
Setelah Indra menutup pintu kamarnya, maka bisa kembali ke kamarnya dengan hati yang riang gembira dan perempuan itu tersenyum sepanjang waktu.
Kesedihan yang baru saja ia rasakan dan tangis yang baru saja ia lakukan langsung dilupakan oleh perempuan itu dan dia dengan semangat duduk di tepi ranjang sembari melihat buket bunga yang diberikan oleh Indra.
'Hm,, buket bunga ini sudah sedikit layu, Apakah pemilik toko bunga telah menipunya?' ucap Lisa dalam hati yang merasa heran melihat bunga yang diberikan Indra sudah sedikit layu.
Sebab perempuan itu tidak mengetahui bahwa bunga itu sebenarnya akan diberikan Indra pada kemarin malam, namun karena kemarin malam dia mendapati Lisa mengatakan bahwa perempuan itu merindukan kakaknya maka dia tidak jadi memberikan buket bunga itu.
Tetapi karena tidak tega juga membuangnya, maka dia kembali memberikannya pada hari itu yang akhirnya membuat Lisa sedikit kebingungan.
"Ah,, terserah dia mau ditipu oleh pemilik toko bunga atau bagaimanapun, Tapi tetap saja dia sudah memberiku bunga," ucap Lisa lalu perempuan itu segera keluar dari kamar dan mengambil vas bunga, lalu mengisinya dengan air dan suplemen yang akan membuat bunga tetap segar.
Setelah itu, dia meletakkan satu vas bunga di meja makan, di ruang tamu dan juga di dalam kamarnya.
"Hah,, aku rasa diam yang mulai berubah, tetapi mungkin dia memang orang yang tidak bisa menyatakan perasaan." Ucap Lisa merasa sangat senang lalu perempuan itu teringat akan alat make up yang sudah ia buang ke tempat sampah.
Jadi Lisa kembali mengambil tempat sampah itu dan mengelap semua alat make up itu lalu mengembalikannya ke meja riasnya.
__ADS_1
Setelah selesai, Lisa langsung pergi membuat sarapan lalu bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
Tok tok tok...
Lisa kembali mengetuk pintu kamar suaminya sebelum pergi ke kantor, namun tidak ada di jawaban dari dalam kamar langsung membuat Lisa mengerutkan keningnya.
"Apa kau di dalam?" Ucap Lisa sembari menunggu jawaban dari dalam, Namun karena tidak ada yang menyahut maka Lisa akhirnya hanya bisa menulis pesan lalu meletakkannya pada pintu kamar.
*Aku sudah membuat kamu sarapan, sarapan lah sebelum berangkat bekerja.* Tulis perempuan itu, lalu dia segera meninggalkan rumah dengan hati yang senang.
Begitu mengendarai mobilnya ke kantor, Lisa terus tersenyum sepanjang jalan sembari memikirkan suaminya yang telah kembali dan membawakannya hadiah.
Sementara di apartemen, Indra yang baru saja bangun langsung mengeringkan rambutnya, lalu pria itu memakai pakaiannya dan bersiap untuk pergi ke kantor.
Ketika membuka pintu kamarnya pria itu tidak melihat tulisan yang ditempel Lisa di pintu kamarnya, karena dia buru-buru keluar dan juga tidak sempat memeriksa meja makan.
Jadi dia langsung meninggalkan apartemen dan pergi ke kantor.
__ADS_1
Drrttt..... Drrttt..... Drrttt.....
Di dalam perjalanan, ponselnya bergetar memperlihatkan nama pemanggil adalah kakeknya.
Indra langsung mengangkat panggilan itu, "halo Kek," ucap pria itu.
"Kakek dengar kau sudah kembali ke ibukota?" Tanya sang kakek dari seberang telepon.
"Ah iya, aku baru tiba tadi pagi," ucap Indra sembari membagi fokusnya menyetir dan mendengarkan ucapan sang kakek dari seberang telepon.
"Kalau begitu, nanti malam pulanglah ke rumah dan kita makan malam bersama, jangan lupa membawa istrimu juga." Ucap kakek.
"Baik Kek," jawab Indra.
Setelah panggilan dengan kakeknya telah ditutup, maka Indra langsung mengetik pesan singkat yang dikirim ke nomor ponsel istrinya lalu pria itu terus menyetir ke kantor.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!