
Indra langsung menarik Lisa kepelukannya dan memeluk perempuan itu dengan erat, serta merasakan deguban jantungnya yang semakin cepat, dan dia juga merasakan suhu tubuh Lisa yang begitu panas kini beradu dengan suhu tubuhnya juga.
Lisa yang dipeluk merasakan jantungnya juga semakin cepat berdegup, dan dia sangat ingin memarahi pria di depannya, Tetapi dia tidak bisa melakukannya karena terlalu malu dengan orang-orang yang bersama mereka di dalam lift.
'Kali ini aku akan membiarkannya, dan biarkan ini menjadi pelukan pertama Dan terakhir kami!' ucap Lisa dalam hati sembari terus menangis meski dia berusaha menahan isakannya sambil menggigit bibir bawahnya.
💥💥💥
Sementara Indra, awalnya pelukan itu tidak erat, tetapi ketika dia merasakan bahwa Lisa tidak merontak, maka dia dengan cepat mempererat pelukannya pada perempuan itu.
Setelah itu, dia mendekatkan bibirnya ke telinga perempuan itu dan berbisik dengan pelan, katanya: "Sekarang kita impas, tadi pagi kau memelukku secara tiba-tiba dan mengatakan sesuatu yang tidak ku mengerti."
Ucapan pria itu langsung membuat Lisa tertegun di tempatnya dan air matanya berhenti mengalir sembari dia mengingat apa yang terjadi tadi pagi.
'Dia tidak mengerti dengan apa yang ku katakan? Bukankah itu ucapan yang sangat sederhana?' ucap Lisa dalam hati yang merasa begitu aneh dengan pria yang sedang memeluknya.
Dia hanya mengatakan maaf untuk kejadian kemarin malam, dan mengatakan bahwa dia tidak akan melakukannya lagi, tapi bagaimana bisa Indra berkata bahwa pria itu tidak mengerti?
Lisa kembali lagi mengingat yang terjadi di depan ruang kerja pria itu, ketika dia menyuruh asistennya untuk meringkas apa yang telah Ia katakan.
'Apakah pria ini memiliki keterbelakangan hingga dia begitu sulit untuk mengerti dengan apa yang dikatakan oleh orang lain? Tapi kalau seperti itu masalahnya, Bagaimana bisa dia menjadi seorang CEO terkenal dan menjadi raja bisnis?' ucap Lisa dalam hati yang kini tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Ting!
Lift akhirnya berhenti, lalu semua orang keluar dan masih ada tiga lantai lagi sebelum mereka tiba di lobby.
Jadi saat itu, Lisa berusaha mendorong pria yang sedang memeluknya tetapi Indra sama sekali tidak ingin melepaskan pelukan itu.
"Tadi pagi kau memelukku dan aku sama sekali tidak memintamu untuk melepaskan pelukanku. Jadi kau juga harus melakukan yang hal yang sama." Ucap Indra langsung membuat jantung Lisa kembali berdegup sangat kencang, bahkan lebih kencang daripada yang sebelumnya.
Akhirnya keheningan terjadi lagi di dalam lift, lalu terdengar suara dentingan lift.
Ting!
Mereka kini tiba di lobi, dan banyak orang yang mengantri untuk menggunakan lift di luar, namun ketika membeli terbuka dan melihat dua orang sedang berpelukan dalam lift, maka semuanya tidak ingin mengganggu hal tersebut. Jadi mereka hanya berpura-pura tidak tahu lalu pintu lift kembali tertutup.
"Kalau aku melepaskannya, Apakah kau akan menceraikanku?" Tanya Indra yang sebenarnya tidak mau membiarkan perempuan itu pergi dari perusahaannya, karena dia takut Lisa akan langsung pergi mengajukan surat gugatan cerai.
"Apa katamu?" Tanya Lisa yang merasa aneh dengan pria yang sedang memeluknya, Memangnya dia bisa langsung mengajukan gugatan cerai jika tidak mendapatkan tanda tangan dari pria itu?
Mengajukan perceraian secara sepihak benar-benar sulit untuk dilakukan dan membutuhkan waktu yang lama untuk mengurusnya.
"Aku bilang Aku sebenarnya tidak ingin bercerai." Ucap Indra sembari memejamkan matanya dan merasakan seluruh tubuhnya menjadi begitu tegang setiap kali dia mengingat kata perceraian yang diucapkan oleh Lisa dan kata cemburu yang diucapkan oleh asistennya.
__ADS_1
'Kalau perempuan ini ingin menggugat cerai aku karena cemburu padaku maka aku tidak akan membiarkan hal itu. Bukankah orang-orang cemburu karena cinta?' ucap Indra dalam hati sembari terus diam memeluk Lisa.
Sementara Lisa yang dipeluk begitu erat, perempuan itu kini akhirnya mendorong Indra, "Apa kau bilang kau tidak ingin bercerai?" Tanya Lisa terus mendorong tubuh Indra agar dia bisa melihat wajah pria itu.
Dia ingin memastikan Apakah pria itu berkata dengan sungguh-sungguh atau tidak aku mah tetapi sepertinya Indra tidak mau melonggarkan pelukan mereka sedikitpun pria itu terus memeluk erat Lisa merasa sesak.
"Itu,, aku memang tidak ingin bercerai denganmu kalau alasanmu untuk bercerai denganku karena kau menganggap bahwa aku ada hubungan dengan Kiyora." Ucap Indra semakin membuat jantung Lisa berdegup kencang.
"Bisakah kau lepaskan pelukannya dulu? Lalu kita berbicara dengan tenang?" Tanya Lisa langsung membuat Indra melonggarkan pelukannya dan menatap perempuan dipelukannya.
"Kau mau mendengarkan penjelasanku?" Tanya Indra.
Melihat mata Indra yang tampak cemas, maka Lisa menganggukan kepalanya lalu pria itu benar-benar melepaskan pelukan mereka.
"Kita berbicara di ruanganku," ucap Indra sembari melirik kotak bekal yang ada di tangan Lisa.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1