
"Maaf, kemarin aku meninggalkanmu begitu saja. Lain kali, aku tidak akan melakukannya lagi." Ucapan Lisa tadi pagi terus teringiang-ngiang di pikiran Indra dan pria itu sama sekali tidak fokus bekerja pada hari itu.
Dia membatalkan Semua janji temu, dan hanya berada di kantornya sambil uring-uringan memikirkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh Lisa.
'Perempuan itu memberiku cincin yang ia dapatkan dari pria lain, lalu dia juga memelukku tadi pagi dan meminta maaf. Padahal, beberapa waktu yang lalu dia baru saja mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menyentuhku dan tidak akan pernah berhubungan lagi denganku.
'Dia juga mengatakan kalau dia masih merindukan kakakku, tapi,,,, tapi apa yang sebenarnya dia inginkan?' ucap Indra dalam hati yang mana pertanyaan itu sudah ia cari jawabannya sejak ia meninggalkan apartemen.
Tetapi, sudah setengah hari berlalu dia terus memikirkan jawaban dari pertanyaan itu, namun dia sama sekali tidak menemukan jawaban yang tepat.
Dia tidak bisa mengetahui Apa alasan Lisa mengatakan semua itu, Apa alasan perempuan itu bersikap seperti itu dan mengapa perempuan itu selalu berubah-ubah sikap setiap waktu.
Masih terus berpikir, lalu pintu ruangannya tiba-tiba saja diketuk oleh seseorang.
Tok tok tok...
Indra langsung mengangkat wajahnya dan melihat asistennya memasuki ruangannya.
"Sudah jam makan siang, saya sudah memesankan makanan untuk Tuan." Ucap asisten tersebut.
__ADS_1
"Kau saja yang makan," jawab Indra dengan suara dingin lalu pria itu segera memutar kursinya untuk melihat keluar jendela.
Sang asisten yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas, lalu dia kembali keluar dari ruangan karena Tentu saja dia tidak berani membantah perintah pria tersebut, atau dia akan dipecat dari pekerjaannya dan tidak akan mendapatkan pekerjaan di manapun kecuali menjadi seorang pemulung.
'Ada apa dengan Tuan?' ucap sang asisten itu dalam hati yang merasa bingung dengan sikap tuannya yang tiba-tiba berubah.
Padahal, di luar negeri pria itu tak pernah bersikap seperti itu, tetapi mereka hanya kembali ke dalam negeri dan sikap pria itu langsung berubah drastis seperti dipengaruhi oleh sesuatu.
Asisten itu baru saja akan meninggalkan pintu ruang kerja Indra ketika pintu lift yang tak jauh dari tempatnya berdiri tiba-tiba saja terbuka memperlihatkan dua orang perempuan yang keluar dari lift tersebut.
"Hali Asisten Bram, Saya ingin menemui CEO untuk membicarakan proyek yang sedang kami kerjakan." Ucap Kiyora.
"Ahh,, benarkah?" Ucap Kiyora berpura-pura menatap asistennya, padahal tadi asistennya sudah mengatakan bahwa pertemuannya ditunda tetapi karena dia tidak sabar untuk menemui Indra maka Dia menyuruh asistennya untuk berpura-pura lupa.
Maka sang asisten yang disuruh untuk bekerja sama langsung berpura-pura terkejut lalu memperlihatkan wajah menyesalnya sambil berkata, "ahh itu,, maafkan saya Nona tadi saya sepertinya terlalu banyak pekerjaan hingga lupa kalau asisten Bram telah menelpon saya."
Kiyora yang mendengar itu langsung menghela nafas, lalu dia memperlihatkan wajah menyesalnya pada asisten Bram sambil berkata, "ahh,, maaf atas kecerobohan asisten saya, tapi apakah CEO tidak ada di ruangannya?"
Sang asisten mengganggukan kepalanya, "tidak perlu minta maaf, lagi pula ini memang biasa terjadi dan karena kedua perusahaan sudah bekerja sama dalam waktu yang lama, maka tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Saat ini CEO memang berada di ruangannya, Tetapi dia sedang tidak ingin diganggu." Ucap Asisten Bram.
__ADS_1
Kiyora tersenyum, "tidak masalah, Aku tidak akan membicarakan masalah pekerjaan, tapi ini adalah pertemuan antara dua orang sahabat." Ucap Kiyora dengan percaya diri melangkah ke arah pintu lalu mengulurkan tangannya untuk membuka pintu ketika asisten Bram mencegahnya.
"Nona," ucap asisten Bram sembari memberi tatapan peringatan pada perempuan itu agar dia tidak mencoba-coba untuk masuk ke dalam ruangan CEO atau perempuan itu mungkin akan bernasib naas menghadapi kemarahan ceo-nya.
Tetapi Kiyora Tentu saja tidak suka, jadi dia langsung menghempaskan tangan asisten itu dan berkata, "bukankah kau tahu kalau keluarga kami dekat, dan juga, aku dan Indra memiliki hubungan yang lebih dari rekan kerja. Jadi, jangan menghalangiku dan kau pergi saja dari sini karena urusanku dengan Indra saat ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan!!!"
Setelah berbicara, Kiyora langsung membuka pintu dan berjalan masuk.
Asisten Bram yang melihat itu hanya bisa menelan air liurnya dan memijat keningnya yang terasa berdenyut.
Tentu saja dia bertugas untuk mencegah Kiyora masuk ke ruangan itu, tetapi dia juga tahu bahwa keluarga Kiyora memang memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga Indra.
Lagi pula, dia juga berpikir bahwa mungkin saja kiora bisa menenangkan Indra yang sedang marah jadi dia memijat keningnya beberapa saat lalu berbalik pergi meninggalkan tempat itu untuk mengerjakan pekerjaannya yang masih belum ia selesaikan.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1