
"Ini gaji mu," pak Hendra memberikan amplop coklat pada Yosha sore itu.
"Terima kasih pak," Yosha tersenyum menerima uang hasil keringatnya sendiri.
Sudah genap sebulan Yosha berkerja part time di restoran tersebut. sepulang kuliah Yosha sudah siap dengan seragam restoran yang di bawanya di dalam tas, meskipun kerap kali dirinya merasa mengantuk,lelah ataupun harus mengorbankan waktu nongkrongnya bersama teman temannya, Yosha berusaha sabar untuk memenuhi kebutuhan baby kecilnya serta Nania.
***
Pagi itu Yosha bergegas mandi dan menghampiri Nania yang sedang bermain dengan baby Ryu di taman belakang.
"Nania, kamu ada kelas enggak?" tanyanya saat sudah berdiri di hadapan Nania.
"Ada, cuma agak siang,"
"Yasudah, enggak usah masuk saja dulu hari ini," titah Yosha.
"Lho kenapa?" tanya Nania heran.
"Aku mau mengajakmu dan Ryu jalan jalan."
"Jalan jalan?"
Yosha mengangguk.
"Memangnya ada uang?" tanyanya mengingat saat ini Yosha tak mau lagi mengambil uang yang sudah di transfer orang tuanya.
"Ada, aku sudah gajian kemarin." Yosha tersenyum bangga.
"Sudah gajian? lebih baik uangnya di simpan saja dari pada untuk jalan jalan." tolak halus Nania.
"Ya ampun..kamu ini di ajak senang kok susah," geram Yosha.
"Bukan begitu.."
"Sudahlah, cepat siap siap kita berangkat sekarang!" ucap Yosha sebelum Nania melanjutkan ucapannya dan berlalu pergi.
Ya ampun..dia itu benar benar kepala batu. batin Nania.
Nania bergegas mengganti pakaiannya dan baby Ryu ,lalu menghampiri Yosha yang sedang menunggunya di ruang keluarga.
"Aku sudah siap," ucap Nania yang sudah berdiri di hadapan Yosha.
__ADS_1
Yosha melihat ke arah Nania yang sudah berdiri dengan blouse hitam lusuh miliknya. Sebenarnya Nania mempunyai paras yang cukup cantik tapi seakan tertutup oleh pakaian lusuh dan tidak modusnya. Entah karena tidak memiliki uang untuk membeli pakaian atau memang tidak suka belanja membuat Yosha merasa iba melihatnya.
"Yasudah, ayo kita pergi." Yosha beranjak dari duduknya dan bergegas keluar rumah.
"Kita mau kemana?" tanya Nania saat sudah di dalam mobil.
"Ikut saja," sahut Yosha seraya tersenyum tipis.
Yosha pun melakukan mobilnya ke suatu tempat. Sampai mobil itu terhenti di sebuah mall siang itu.
"Yosh, ngapain kita ke sini?" tanya Nania saat Yosha memarkirkan mobilnya.
"Aku mau membelikan baju untuk Ryu."
"Oh," Nania mengangguk setuju.
Mereka pun masuk ke dalam dan berjalan menyusuri mall tersebut.
"Kamu tunggu di sini saja," ucap Yosha saat mereka menghentikan langkahnya di depan sebuah salon.
"Di salon? kenapa harus menunggu di salon?" tanya Nania semakin heran.
"Aku ikut saja," pinta Nania.
"Kamu tunggu di dalam saja sebentar, sudah jangan banyak protes." paksa Yosha yang kemudian masuk ke dalam salon tersebut lalu mengatakan sesuatu pada pegawai di sana.
"Jangan lama lama." ucap Nania saat Yosha dan baby Ryu hendak meninggalkanya.
"Iya, tunggu saja." Yosha tersenyum dan berlalu pergi.
Kemudian Yosha memasuki satu persatu toko untuk membeli pakaian untuk baby Ryu dan Nania.
"Ayo mbak, kita mulai perawatannya." ucap ramah pegawai salon pada Nania.
"Perawatan?" Nania mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Iya, suami mbak tadi bilang kalau mbak mau melakukan perawatan wajah dan rambut." jelas pegawai tersebut.
"Apa? tapi saya tidak mau melakukan perawatan?" Nania tampak terkejut.
"Tapi suami mbak sudah membayar total perawatannya, ayo ikut kami." ajak pegawai tersebut yang membuat Nania pasrah sekaligus bingung.
__ADS_1
Setelah cukup lama memilih beberapa pakaian untuk Nania dan Ryu . Yosha pun kembali ke salon tersebut dan menunggu Nania yang masih melakukan perawatan.
"Yosha," panggil suara wanita saat dirinya sedang duduk menunggu.
Yosha menoleh, matanya terperangah pada gadis cantik yang berdiri di hadapannya.
"Nania?" terpukau dengan wajah Nania dengan wajahnya yang terlihat segar serta rambutnya yang terurai indah dan tak lagi kusam.
"Kenapa menyuruhku melakukan perawatan?" protes Nania dengan wajah jengkel dan Yosha hanya tersenyum jahil.
"Sudah, sekarang pakai ini," memberikan paper bag pada gadis itu.
" Apa ini? pakaian?" melihat isi paper bag tersebut dengan beberapa pakaian di dalamnya.
"Iya, aku membelikan pakaian untuk mu."
"Seharusnya tidak usah membelikan pakaian untuk ku." tolak Nania.
"Astaga..kamu ini di kasih enak dari tadi protes terus." ucap gemas Yosha.
"Bukan begitu, nanti uang gajimu habis." protes kembali Nania.
"Gaji ku banyak, sudah cepat pakai." titah Yosha.
"Nanti saja pakai nya." tolak kembali Nania.
"Ya ampun kamu ini." geram Yosha yang langsung menyuruh pegawai salon untuk menuntun Nania ke sebuah ruangan untuk mengganti pakaiannya.
Tak lama Nania selesai mengganti pakaiannya.
"Yosha," panggilnya seraya menghampiri Yosha yang masih duduk menunggu bersama baby Ryu.
Yosha menoleh, matanya kembali terperangah melihat Nania yang tampak cantik dengan drees yang di belikanya.
"Kenapa melihat ku seperti itu? tidak cocok ya?" ucap Nania yang sedikit malu Yosha memandangi nya dari ujung kepala sampai kaki.
"Cocok." jawabnya singkat yang sebenarnya cukup terpesona dengan penampilan Nania.
"Emm.. kita pulang sekarang?"
"Kita makan dulu." beranjak dari duduknya, meraih tangan Nania dan keluar dari salon tersebut.
__ADS_1