
Di satu ruang rehat mall itu, duduk seorang gadis dengan muka merah. Jantungnya berdetak kencang.
Deg dug dag
Dia berusaha menenangkan hatinya yang tidak karuan. Semakin dia menenangkan diri semakin laju detakan jantungnya. Dia menangkup mukanya dengan tangannya sambil menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar.
Kemudian dia membuka matanya sambil memerhati dari celah jarinya yang dia tangkupkan pada wajahnya. Nun di seberang sana, dia melihat sepasang kekasih berpelukan. Ya mungkin kekasih atau mengkin tunangan atau mungkin pasangan baru nikah. Dia tidak tahu.
Dari celah jarinya dia dapat melihat pasangan itu berciuman. Mereka menikmati ciuman itu. Kelihatan si peria memperdalam ciumannya sambil menarik erat pasangannya. Sedang si wanita menarik kepala lelaki itu lebih dekat ke wajahnya.
Yulia menutup matanya di celah jari. Dia mengingat titik kata perkataan sewaktu membaca di library dahulu. Titik kata itu sudah lama membuatnya panasaran. Bukan baru di library dia melihat perkataan itu tetapi semenjak dahulu lagi.
Perkataan itu mengingatkan dirinya untuk bersedia dan memberikan pada yang tepat. Biar nanti yang menerimanya akan merasa paling bahagia.
Tetapi saat ini Yulia sangat marah dan kecewa. Dia lupa tujuannya ke Mall. Fikirannya berserabut dan dia ingin melepaskan rasa hatinya.
Tiba-tiba handphonenya berbunyi.
"Hello .."
"Lia kamu di mana?"
"Mmm dekat kedai game."
"Kedai main game yang di sebelahnya ada keretapi tumpangan mainan tu?"
"Mmm iya la. Mana lagi. Aku duduk di ruang rehat berhadapan kedai game tu"
"Ok tunggu aku di sana."
"Ok Mya. Jumpa nanti."
__ADS_1
Yulis menyimpan benda pipih itu.
Dia memegang bibirnya. "Ciuman pertama ku diambil paksa oleh kancil. Bedebah..." marah Yulia mengelap beberapa kali bibirnya. Dia sangat kesal dengan apa yang baru dia lalui tadi.
Tidak lama kemudian Mya datang bersama dua orang lelaki tampan.
Yulia memalingkan muka apabila menyedari kehadiran para pemuda yang mengikuti Mya. Dia marah bercampur malu mengingat beberapa minit lalu perlakuan Bimba.
"Lia, kamu ok? Sekarang kita mau ke mana?" tanya Mya sesampai di samping Yulia
"Kenapa kamu datang bersama mereka?" kesal Yulia dingin.
Mya menyentuh tangan Yulia sambil membuat muka kasihan.
Sesaat kemudian Yulia tersenyum sambil menampar tangan Mya lembut.
Mereka berdua tiba-tiba tertawa lucu. Para pemuda yang ada bersama mereka tercengeng hairan.
"Hmm kita ke kedai buku tingkat 3 tu. Ada sale disana. Aku harap buku yang ku cari masih ada dijual," balas Yulia seraya berdiri melangkah.
Kedai yang mereka tuju kelihatan banyak pengunjung. Yulis sedikit bimbang mengingat buku yang ingin dia beli sudah habis.
"Mya cepat.." kara Yulia sambil menarik tangan Mya
Mereka sedikit berlari anak menuju ke kedai buku itu meninggalkan dua pemuda yang masih setia mengikuti.
"Bim.. kita ikut mereka terus ka?" tanya Jaja meminta kepastian.
Bimba hanya mengangkat keningnya melangkah tenang menyusul dua gadis cantik itu.
"Mya kita ke bahagian buku yang itu ya," tarik Yulia.
__ADS_1
"iya ya," jawab Mya sedikit kesulitan menghindar pengunjung lain.
Ketika tiba di rak buku tersebut, mata Yulia ke sana ke sini mencari.
"Jangan bilang buku itu uda habis terjual," batinnya.
"Lia.. kamu masih baca buku komik anime?" tanya Mya sedikit hairan. Rupanya temannya ini, masih dengan kebiasaan lamanya membaca buku anime.
Muka Yulia memerah mendengar Mya berkata begitu. Dia cums menjeling Mya sambil tersengih.
"Hmmm sepertinya buku itu dah sold out. Isss gara-gara tadi la tu," geram Yulia
"Kamu memangnya cari apa?" soal Mya ingin tahu
"Violet ungu," jawab Yulia pendek.
"Ehh, kakak pun cari buku itu? Saya pun cari. Tapi mereka cakap, buku tu dah sold out," kata seorang remaja di samping Yulia.
"Aduh malang sangat nasib kita ya dik," kata Yulia kecewa.
Mereka keluar dari kedai itu dengan hampa.
Bimba dan Jaja yang mendengar perbualan mereka hanya berpandangan sambil mengangkat bahu.
"Lia, jangan la buat muka macam tu. Mmm mari kita ke taman tema," ajak Mya menghibur Yulia.
Yulia menggaru kepalanya yang tidak gatal sambil berfikir.
"Marilah, tempatnya tak jauh pun. Lia kan belum pernah pergi ke sana," pujuk Mya penuh semangat.
Yulia menarik nafas dalam dan mengangguk.
__ADS_1
"Oh yes. Gitu la kawan. Kita enjoy puas-puas hari ini," kata Mya memberi semangat kepada Yulia