Mengejar Cinta Duyung Kolam

Mengejar Cinta Duyung Kolam
Bab 1 Siapa dia


__ADS_3

Tumpuan matanya hanya pada satu titik itu. Namun fikirannya entah ke mana - mana. Menipukah dia pada sekitarnya? Tapi adakah yang peduli padanya? Adakah yang memperhatikannya?


Ah pedulilah dengan orang disekeliling. Mata coklatnya berbentuk mata kucing itu terus fokus pada satu titik kata pada majalah yang dipegangnya. Entah kenapa satu kata itu menganggunya. Ahhh kata itu. Hahaha, dia ketawa dalam hati.


Brakkkkk.


Fokusnya terganggu. Dia memandang ke arah bunyi itu. Seorang gadis manis tersipu malu atas apa yang terjadi. Gara - gara terlalu memandang benda pipih itu tanpa sedar dia melanggat meja di depannya. Dengan terburu - buru dia berjalan cepat ke arah temannya yang satu ini.


"Mya... aduh kamu tak malukah langgar meja di siang buta begini" katanya pada gadis bernama Mya yang duduk dengan cepat disampingnya. "Kamu ganggu fokus ku membaca," protesnya.


"Maf, maf tuan puteri, hihihi," tawa kecil gadis bernama Mya itu sambil memandang persekitarannya. Keadaan library pada waktu itu tidaklah ramai.


"Eh, kamu bawa aku masuk library siang ini untuk apa? Baca buku?" tanya Mya sambil memandang teman di sampingnya.


Si gadis disamping Mya mengetuk kepalanya. "Apaan sih, sakit la," kata Mya. Gadis itu tertawa kecil. Mya mengusap kepalanya yang diketuk.


"Masuk library itu bukan semestinya baca buku, Mya sayang," kata gadis itu. "Masuk library itu kan kita boleh rasa ala-ala suasana seperti di Korea atau di England. Suasana dingin yang nyaman dan tak bising," sambungnya.


"Woooo woooo, bentar, pusat bacaan ini diumpamakan Korea? England? Hello...," kata Mya ketawa kecil takut didengar oleh penjaga buku bacaan itu.


"Sebenarnya aku bosanlah Mya. Dirumah... ahhh rumah. pokoknya aku bosan," kata gadis itu.


Mya mengaru - garu kepalanya yang tidak gatal. Ah dasar gumamnya dalam hati. Temannya ini memang seorang yang suka menyendiri. Tetapi bukan juga anti sosial.


Dia sebenarnya seorang yang terbuka, lembut, penyayang tapi galak, hahaha. Dia juga seorang yang berani, berkerja keras dan paling penting kuat makan. Disisi lain Yulia, ya nama gadis itu Yulia Quan. Mereka seusia. Umur mereka belum genap 22 tahun. Bedanya Mya sudah pernah mempunyai pacar, sedangkan Yulia seumur hidupnya belum merasa apa itu pacaran.


Kalau dilihat - lihat, Yulia itu cantik dengan mata berbentuk mata kucing. Pipi tanpa jerawat. Bibir yang cantik dan berambut panjang separas dada.


Mereka berteman baik sejak mereka masuk kelas yang sama ketika berumur 13 tahun. Walaupun setelah tamat sekolah menengah dan masing - masing melanjutkan pendidikan ke jurusan pilihan mereka, hubungan mereka tidak pernah putus.

__ADS_1


"Yul," panggil Mya.


Yulia menoleh ke arah Mya dengan pandangan kosong.


"Jom kluar. Aku yang jadi bosan masuk di tempat yang penuh buku ni," akui Mya. Sambil berdiri dia menarik tangan Yulia. Tanpa protes pula Yulia menurut.


Ketika mereka keluar, Mya sibuk mencadangkan tempat - tempat untuk mereka kunjungi. Namun kelihatannya Yulia tidak tertarik dengan semua yang Mya katakan.


Dalam sibuknya mereka beradu pendapat, tiba - tiba Yulia terdorong ke depan dan handphonenya jatuh kerana seseorang melanggarnya dari belakang.


"Hey mata butakah, mana mata, mana?" kata Mya geram sambil memandang tajam kearah orang yang melanggar Yulia.


"Eh, maf, maf banyak. Saya tak sengaja. Itu teman saya dorong, dorong ada yg lucu," jawab seorang lelaki memandang Mya tanpa peduli pada Yulia.


Yulia dengan muka cemberut memungut handphonenya. Jelas di wajahnya dia tidak puas hati.


