Mengejar Cinta Duyung Kolam

Mengejar Cinta Duyung Kolam
Bab 7 Perkenalan


__ADS_3

Sebenarnya bukan mudah bagi kedua keluarga ini berkumpul. Biasanya apabila mereka cuba berkumpul di rumah atau di restoran, pasti ada saja alasan yang timbul.


Acara santai di kolam ikan hari ini merupakan rancangan dari anak masing - masing. Tapi pertemuan mereka di tempat ini tidaklah dirancang. Kepuasan jelas terlihat di setiap wajah anggota keluarga hari ini. Kecuali untuk dua anak muda ini.


Kedua orang muda ini seperti ada sesuatu di fikiran masing - masing. Otak mereka berkerja keras untuk merancang perancangan yang tiada sesiapa ketahui.


"Ok saya kenalkan anak - anak saya yang tampan dan cantik," puji ibu.


" Kenalkan ini anak - anak saya. Ada tiga lelaki dan seorang perempuan. Nah ini anak sulung saya, namanya Yude, si tinggi ini saya namakan Yusve, dia anak kedua kami," perkenal ibu terkekeh.


" Ini anak kami yang ketiga, namanya Yourle. Ini satu - satunya anak perempuan kami, Yulia. Saya mesti cakap kami. Takut pula ada yang merajuk kalau saya bilang ini semua anak saya," sambung ibu bergurau.


"Iya sayang. Saya merajuk besar kalau semua sayang akui anak sayang seorang. Kalau saya tak tolong jahit membuatnya, mana ada anak kita yang tampan dan cantik macam ni," gurau ayah.


"Ishh sayang ni," ibu memukul tangan ayah manja. Pukulan romantis katakan hahaha.


"Betul itu Pak Quan. Harus ada kita baru jadi. Kalau sendiri saja mana ada kejadiannya," selorah Pak Bayu tersenyum kepada isterinya.


"Setuju Pak Bayu. Jadi ingin cepat pulang pula. Sudah bergelora rasa ni, hahaha," ayah ketawa lepas membalas ucapan Pak Bayu.


"Aii kesana pula. Sesi perkenalan belum selesailah sayang, lagi pun kita da tua," ibu mengingatkan.


"Iya mari saya kenalkan anak - anak kami pula," kata bu Mimi.


"Ini Gigi anak bongsu kami. Yang itu disebelah Yude, namanya Bimba, anak ke tiga kami. Anak sulung kami ini gadis cantik, namanya Angel. Itu yang kacak ni Deo. Dia baru bertunang bulan lalu. Hari ini tunangnya tak dapat join kita, ada hal katanya," terang bu Mimi dengan bangga.


"Oh jadi nama si duyung kolam, Yulia. Hmmm...Yulia duyung kolam," gumam Bimba dalam hati. Dia tiba - tiba ketawa aneh. Ha ha ha rasanya pasti ada rencana licik dari Bimba untuk Yulia. Dia mengecilkan matanya memperhatikan gadis duyung itu dengan serius.


"Bim, kenapa ketawa macam pontianak pula?" bu Mimi kehairanan dengan tingka Bimba.

__ADS_1


"Mau mancing lagi kali bu? Atau jangan - jangan abang tu...." belum habis Gigi berkata, Bimba sudah memotong ucapannya.


"Saja bu, perut Bim uda terlalu kenyang, jadi Bim mau keluarkan gas..."


"Hah... gas? Awas semua tutup hidung!" teriak Yulia menekap hidung dan mulutnya.


Kedua keluarga kompak terkejut "ehhhh..." dan menekap hidung masing - masing berundur menjauh dari Bimba


"Hey hey, jangan fikir yang bukan - bukanlah. Gas apa pula? Gas kentut? Siapa yang cakap begitu, dia la yang kentut tu," Bimba memandang Yulia mengejek.


"Oiii mana ada. Kamu yang cakap gas tadi kan? Ngaku, ngaku, kalau tidak?" ugut Yulia mengangkat dagu.


