ADS_1


Guys.. jangan lupa kasih aku semangat ya.. dengan komen dan vote sebanyak banyaknya.. ❤️❤️❤️


__ADS_2