"Ini hp aku, uda rosak. Siapa yang mau bertanggungjawab,"kata Yulia kesal sambil menunjuk-nunjukkan hpnya. Teman lelaki tadi mengambil dan membelek beberapa kali hp Yulia sambil memperhatikannya.


"Nah, hp kamu tak rosak pun," katanya tanpa rasa bersalah. "Tu lihat, hp kamu masih bisa digunakan. Buktinya hp ku boleh dihubungi,"sambungnya.


Dengan perasaan meluat, Yulia merampas hpnya dari lelaki itu.


Melihat Yulia dan Mya begitu kesal, kedua lelaki itu terus ketawa mengejek tanpa rasa bersalah. Tanpa berfikir panjang Yulika menendang kedua-dua lelaki itu di perut mereka. Kedua lelaki itu berteriak terkejut dan kesakitan. "Rasakan, lelaki jahat," kata Yulia ketawa sambil berlari menarik Mya meninggalkan mereka. Hahaha rasakan tendangan ku yang comel batin Yulia.


Tanpa arah tuju Yulia dan Mya terus berlari tanpa berhenti. Mereka sudah beberapa minit berlari sambil sesekali ketawa terbahak - bahak. Mereka tidak peduli apa orang akan fikirkan tentang mereka


"Hahaha...Mya, aku sudah penat ni. Sakit perut ku ketawa sambil berlari. Su..dah hi..lang tenaga karate ku," kata Yulia tercungap-cungap.


Mereka berhenti di sebuah taman di kota itu. Suasana pagi menjelang siang di taman itu sedikit sunyi. Kedengaran hanya kicawan burung dari banyak sudut. Walaupun kota ini ditumbuhi dengan bangunan tinggi, taman ini mengimbangi suasana kesibukannya. Kehijauan taman menyegarkan pandangan dan memberi ketenangan.

__ADS_1


Mya berjalan dulu menuju ke arah sebuah bangku panjang di bawah sebuah pohon berbunga kuning. Entah apa nama pohon berbunga kuning itu, Yulia mahu pun Mya, mereka tidak kenal pohon ini.


"Rasanya mereka akan cari kita untuk balas dendamkah?" tanya Mya pendek sambil duduk menyandar. Yulia duduk disampingnya terkekeh. Dia masih ingat dengan jelas bagaimana wajah kedua lelaki tadi terkejut kesakitan.


"Kalau dilihat tadi, mereka tak bergerak mengejar kita," balas Yulia tersenyum.


"Lia, tadi kenapa kamu tak tendang disana saja?" soal Mya terkekeh lucu. Mereka berpandangan dan ketawa terbahak-bahak merasa lucu. Kesaian dua lelaki tadi. Entahlah apa yang mereka lakukan sekarang, Yulia membatin.


"Yul, telepon kamu rosak terukkah," tanya Mya lagi ingin tahu. Yulia mengeluarkan hpnya dari poket seluarnya. Kerosakan hpnya tidaklah teruk. Cuma ada sedikit calar pada skrinnya. Dia menggelengkan kepala sambil tersenyum.


Kerana kelaparan, kedua gadis cantik ini meninggalkan taman dan berjalan mencari tempat makan. Mereka menuju ke sebuah kedai makan. Mereka tidak pernah masuk kedai ini. Kedainya bersih dan pelayannya ramah.


Yulia memesan nasi berlaukkan ikan masak pedas Thai. Sementara Mya lebih memilih nasi berlauk ayam masak vietnam. Semasa menunggu makanan mereka tiba, mereka mengungkit lagi kisah tadi. Muka mereka kelihatan merah kerana menahan tawa.


Di salah satu sudut kedai itu, ada sekelompok pemuda sedang menikmati makanan mereka dengan tawa ria. Seorang diantara mereka mula berdiri dan berjalan ke arah Yulia dan Mya.


"Maf, sepertinya saya kenal kalian, Mya dan Yulia kan," katanya setiba di depan meja mereka. Dengan sedikit terkejut, Yulia da Mya serentak mendongok memandang lelaki itu. Mereka berdua berfikir dan tertanya-tanya. Siapa gerangan lelaki tampan ini.


*********


Mya ini seorang yang lucu, dia juga suka makan. Teman yang baik. Pernah pacaran. Tapi entahlah, mungkin cinta monyet saja.


hahahah


Tertanya-tanya apa 'kata' itu?


Siapa lelaki itu?


Sila lanjut bacanya di episod selanjutnya ya.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2