"Yul..." Yude menatap adiknya dengan tajam. Ada perasaan tak suka pada tingka sang adik kepada tetamu di tempat itu.


Yulia menundukkan kepala tidak berkata apa - apa.


********


Sebulan berlalu meninggalkan cerita di kolam ikan. Yulia kelihatan tergesa-gesa keluar dari rumah.


"Aduh matilah. Aiii susah klau sudah terlambat", kata Yulia terburu-buru sedikit panik.


Sebagai duta kecil kecantikan, hari inj dia akan mengikuti tour kecantikan dari kemenangannya yang lalu.


Memang dia sudah terlambat 15 minit. Dia berlari kecil menuju ke pintu pagar. Kelihatan sudah ada sebuah kereta menunggu di sana. Dengan terburu -buru juga dia keluar dan masuk ke dalam kereta itu.


"Hmm hari pertama keluar kerja jadi duta sudah naik kepalakah?" tiba - tiba Yulia mendengar suara seorang lelaki di samping ya. Tadi dia tergopoh - gapah masuk dan tidak sedar ada orang lain di dalam kereta itu. Si pemandu hanya tersenyum kecil mendengar sindiran itu.


"Kasian gadis ini," batin pemandu itu.

__ADS_1


"Dit jalan. Nanti makin lambat pula sampai di destinasi gara - gara ada puteri tak berdandan tapi turun kerjanya lama," sindir lelaki itu memerintah Dodit memandu.


Tanpa bersuara Dodit memandu menuju destinasi.


Yulia hanya diam di sepanjang jalan tanpa memandang orang itu. Perasaannya sedikit marah. Dia tidak mahu menoleh ke sisinya takut marahnya tidak terkendali. Jadi dia memandang ke luar jandela mencari ketenangan.


Lelaki disamping Yulia melirik ke arah Yulia yang memandang ke luar jandela kereta. Ada sedikit rasa kesal dihatinya kala Yulia tidak peduli. Kesalnya mula berbunga menjadi marah. Dia memegang rambutnya sambil menghela nafas dengan kasar.


Akhirnya mereka sampai ke destinasi dengan aman. Seorang wanita cantuk tersenyum lebar melihat dua anak muda di kejauhan. dia melambai - lambaikan tangan menyambut mereka dengan senang.


"Tolong rias gadis itu dengan cepat ya, acara hampir bermula," arahnya kepada pekerjanya. "20 minit harus sudah selesai dan dia berada di dalam ya," sambungnya lagi.


Wanita itu memeluk lelaki muda tadi kemudian beralih menyalami gadis sederhana di depannya.


"Mmm seperti kenal," kata wanita itu menyelidik Yulia.


"Ohhh tante baru ingat, kamu anak Quan yang jatuh ke dalam kolam itu kan?" selidik wanita itu tersenyum bahagia. Yulia menganguk. Serta merta dia mendapat pelukan hangat dari wanita itu


"Bu Mimi, terima kasih," kata Yulia sedikit canggung diperlakukan demikian. Perkenalan singkat yang di kolam itu sangat memalukan bagi Yulia.


"Ya, ya sudah, ikut mereka, kami akan menunggu kamu di dalam," putus bu Mimi tersenyum sambil menarik tangan pemuda yang sedari tadi berdiri seperti patung menjauh masuk ke dalam.


Yulia tersenyum kepada mua yang meriasnya. Atas kemahuan Yulia, dia hanya mahu di rias sederhana dan natural. Sesuai tema kecantikan petang itu, natural, kelihatan kecantikan Yulia makin terserlah dengan memakai gaun merah membalut tubuhnya.


Gaun wine red pilihan Yulia adalah sehelai kain indah. Berleher bulat yang hanya menampakkan tulang selangkanya. Kerana dia tidak terbiasa dan tidak suka pakaian yang terlalu terbuka.


Visual Yulia dan gaunnya.


__ADS_1


__ADS_2