
Kedua orang itu pun makan bersama dan sesekali berbincang, Lisa tersenyum-senyum memperhatikan penampilan Indra sembari mengingat pesan yang dikirim oleh asisten Bram padanya.
'Dia benar-benar merapikan rambutnya kok Aku bahkan tidak pernah melihat rambutnya di sisir sampai serapi ini,' ucap Lisa dalam hati sembari menikmati makanan yang ada di tangannya.
🍎🍎🍎
"Itu,, surat kontrak yang masih ada tanganmu, bisakah nanti kalau kita kembali ke rumah kita langsung mencarinya dan membakarnya bersama-sama?" Tiba-tiba ucap Indra langsung membuat Lisa tertawa kecil mengingat bahwa ternyata pria itu masih memikirkan ucapan mereka kemarin malam.
"Baiklah, nanti kita cari bersama-sama karena aku juga lupa sudah menaruhnya di mana," ucap Lisa langsung diangguki oleh Indra dan hati pria itu menjadi lega karena akhirnya Lisa mau membakar surat perjanjian itu.
Setelah mereka berdua selesai makan, Lisa kemudian membereskan kotak bekal yang ada di meja sementara Indra pergi ke toilet.
Setelah keluar dari toilet, Indra melihat Lisa sudah membongkar buket bunga yang ia bawa, lalu menyusun bunga tersebut ke dalam vas yang telah diberi air dan nutrisi.
__ADS_1
Lalu tanpa sengaja dia melihat setangkai bunga yang diletakkan di meja kerja Lisa di dalam vas yang lebih kecil lagi, 'bunga ini sama dengan bunga yang dibawa oleh asistenku Tapi asistenku bilang Lisa belum melihat bunga itu. Kalau begitu, dari mana dia mendapatkan bunga itu?' ucap Indra dalam hati yang kini kembali curiga lagi pada istrinya.
Jadi pria itu tidak tahan mendekati Lisa dan memeluk perempuan itu dari belakang, "dari mana kau mendapat bunga yang Kau letakkan di mejamu?" Tanya Indra dengan nada suara posesifnya.
Lisa yang mendengar itu langsung menatap ke meja kerjanya dan melihat setangkai bunga yang diletakkan dalam vas.
Itu adalah setangkai bunga yang ia ambil dari buket bunga yang dibawa asisten Bram ke apartemen mereka, 'Apakah pria ini kembali berpikir bahwa bunga itu kudapatkan dari pria lain?' ucap Lisa dalam hati sembari mengerutkan keningnya, lalu dia menatap suaminya dengan tatapan tegas.
"Kau,, kau tidak berpikir bahwa bunga itu diberikan oleh pria lain bukan?" Tanya Lisa langsung membuat raut wajah Indra berubah karena terkejut perempuan itu akan mengetahui isi hatinya dan bahkan menanyakannya.
"Asshh!" Gerutu Indra.
"Kau mulai curiga lagi, sampai kapan kau akan bersikap seperti itu hingga membuatku terbebani? Nanti kalau kau melihat semua barang yang ada padaku maka kau akan mengiranya itu berasal dari pria lain? Lalu setelah itu kau akan pergi lagi dariku selama bertahun-tahun dan membuatku merasa sudah menjadi janda?" Tanya Lisa dengan kesel.
__ADS_1
Indra yang mendengar itu langsung menyesal dalam hatinya, "Maaf,, aku hanya khawatir kau akan berpaling dariku," ucap Indra sembari memeluk perempuan itu dengan erat karena apa yang ia katakan barusan adalah sebuah kejujuran dari hatinya.
Lisa yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas, lalu dia membalas pelukan suaminya sambil berkata, "Jangan khawatir, aku tidak akan pernah berpaling dari suamiku. Bunga itu adalah bunga yang kupetik dari buket bunga yang dibawa asisten Bram ke apartemen."
"Hm? Bukankah asisten Bram mengatakan kalau kau belum melihat buket bunga itu?" Tanya Indra yang kini kebingungan.
Lisa menghela nafas, "aku yang menyuruhnya mengatakannya seperti itu karena aku cemas kau akan merasa bersalah kalau aku tidak menerima buket bunga itu langsung dari tanganmu dan malah menerimanya dari tangan asistenmu." Ucap Lisa langsung membuat Indra menganggukkan kepalanya lalu dia kembali memeluk erat istrinya.
"Maaf," ucap pria itu.@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1