
Tok tok tok....
Suara pintu kamar yang diketuk langsung membuat Lisa tersenyum menatap ke arah pintu.
'Ini sedikit pelajaran untukmu, karena aku masih merasa begitu kesal atas apa yang sudah terjadi selama 3 tahun. Lalu apa yang kau katakan tadi?? Ck..!! Aku merasa kalau kau itu sebenarnya bukan orang yang bisa berpikir menggunakan otakmu, padahal Kau adalah orang yang paling disegani di dunia bisnis. Tapi bisa-bisanya berkata seperti tadi!!!' ucap Lisa dalam hati yang merasa kesal pada suaminya sendiri.
"Maaf, bisakah kau membuka pintunya dan aku akan menjelaskan semuanya?"
Suara Indra dari seberang pintu tetap diabaikan oleh Lisa lalu perempuan itu kemudian melepas satu persatu pakaiannya karena dia merasa pengap dan berniat untuk mandi sebelum tidur.
Setelah beberapa saat lagi, Dia kemudian mendengar suara Indra yang berkata dengan pelan, "Maaf."
Lisa hanya tersenyum lalu perempuan itu memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri.
Setelah selesai mandi, Lisa kemudian berpakaian dan keluar dari kamar lalu mendapati rumah menjadi sangat sepi.
'Sepertinya dia sedang merenungi kesalahannya di dalam kamar.' ucap Lisa sembari berjalan ke arah dapur untuk membuat jus bagi dirinya sendiri.
Sembari memblender, dia sesekali melihat ke arah pintu kamar Indra, dia berharap pria itu akan membuka pintu lalu datang ke arahnya untuk berusaha berbaikan.
Tetapi sampai dia selesai memblender dan menuangkan jusnya ke dalam gelas, pria itu sama sekali tidak muncul, jadi Lisa akhirnya menghela dengan nafas dan duduk meminum jus buatannya.
__ADS_1
'Ini tidak enak, tidak enak karena suasana hatiku sedang tidak baik. Bagaimana bisa dia hanya berusaha satu kali saja Lalu setelah itu dia tidak melakukan apapun lagi untuk membujukku?' kesal Lisa dalam hati sembari terus duduk menunggu disana namun sampai dia berasa begitu mengantuk pria itu tak kunjung keluar dari kamar.
Oleh sebab itu, Lisa pergi mencuci gelasnya lalu dia kembali ke kamarnya untuk tidur.
Dia hampir terlelap ketika dia merasakan pintu kamar yang dibuka oleh seseorang, tetapi karena dia sudah merasa terlalu mengantuk maka dia mengabaikannya dan berpikir bahwa itu hanya halusinasinya saja.
Sementara itu, Indra yang membuka pintu kamar Lisa langsung mendekati perempuan yang tertidur di tempat tidur, lalu dia melihat wajah Lisa yang tidur dengan damai membuatnya menjadi semakin menyesal dalam hatinya.
'Seharusnya sudah dari dulu aku menikmati wajah damai ini setiap malam, tapi karena aku begitu bodoh, jadinya baru bisa melihatnya hari ini.' ucap Indra dalam hati sembari memperhatikan wajah Lisa lalu tak tahan untuk menurunkan wajahnya lalu mendaratkan sebuah ciuman di pipi perempuan itu.
Setelah itu, Indra kemudian ingin keluar dari kamar ketika dia dihentikan oleh sebuah foto yang terletak di atas meja.
'Apakah foto ini sudah dari dulu berada di sini?' ucap pria itu dalam hati sembari mengambil foto tersebut dan menatapnya sambil tersenyum.
'Bagaimana bisa kami memilih foto yang sama untuk dipajang di meja?' ucap Indra dalam hati sambil tersenyum kembali meletakkan foto itu lalu dia akhirnya keluar dari kamar Lisa.
Pria itu kembali ke kamarnya dengan kebingungan karena dia tidak tahu harus melakukan apa supaya Lisa tidak memarahinya lagi.
'Ah,, Bagaimana kalau aku memesan rangkaian bunga untuk besok pagi?' ucap Indra dalam hati yang mengingat ketika dia kembali dari luar kota membawakan rangkaian bunga dia sempat melihat bunga-bunga tersebut disusun di dalam vas yang diletakkan di atas meja.
Jadi pria itu berpikir bahwa Lisa mungkin menyukai rangkaian bunga jadi dia akhirnya menghubungi lagi asistennya untuk menyiapkan rangkaian bunga tersebut pada pagi-pagi sekali Di keesokan harinya.
__ADS_1
Setelah itu, Indra tidur dengan gelisah karena dia berharap pagi sudah datang supaya dia cepat-cepat berbaikan dengan istrinya.
Hal itu membuatnya tidur di subuh hari sekali hingga membuatnya tidur sampai matahari sudah benar-benar tinggi.
Pada saat itu, Lisa juga sudah bangun dan dia sudah selesai menyiapkan sarapan, bahkan sudah selesai berganti pakaian, tetapi perempuan itu merasa bingung bahwa Indra belum keluar juga dari kamarnya.
'Apakah dia belum bangun?' ucap Lisa sembari berjalan mendekati pintu kamar Indra untuk mengetuk pintu kamar itu ketika bunyi bel lebih dulu berbunyi.
Ding dong!
Ding dong!
Lisa menghentikan tangannya yang hendak mengetuk pintu kamar Indra lalu dia kemudian berlari ke arah pintu apartemen untuk melihat Siapa yang menekan bel apartemen mereka.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1