
Lisa yang berpisah dengan Kiyora kini berdiri dengan perasaan kesal.
'Benarkah perempuan itu tidak jadi pergi ke luar negeri Karena Indra menghubunginya? Tapi kalau diingat-ingat lagi dia memang tidak jadi pergi ke luar negeri dan setelah itu suamiku langsung kembali.' ucap Lisa dalam hati kini merasa bahwa dia benar-benar dipermainkan oleh suaminya.
Namun ketika sang pelayan toko datang menghampirinya memberikan barang pesanannya yang telah dibungkus, maka Lisa akhirnya mengambil barang itu sembari menenangkan dirinya sendiri.
'Tidak, aku tidak boleh kemakan omongan palsu dari perempuan itu.' ucap Lisa dalam hati lalu dia berusaha menenangkan hatinya dan berjalan pergi meninggalkan pusat perbelanjaan untuk kembali ke rumahnya.
Begitu tiba di apartemen, didapatinya lampu di seluruh apartemen tidak dinyalakan hingga membuatnya menghela nafas.
Namun ketika dia mengingat bahwa hari itu dia akan mengakui perasaannya pada suaminya, maka Lisa dengan cepat menutup pintu apartemen lalu dia kemudian menyalahkan semua lampu dan pergi ke kamarnya.
Srashhh.....
Suara shower dari kamar mandi menandakan bahwa perempuan itu sedang mandi, lalu di atas meja sudah diletakkan kotak cincin yang telah ia beli.
Sementara di luar, seorang pria keluar dari kamarnya dan melihat seluruh lampu apartemen yang dari tadi tidak ia sentuh kini telah dinyalakan.
'Dia sudah kembali,' ucap pria itu dalam hati lalu dia kemudian memutuskan untuk keluar makan malam.
__ADS_1
Jadi setelah Lisa selesai dengan seluruh ritualnya di dalam kamar dan perempuan itu keluar dari kamar, dia mengetuk pintu kamar Indra, namun tidak ada yang membukakannya.
"Hah,, Apakah dia benar-benar marah atas kejadian tadi pagi Dan menganggap bahwa omonganku itu benar? Itu sebabnya dia tidak mau lagi membuka pintu kamarnya?" Ucap Lisa dengan suara yang pelan, lalu perempuan itu kemudian duduk di sofa sembari memegang erat kotak cincin di tangannya.
'Kalau dia tidak mau membiarkan aku masuk ke kamarnya, maka aku akan duduk di sini menunggunya sampai dia datang!!!!' ucap Lisa dalam hati sembari membuka kotak cincin di tangannya dan perempuan itu mau tidak mau tersenyum melihat cincin di dalam kotak itu.
Namun beberapa saat kemudian dia kembali teringat akan ucapan Kiyora hingga membuat hatinya kembali merasa panas dan dia menutup kotak cincinnya itu sambil menghela nafas dengan panjang.
'Tenanglah,,,' ucap Lisa dalam hati berusaha menenangkan dirinya sendiri sampai akhirnya pintu apartemen dibuka oleh seseorang.
Clek!
Lisa langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk melihat Siapa yang datang dan betapa terkejutnya dia ketika dia melihat yang datang ternyata suaminya dengan pakaian yang basah kuyup.
Lisa kemudian dengan cepat menggantung jas itu dan tanpa sadar dia menaruh kotak cincin itu di salah satu rak yang berada di dekat tempat menggantung jas.
"Tunggu sebentar, aku akan membuatkanmu teh hangat." Ucap Lisa sembari berlari ke dalam rumah dan kembali ingat bahwa dia harus mengeringkan rambut pria itu agar tidak terkena flu.
Jadi dia kemudian berlari ke kamar mandinya dan mengambil handuknya sendiri lalu kembali menghampiri pria yang sudah duduk dengan wajah tertunduk di sofa.
__ADS_1
"Biar ku kirimkan rambutmu dulu." Ucap Lisa langsung menggunakan handuk untuk mengeringkan rambut pria itu, namun dia merasa aneh melihat ekspresi pria itu yang tampak begitu sedih.
Namun dia tidak terlalu memperdulikannya dan hanya mengeringkan rambut pria itu sebelum pergi ke dapur untuk membuat teh.
'Dia tidak mengatakan apapun, Tetapi dia juga tidak menolakku menyentuhnya, berbeda sekali dengan yang terjadi tadi siang. Tapi aku tidak boleh berpikir negatif dulu, sebaiknya aku buatkan dia teh agar dia tidak sakit.' ucap Lisa dalam hati kini mulai menyeduh teh yang ia dapatkan dari lemari.
Sementara Indra, pria itu duduk di sana sembari memegang handuk di tangannya dengan erat.
'Kotak cincin itu,, Apakah dia mendapatkannya dari seorang pria?' ucapin Indra dalam hati yang tadinya ketika Lisa meninggalkan kotak cincin nya untuk mengambil handuk, dia sempat melihat kotak cincin yang diletakkan oleh perempuan itu.
Dia bisa melihat di dalam kotak cincin itu ada sepasang cincin yang diletakkan di sana dan terlihat jelas bahwa itu adalah cincin pasangan.
'Apakah akhirnya dia sudah berhenti mencintai kakak ku dan dilamar oleh seorang pria lain?' ucap Indra dalam hati kini merasa begitu galau tapi tidak tahu caranya bagaimana dia akan mengatakannya.
Pria itu berpikir selama beberapa saat sampai dia akhirnya berdiri dan berjalan ke kamarnya untuk mengambil sesuatu yang akan ditunjukkan pada Lisa.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
__ADS_1
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....