
"Iya, dua hari yang lalu ada seorang gadis yang mengambilnya." wanita itu pun menceritakan tentang gadis itu pada Yosha.
Tak lama Yosha pun segera melajukan mobilnya ke sebuah rumah kost. Yosha melangkahkan kakinya dan mengetuk pintu perlahan.
Tok Tok Tok.
Tampak seorang gadis membukakaan pintu, namun dengan cepat hendak menutupnya kembali begitu mengetahui kedatangan Yosha.
"Kembalikan bayi itu, Nania!!" geramnya seraya mendorong pintu dan memaksa masuk.
"Kamu masih perduli pada bayi itu? bukankah kamu yang membiangnya? kalau aku tidak melihatnya mungkin dia sudah di ambil dengan orang lain,"
Yosha melangkahkan kakinya mendekati bayinya dan bergegas menggendongnya, entahlah ada perasaan rindu yang sangat terasa untuk bayi itu.
"Aku akan mengurusnya kembali."
"Orang tua macam apa kamu?" Nania tersenyum kecut.
"Bukan urusan mu." hendak melangkahkan kaki keluar dari kost tersebut.
"Baiklah, aku mau menjadi baby sister bayi itu," ucap Nania kemudian yang membuat Yosha menoleh ke arahnya.
"Kenapa berubah fikiran?" tanyanya heran.
"Aku kasihan pada bayi itu jika harus di urus denganmu."
Yosha tersenyum tipis mendengar ucapan Nania."Terselah, sekarang ikutlah dengan ku, kita ke rumah ku." titahnya.
Nania pun akhirnya mengikuti Yosha menuju rumahnya. Tak lama mereka sampai, Nania memutar pandangan pada rumah yang tampak megah tersebut.
"Rumah ini besar sekali, apa kau tidak mempunyai asisten rumah tangga?" tanya Nania heran seraya mengikuti langkah Yosha yang menuju ke sebuah ruangan.
"Aku punya asisten rumah tangga, tapi dia sedang pulang kampung, aku tidak mudah percaya dengan orang lain."
"Lalu kenapa percaya dengan ku?"
"Kamu ini cerewet sekali, tunggulah di sini, aku akan membuat surat perjanjian di atas materai untuk mu." mempersilahkan Nania masuk dan menyerahkan bayi mungilnya lalu bergegas ke kamarnya.
"Kemana orang tuanya? rumah ini sepi sekali?" gumam Nania sambil terus memutar pandangannya.
Tak lama Yosha kembali dengan secarik kertas di tangannya." Tanda tangan di sini," memberikan kertas tersebut pada Nania.
__ADS_1
Nania sejenak membaca isi kertas tersebut."Apa ini? kenapa aku harus tinggal 24 jam di sini?" tanyanya yang tampak terkejut.
"Aku sangat membutuhkan mu saat malam hari, kerena bayi ini selalu menangis, jadi kamu harus tinggal di sini," jelas Yosha.
Nania dengan cepat menggeleng."Tidak bagaimana jika tetangga tau, aku tinggal di sini, mereka akan berfikir macam macam dengan kita,"
"Astaga, kenapa fikiran mu kolot sekali,asisten rumah tangga ku pun dulu tinggal di sini dan tetangga ku tidak berfikir macam macam, sudahlah cepat tanda tangan." ucap gemas Yosha.
Nania menghela nafas, mengambil pulpen dan menandatangani surat tersebut.
"Bagus, sekarang kamu sudah resmi berkerja dengan ku, kamu boleh berhenti setelah aku menemukan ibu dari bayi ini." ucap Yosha kemudian.
"Apa? setelah menemukan ibu dari bayi ini? kenapa tidak tertulis di sini? itu benar benar waktu yang tidak pasti, bagaimana jika bayi ini sudah besar kamu belum menemukannya?" protes Nania seraya membaca ulang surat tersebut.
"Tertulis kok, ini sambungannya," mengeluarkan secarik kertas yang di sembunyikannya.
"Ya ampun kamu licik. sekali!!" geram Nania.
Yosha tertawa kecil melihat ekspresi gadis itu." Sudahlah, kamu tidak usah khawatir, aku pasti akan menemukan ibu dari bayi ini, sekarang ikut dengan ku, kita ke kamar mu." beranjak dari duduknya dan menuntun Nania ke sebuah ruangan.
"Ini kamar mu, tidirlah di sini."
"Baiklah," Nania mengangguk dan masuk ke kamar tersebut.
***
Keesokan harinya.
Tok Tok Tok.
"Bagunlah, sudah pagi," seru Nania yang mengetuk pintu kamar Yosha berulang kali.
Yosha dengan berat membuka matanya dan bergegas membuka pintu."Ada apa sih?" tanyanya jengkel.
"Aku. harus ke kampus pagi ini, bagaimana?" tanya Nania yang tampak bingung.
Yosha melirik jsm dinding di kamarnya."Yasudah bayi ini bersama ku dulu, aku juga ada kelas tapi agak siang,"
"Yasudah, aku akan segera kembali." menyerahkan bayi mumgil itu pada Yosha dan hendak beranjak pergi, namun Nania menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Yosha.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Aku bahkan belum tau nama mu?" ucap Nania yang tampak bingung saat memanggil Yosha karena sampai detik ini dia belum tau nama pria di hadapannya itu.
"Yosha, dan ini baby Ryu." Yosha mengulurulkan tangannya.
"Baby Ryu?"
Yosha mengangguk.
"Nania," merespon uluran tangan Yosha dan berlalu pergi.
"Sudah berkerja di sini tapi baru berkenalan, dasar aneh." gumam Yosha seraya menggelengkan kepalanya.
Siang hari setelah mata kuliah selesai Nania pun kembali ke rumah Yosha dan Yosha hendak bergegas ke kampus siang itu.
"Bagaimana jika kita punya jam kuliah yang sama siapa yang akan menjaga Ryu?" tanya Nania saat kembali menggendong baby Ryu.
"Aku yang akan mengalah, aku tidak akan masuk kelas." balas Yosha yang mencium kening bayinya dan bergegas meninggalkan rumah.
"Apa dia benar-benar menyayangi bayi ini?" gumam Nania heran.
Malam hari Yosha pulang dan memutar pandangannya, tampak Nania dan baby Ryu yang tertidur di ruang keluarga.
"Astaga.. kenapa mereka tidur di sini," melihat baby Ryu yang tertidur di sofa dan Nania yang menyanggah kepalanya di sofa.
Yosha segera menggendong bayinya dan meletakkan di kamar Nania. Yosha kembali ke luar keluarga dan melirik wajah Nania yang tampak lelah.
"Sepertinya dia lelah sekali?" gumamnya yang langsung mengendong Nania ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di samping baby Ryu.
Yosha menyelimuti keduanya dan bergegas keluar kamar.
Di Jepang .
"Kamu sudah menghubunginya?" tanya seorang pria pada istrinya.
"Sudah, tapi Yosha tidak mengangkatnya," jelas sang istri dengan wajah kecewanya.
"Sudahlah, anak itu memang susah di hubungi, minggu depan kita kembali ke Indonesia,"
"Iya, aku sangat rindu putra ku." ucap wanita itu dengan wajah sendunya.
Guys.. tolong bantu like dan komen sebanyak banyaknya yak.. ❤️❤️❤️
__ADS_1