
Ke esokan harinya Yosha melajukan mobilnya menuju tempat kost Nania. Tak lama Yosha sampai dan segera mengetuk pintu.“Yosha?” Nania tampak terkejut dengan kedatangan Yosha pagi itu.“Ada apa ke sini?”
“Aku ingin mengajakmu untuk pergi ke rumah sakit bersama ku.” ujar Yosha.
“Baiklah, tunggulah, aku ganti pakaian dulu.” balas Nania. Yosha pun menunggu di teras, tak lama Nania keluar.“Ayo kita pergi.” ajak Nania yang sudah berdiri di hadapan Yosha. Yosha tersenyum, segera masuk ke mobilnya menuju ke rumah sakit.
“Nania, bagaima jika benar baby Ryu adalah bayi Lukas dan Rachel?” tanya Yosha di sela sela perjalan mereka.
Nania terdiam sesaat.“Mungkin aku sedikit tidak bisa menerimanya.” lirih Nania.
Yosha mencoba meraih tangan Nania di sampingnya.“Aku pun sayang baby Ryu.” ujar Yosha. Nania hanya terdiam dengan wajah yang risau menatap baby Ryu yang sedang di gendongnya.
Tak lama mereka tiba di rumah sakit. Sudah ada Lukas dan Rachel di sana. seorang dokter wanita mengantar pada sebuah dengan hasil pemerikasan di tanganya.“Silakan duduk.” ucap ramah dokter wanita itu beriringan dengan wajah cemas mereka.
“Bagaiamana hasilnya dok?” tanya Yosha penasaran.
“Dari hasil pemerikasaan bayi ini sangat cocok dengan gen pak Lukas.” jelas dokter tersebut meenyerahkan secarik kertas hasil pemerikasaanya. Dengan cepat Yosha mengambil dan membacanya. Raut wajahnya seketika menjadi snedu, menerima hasil pemerikasan tersebut. Begitu pula dengan Nania. Mereka harus menerima jika bayi mungil yang selama ini diasuh harus tinggal dengan orang tua kandungnya
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut.
“Aku ingin bayiku.” ucap Rachel yang langsung mengambil baby Ryu dari gendonagan Nania.
__ADS_1
“Yosh, maafin gue.” ucap Lukas yang tau ini bukanlah keinginan yang di harapkan Yosha. Yosha hanya terdiam, sulit baginya menerima ini.
“Rachel, banyak perlengkapan baby Ryu di rumah Yosha, aku akan mengemasinya.” ucap Nania yang berusaha untuk menerima.
“Yasudah, besok antarkan ke rumah ku.” balas Rachel yang langsung berlalu pergi bersama Lukas.
“Ayo kita pulang.” ajak Yosha. Nania hanya mengangguk pelan. Tak lama mereka pun sampai rumah. Nania menatap lirih kamar berwarna ceria itu. Nania segera membuka lemari dan mengemasi pakaian baby Ryu.
“Nania.” Yosha menghampiri Nania yang tampak terlihat sedih.“Maafkan aku, aku sudah membawamu pada situasi ini.” ucap Yosha.
“Tidak apa apa, aku senang bisa bertemu dan mengurus baby Ryu walaupun cuma sesaat.” balas Nania dengan suara yang bergetar menahan air matanya.
“A..aku..” Nania hendak berucap tapi Yosha segera mencium bibir ranum itu.“Euuumm” Nania melengguh, ini ciuman pertamanya. Tangannya meronta, memukul punggung Yosha agar melepas peluknya. Yosha tak perduli dan terus mengulum bibir yang sangat manis untuknya itu. Nania mengehntikan pukulanya, perlahan menerima bibir Yosha yang terus mengulum bibirnya.“Aku mencintaimu.” ucap Yosha melepaskan ciumanya. Nania tertunduk malu dengan wajah yang merona.
***
Keesokan harinya Yosha dan Nania mengunjungi rumah Rachel untuk memberikan perlekapan dan baju baby Ryu yang masih di di rumah Yosha.“Nania?” ucap Rachel saat membuka pintu.
“Ini, aku bawa perlengkapan baby Ryu.”
“Oh ya, makasih ya.” balas Rachel.
__ADS_1
“Mana baby Ryu?”
“Itu.” Rachel menunjuk baby Ryu yang sedang di gendong Lukas danberjalan menghampiri mereka.
“Yosh.” sapa Lukas.
“Boleh aku mengendongnya?” ucap Nania yang merasa sangat rindu pada bayi itu.
“Tentu boleh.” Lukas memberikan baby Ryu pada Nania. Lukas pun memberi isyarat pada Rachel agar meninggalkan mereka berdua.
Nania mencium gemas baby Ryu yang di gendongnya.“Aku rindu sekali padamu bayi lucu.” ucap Nania gemas.
Yosha tersenyum melihat Nania yang tampak senang.“Nania aku ingin baby Ryu.” ucap Yosha kemudian.
“Ini.” Nania hendak memberikan baby Ryu pada Yosha.
“Aku ingin baby Ryu dari mu.” sambung Yosha.
“Apa?”
“Aku ingin bayi dari rahim mu. Aku ingin kamu hamil.” jelas Yosha. Sontak saja wajah Nania tampak bersemu mendengarnya.
__ADS_1