
"Hati hati ya," ucap Nino saat Nania akan menaiki taksinya.
Nania tersenyum, masuk ke dalam taksi dan berlalu pergi. Di tengah perjalanan hujan turun cukup deras, sampai taksi tersebut tiba-tiba terhenti.
"Kenapa pak?" tanyanya pada supir taksi yang terlihat beberapa kali mencoba menyalahkan mesin mobilnya tapi hasilnya nihil.
"Enggak tau mbak, sebentar ya saya periksa dulu," supir itu pun keluar dan memeriksa mesin mobilnya.
Sesaat kemudian dia kembali dengan tubuh yang tampak basah."Mobilnya mogok mbak,"
"Mogok? aduh gimana ya, hujan lagi?" Nania terlihat bingung.
"Tunggu sebentar sampai hujannya reda ya mbak, saya coba perbaiki,"
"Ya sudah," Nania pasrah dan menunggu di dalam taksi tersebut untuk beberapa saat.
"Nania," panggil seorang pria seraya mengetuk kaca mobilnya.
Nania menoleh, terlihat Yosha memanggilnya dari luar dengan berpayungkan jaket tebalnya.
"Yosha?" Nania mendelik kaget dan menurunkan kaca mobil tersebut.
"Turunlah, pulang dengan ku," ajaknya.
"Tidak aku di sini saja," tolaknya mentah mentah.
"Dasar bodoh!! kasihan Ryu menunggu mu di rumah." seru Yosha yang sedikit terpancing emosi.
Nania terdiam dan tampak risau."Pak, maaf sepertinya saya harus turun," ijin Nania pada sang supir.
"Oia, enggak apa-apa mbak, menunggu hujan reda juga lama," sahutnya ramah.
Nania tersenyum dan bergegas ke luar dari taksi tersebut. Yosha pun segera memayunggi dengan jaketnya, lalu masuk ke mobil. Sepanjang perjalanan tak ada percakapan di antara mereka sampai mereka tiba di rumah.
"Yosha, Nania, kalian baru pulang?" ucap mama Yosha yang melihat keduanya baru memasuki rumah.
"Aku kangen baby Ryu," Nania bergegas mengambil baby Ryu yang sedang tertidur dari gendongan mertuanya.
"Ya sudah kalian makan, lalu istirahat ya," mama Yosha tersenyum.
Mereka berdua pun bergegas ke kamar dan meletakkan baby Ryu di kasur.
"Dingin sekali," batin Nania dengan pakaian yang sedikit basah.
__ADS_1
"Mandilah, nanti kamu bisa sakit," ucap Yosha yang melihat tubuh Nania sedikit basah.
"Oh.. i.. iya,""
Nania pun bergegas ke kamar mandi, selesai mbersihkan tubuhnya, Nania terpaku seperti ada yang kurang untuknya.
"Ya ampun!! kenapa aku lupa ambil baju ganti!!" gerutunya.
Nania menekuk wajahnya seraya berfikir."Bagaimana ini? apa aku keluar dengan handuk saja? tidak! itu memalukan!" serunya kembali yang semakin bingung.
Yosha merebahkan tubuhnya di ranjang. Sudah cukup lama sampai tshirt yang di kenakakannya yang tadinya basah mulai mengering dengan sendirinya.
"Astaga.. tuh cewek mandi apa pingsan sih di dalam? lama bener?" gumam Yosha yang tak juga melihat Nania keluar dari kamar mandi.
Tok Tok Tok.
Yosha mengetuk pintu kamar mandi."Nania, kamu masih nafas?" tanyanya sedikit khawatir.
Nania yang tadinya berdiam diri terlonjak kaget mendengar suara Yosha."Oh, iya, aku baik baik saja,"
"Lama banget.. aku juga mau mandi," gerutu Yosha.
"Aduh, gimana nih," Nania tampak bingung dan mundar mandir dengan wajah gelisahnya.
"Yosha, boleh aku minta tolong," ucap Nania kemudian dari balik pintu.
"Minta tolong apa?"
"Emm.. aku lupa bawa baju ganti, bisa tolong ambilkan baju ganti untuk ku?"
"Oh yasudah," Yosha bergegas mengambil baju di lemari, namun dia terdiam sesaat dengan senyum yang mengembang di sudut bibirnya.
"Nania," panggilnya kembali sambil mengetuk pintu.
"Iya, sudah?" Nania bertanya tapi tetep tidak membuka pintu.
"Sudah, apa kamu tidak minta di ambilkan pakaian dalam juga?!" goda Yosha dengan senyum jahilnya.
"Apa? pakaian dalam?" Nania terkejut mendengarnya.
"Iya, pakaian dalam mu pasti basah, mau pakai yang basah saja?" godanya kembali.
"Ya ampun!! si mesum ini benar-benar!! sangat memalukan jika memintanya mengambilkanya!!" geram Nania dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
"Mau di ambilkan tidak??" godanya lagi, Yosha yakin gadis itu pasti sedang panik sendiri.
"Tidak usah!! berbaliklah!!" seru Nania.
"Berbalik."
"Iya, aku akan mengambilnya sendiri, cepat berbalik badan!!"
"Astaga.. memangnya kamu keluar dengan telanjang??"
"Jangan banyak bertanya!! kulit ku hampir keriput kedinginan di sini!!" gerutu kembali Nania.
"Dasar aneh, baiklah," Yosha pun segera berbalik badan.
Tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Nania memutar pandangannya tampak Yosha yang memang sedang berbalik badan. Nania jalan perlahan menuju lemari dengan handuk pendek yang membalutnya.
Nania mengambil pakai dalam di dalam lemari dan kembali berjalan, namun lantai itu sungguh licin, karena tetesan air dari rambutnya yang basah.
AAAAKKHH!! pekik Nania yang terpeleset dan jatuh terduduk di lantai.
"Kamu kenapa?!" tanya Yosha panik.
"Tidak apa apa, jangan berbalik."
Nania mencoba berdiri, tapi kaki dan bokongnya terasa cukup sakit."Ya ampun, sakit." keluhnya yang tidak mampu berdiri.
Yosha yang tidak sabar pun akhirnya berbalik badan dan melihat Nania yang terduduk di lantai dengan wajah frustrasinya.
"Bangunlah," Menghampiri Nania dan mengulurkan tangannya.
Nania tetap terdiam, rasanya bokongnya terasa cukup sakit dan sulit untuk bangun. Yosha pun bergegas menggendongnya.
"Tidak usah di gendong!!" seru Nania dengan wajah yang sangat malu.
Sampai terdengar suara tangisan baby Ryu yang terbangun dari tidurnya.
"Ryu sudah bangun," ucap Yosha yang bergegas membaringkan Nania di ranjang. Mata nakalnya sesaat melirik tubuh gadis itu yang hanya terbalut handuk pendek.
Sangat mulus dan putih."Astaga, tubuhnya sangat indah, dia seperti berlian yang tertutup jerami," batin Yosha dengan fikiran konyolnya.
Nania yang menyadari Yosha memandangi tubuhnya pun bergegas menarik selimut tebalnya di kasur, memalingkan wajahnya yang memerah karena malu.
"Aku akan membuatkan susu untuk Ryu, pakai lah pakaian mu." ucap Yosha yang langsung bergegas keluar kamar.
__ADS_1
Guys.. jangan lupa like, komen dan votenya yak.. ❤️❤️❤️❤️