
"Benar itu bayi mu?!!" sekali lagi papa Yosha bertanya dengan nada kerasnya, melihat Yosha yang hanya diam mematung.
"Benar, inj bayi ku dan ini pacar ku," balas Yosha yang sontak saja membuat mereka semua terkejut mendengarnya terutama Nania.
"Kamu ini benar-benar!!" papa Yosha hendak menampar kembali putranya, namun istrinya lebih dulu menahan pergerakan tangannya."Tenang pah, jangan tampar Yosha lagi," cegahnya.
"Kalian harus menikah, benar benar memalukan!!" perintahnya.
Tak lama Yosha dan Nania di beri bimbingan pada polisi agar tidak mengulangi perbuatannya lagi dan di perolehkan pulang.
"Aku akan mengantar Nania pulang dulu, aku titip bayi ku." pamit Yosha yang memberikan bayinya pada mamanya dan bergegas masuk ke mobil bersama Nania.
"Apa masuk mu bicara seperti tadi?" tanya Nania dengan wajah gusarnya.
Yosha terdiam sesaat.
"Menikahlah dengan ku," ucap Yosha seraya menatap bola mata Nania yang tampak terkejut mendengarnya.
"Menikah??!!"
"Iya, Menikahlah dengan ku, Ryu membutuhkan mu,"
Nania tersenyum lirih."Kamu sudah gila, sejak awal kamu meminta ku untuk berkerja dengan mu bukan menjadi istri mu."
"Aku tau, ini benar-benar di luar dugaan ku, tapi aku mohon menikahlah dengan ku demi Ryu."
Nania menggeleng."Maaf aku tidak bisa, lebih baik kamu katakan saja yang sebenarnya pada orang tua mu, mereka pasti bisa menerima." ucapnya yang langsung keluar dari mobil dengan cepat Yosha pun keluar dan menahan lengan gadis itu.
"Nania, aku mohon.. aku tidak bisa mengurus bayi ku sendiri, jadilah ibu untuk Ryu."
__ADS_1
"Aku tidak bisa, aku belum siap untuk menikah," tolak Nania kembali yang berusaha melepaskan tangannya, tapi Yosha menahannya kuat.
"Begini saja, menikahlah dengan ku, dan aku tidak akan menyentuh mu, kamu bisa meninggalkan ku jika aku sudah menemukan ibu dari bayi itu."
"Apa? maksud mu aku hanya di jadikan istri sementara mu? kamu fikir pernikahan itu sebuah permainan?!!" seru Nania.
"Aku tidak mempermainkan mu, tapi aku membutuhkan mu untuk bayi ku.. aku tau mungkin kamu tidak mencintai ku, dan aku tidak akan menyentuh mu selama pernikahan kita,"
Nania terdiam."Aku tidak bisa, maafkan aku." ucap Nania yang melepaskan tangan Yosha dan segera menaiki taksi yang melintas di depannya.
"Nania, aku mohon Nania, dengarkan aku dulu!" seru Yosha yang mengetuk kaca mobil berulang kali tapi Nania tak menghiraukannya dan berlalu pergi.
"SHIT!!!" umpat Yosha yang mengusap wajah frustrasinya.
Nania sampai di tempat kosnya dan merebahkan tubuhnya di kasur lantai miliknya. Nania memutar pandangannya dan melihat beberapa pakaian baby Ryu yang tertinggal di sana.
"Bagaimana bisa aku menikah dengannya, bahkan kami baru mengenal beberapa minggu saja," gumamya.
***
"Yosha, di mana rumah gadis itu?" tanya papa Yosha di tengah tengah sarapan mereka pagi itu.
"Rumah?"
"Iya, kalian harus segera menikah, kalau gadis itu tidak mau biar papa yang bicara dengannya , kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian," tegas papa Yosha.
"Tidak usah, biar aku yang bicara padanya nanti," cegah Yosha cepat.
Setelah sarapan Yosha pun bersiap untuk ke kampus.
__ADS_1
"Aku pergi dulu," pamit Yosha pada mamanya yang sedang menggendong baby Ryu.
"Hati hati ya," ucap lembut sang mama.
Baby Ryu yang melihat Yosha pun menangis dan meronta ronta ke arahnya." Sayang, papa mu harus ke kampus dulu," ucap mama Yosha pada bayi mungil itu yang tetap saja menangis.
"Aku akan mengajaknya jalan jalan sebentar, mata kuliah ku pun agak siang." Yosha bergegas menggendong baby Ryu dan mengajaknya ke luar rumah pagi itu.
Sampai Yosha tiba di taman kota dan menggendong baby Ryu yang tampak senang dengan gumaman khas bayi.
"Senang jalan jalan?" tanya Yosha yang duduk di bangku taman dan di respon senyum mengemaskan dari bayinya.
Yosha menghela nafas dan menatap lekat wajah bayi tak berdosa itu."Kasihan sekali kamu tidak ada ibu, aku berharap Nania mau menjadi ibu sambung mu, sepertinya dia sangat menyayangi mu." batin Yosha.
"Yosha," terdengar suara wanita memanggilnya.
"Nania?" tampak terkejut melihat Nania yang berdiri di sampingnya.
"Aku tadi ke rumah mu, ibu mu bilang kamu ke sini," balas Nania yang duduk di samping Yosha dan mengambil baby Ryu dari gendongannya.
"Kelihatannya dia senang sekali?" melihat baby Ryu yang masih bergumam dengan wajah cerianya.
"Iya, dia senang di ajak jalan jalan,"
"Aku sudah memikirkannya, aku tidak akan memberitahukan orang tua mu yang sebenarnya dan aku mau menikah dengan mu,"
"Serius?" tanya Yosha tak percaya mendengar ucapan Nania.
Gadis itu mengangguk."Kalau pun aku menolak pasti papa mu akan memaksa kan, dia sepertinya tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan setelah kejadian kemarin."
__ADS_1
"Iya, papa ku sangat keras kepala, baiklah kita akan segera menikah." ucap Yosha yang tersenyum lega.
Guys.. aku uop lagi.. kalian vote, like dan komen yang banyak yak biar aku semakin semangat.. ❤️❤️❤️