Mendadak Jadi Dady

Mendadak Jadi Dady
Wanita itu kekasih mu?


__ADS_3

"Udah pada datang loe?" suara Lukas mengagetkan mereka berdua pagi itu.


"Udah," sahut Yosha.


"Lagi pada ngomongin apa sih? serius banget?" Lukas pun duduk bersama mereka.


"Si Yosha katanya udah ketemu Yuna, terus Yuna bilang dia udah gugurin kandungannya," jelas Damar.


"Serius?" Lukas tampak terkejut mendengarnya.


Yosha mengangguk.


"Iya, jadi gue usulin mending tes DNA aja deh, belum tentu juga tuh bayi si Yosha," sambung Damar.


"Loe serius mau tes DNA?" tanya Lukas menyelidik.


"Belum tau, masih gue fikirin." Yosha terlihat bimbang.


"Menurut gue sih mending loe cari ibunya dulu deh, kalau pun benar itu bukan bayi loe, setelah tes DNA, terus mau loe gimanain tuh bayi? mau loe kasih panti asuhan lagi? loe tega?" ucap Lukas.


Yosha terdiam seraya mencerna perkataan temannya itu, benar memang jika pun baby Ryu bukan bayinya rasanya tidak tega jika Yosha harus menyerahkanya pada orang asing.


"Iya ya, bener juga loe," Yosha mengangguk setuju.


"Iya lah, mending loe cari dulu ibunya kalau emang bukan bayi loe, ya tinggal loe kasih aja ke ibunya," Lukas menyakinkan.


"Iya, bener kata loe." ucap Yosha yang mengurungkan niatnya itu, membuat Lukas tersenyum simpul mendengarnya.


Setelah cukup lama di kantin Yosha pun beranjak dari duduknya, matanya sedikit melirik Nania yang masih mengobrol dengan teman pria di kantin.


"Apa itu pacarnya?" batin Yosha bertanya tanya.


Setelah mata kuliah selesai Yosha keluar dari kelasnya.


"Jadi kita ke cafe?" tanya Damar pada temannya itu.

__ADS_1


"Iya, pengenten baru traktir lah.." goda Lukas yang langsung mendapat tepukan keras di pundaknya dari Yosha.


"Suara loe jangan kaya toa gitu, yang lain bisa tau," geram Yosha yang hanya di respon cengiran kuda dari Lukas.


"Gue ke toilet dulu deh, habis ini pokoknya loe harus traktir kita," pinta Damar.


"Iya, gue juga mau ke toilet dulu," sambung Lukas.


"Yaudah sana, bawel loe," Yosha mengibaskan tangannya dan dua mahluk itu bergegas pergi, Yosha pun duduk di depan kelas.


"Sayang," seru wanita yang menghampiri, merangkul lalu duduk di sampingnya.


"Kamu?!" menoleh ke arah wanita yang cantik dan seksi tersebut.


"Kenapa kaget gitu, kamu kemana sih, beberapa hari ini susah banget di temui," keluhnya dengan nada manja.


"Aku sibuk," sahutnya datar.


"Aku kangen.." melingkarkan tangannya do lengan Yosha dan bergelayut manja.


Nania yang sedang berjalan di sekitar situ pun menghentikan langkahnya melihat pemandangan tersebut.


"Nania," panggil seorang pria yang membuat Nania menoleh, begitu juga dengan Yosha yang langsung mengarahkan pandangannya pada Nania yang masih diam di tempat.


"Nino?"


"Kamu mau pulang?"


Nania mengangguk.


"Yaudah pulang sama aku. aja ya," ajaknya.


Nania menggeleng." Aku naik bis atau taksi saja,"


Nino kembali menghela nafas kecewa."Yasudah, aku carikan taksi ya, sepertinya mau hujan nih." bujuknya seraya melihat cuaca yang tampak mendung siang itu.

__ADS_1


Nania mengangguk dan mereka pun berjalan beriringan menuju keluar kampus.


"Berdua dua terus tuh mereka, udah kaya sendal jepit," batin Yosha yang berdecak kesal melihat pemandangan tersebut.


"Aku pergi dulu," Yosha melepaskan rangkulan wanita di sampingnya itu.


"Mau ke mana? aku masih kangen,"


Yosha tak menjawab dan berlalu pergi tanpa menghiraukan wanita tersebut yang memanggilnya berulang kali.


"Kok enggak ada taksi ya?" keluh Nino yang tak melihat satu pun taksi melintas di sana.


"Kamu tunggu di sini, aku carikan di sekitar sana ya,"


Nania mengangguk." Makasih ya,"


Nino tersenyum dan bergegas mencarikan taksi di luar area kampus.


"Nania," panggil Yosha yang menghampiri Nania.


"Ada apa?"


"Pulang dengan ku, baby Ryu menanyakan mu," menarik tangan Nania menuju mobilnya.


"Tidak, aku pulang naik taksi saja," tolaknya melepaskan tangan Yosha.


"Mau pulang dengan pria itu?" menunjuk Nino yang sedang berjalan dari kejauhan.


"Aku pulang nail taksi bukan dengannya, kamu urus saja wanita mu,"


"Terserahlah," ketus Yosha dengan nada jengkel.


"Wanita itu pacar mu?" tanya Nania kembali.


"Iya, dia pacar ku," jujur Yosha yang memang memiliki hubungan spesial dengan banyak wanita.

__ADS_1


"Baguslah, aku pulang dulu." Nania tersenyum lirih dan pergi meninggalkan Yosha.


Nanti malam aku up lagi yak.. jangan lupa like, komen dan votenya yak.. ❤️❤️❤️


__ADS_2