
Ketika Yulia masuk ke dalam dewan dimana acara pengenalan produk baru bagi syarikat Bu Mimi akan dilancarkan, seseorang melanggarnya tanpa sengaja.
"Ahh...," Yulia menjerit kecil dan sedikit terundur. Dia meminta maaf kepada orang yang melanggarnya dan berlalu dengan cepat tanpa memandang orang itu.
"Hmmm..," gumam orang itu sedikit terkejut kerana ulahnya melanggar tanpa sengaja seorang perempuan. Apatah lagi gadis itu menunduk dan meminta maaf terlebih dahulu. Lelaki itu mengaru - garu kepalanya yang tidak gatal sedikit bingung.
Setibanya Yulia di meja Bu Mimi, dia terkejut ada Bimba di sana. Matanya terbelalak melihat pemuda kancil di sini.
Dengan selamba tanpa memandang Bimba, Yulis duduk di samping Bu Mimi. Tetapi hatinys sedikit kecut mengingatkan Bimba di sebelah Bu Mimi ibunya Bimba.
Sepanjang duduk bersama mereka di sana, Yulia merasa tidak tenang. Seperti ada mata yang memperhatikannya.
"Mustahil anak kancil itu memperhatikan saya," desis hati Yulia tidak suka. Dia mencuri pandang ke arah Bimba, tetapi tidak ada randa - tanda Bimba melihat kearahnya. Pemuda itu kelihatan asyik dengan teleponnya. Entah apalah yang menarik disana.
Ketika sesi demo merias wajah secara natural, Yuli menjadi panik.
"Kamu kenapa Yulia? Kenapa seperti kamu panik? Kamu ada masalah? Katakan pada tante," soal Bu Mimi bertubi - tubi.
"Tante, Mya belum sampai. Jadi saya tidak tahu mahu ambil siapa menjadi model saya untuk buat demo produk ini," jawab Yulia berterus terang.
__ADS_1
"Hmmm...," gumam Bu Mimi mengerti.
"Bim, ikut Yulia. Kamu jadi model Yulia untuk hari ini. Jangan protes atau bilang apa - apa," kata Bu Mimi memberi arahan tegas kepada anak lelakinya.
Bimba menghela nafas berat berdiri berjalan menuju ke bangku riasan.
Dengan sedikit ragu dan tidak sudi, Yulia memperhatikan kulit wajah Bimba, kemudian menerangkan kepada semua yang hadir produk yang sesuai dan bagaimana menggunakan produk tersebut.
Yulia mulai membuat demo setelah penerangan yang dia telah lakukan. Dia menyentuh kulit muka Bimba dengan sedikit kasar. Membelainya dengan menekan muka Bimba menggunakan krim yang dia nyatakan dari produk mereka.
"Rasakan ", batin Yulia sambil tersenyum
Bimba sedikit terkesiap. Bulu romanya meremang, merinding. Hatinya kesal. Etahlah. Kemudian hatinya terbit rencana. Dia tersenyum lebar di hati mengingat rencana yang bakal dia lakukan.
"Mya apa ni, sedikit terlambat kamu bilang? Ini uda mau pulang la," marah Yulia tidak suka. Mya cuma tersenyum kuda melirik Yulia yang tengah kesal.
"Tak apalah Mya, lain kali jangan begini lagi," nasihat Bu Mimi tegas.
"Terima kasih Puan. Saya tidak akan begini lagi di acara lainnya," janji Mya.
__ADS_1
"Kalian makanlah dulu sebelum pulang ya. Lagipun semuanya berjalan lancar dalam acara petang ini," kata Bu Mimi tersenyum.
Yulia dan Mya berjalan beriringan ke meja buffet kerana acara makan dilakukan secara buffet. Ketika mereka sampai, mereka melihat ada banyak jenis makanan yang disediakn di acara buffet itu.
"Wow ini barulah makan namanya," kata Mya senang. "Makan free, bererti boleh makan banyak tanpa susah hati mau bayar makanan," bisik Mya kepada Yulia
"Myaaa...," omel Yulia mengerutkan dahinya memandang Mya geram. Mya cuma menyeringai melirik Yulia
Di sebuah meja dalam dewan itu seorang pemuda dengan muka berkerut memandang lekat ke arah Yulia dan Mya. Dia berdiri berjalan menuju meja buffet.
"Siapa gadis itu ya?" gumamnya sendiri tanpa sedar Bimba yang berada di sampingnya menoleh mendengar persoalannya.
"Gadis mana bro," soal Bimba yang sekarang berjalan seiring menuju meja makan.
"Gadis - gadis cantik yang di sana," katanya sambil menunjukan dagunya ke arah Yulia dan Mya.
"Kalau mau kenal, kita boleh ke sana bro," cadang Bimba.
"Ah nantilah. Ambil makanan dulu atau minuman, baru bergabung dengan mereka," jawab pemuda itu tenang.
__ADS_1
"Oh iya, saya Bimba. Bimba Bayu dan anda?" perkenal Bimba sopan
"Selamat berkenalan, saya Jack. Jack Ramos. Itu ayah dan ibu saya," jawab Jack sambil tersenyum memandang ibu bapanya.