
Jam pulang kantor akhirnya tiba, dan Lisa juga sudah menyelesaikan semua pekerjaannya.
Tetapi perempuan itu masih merasa kesal pada suaminya, jadi dia akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di kantor dengan ponsel yang dimatikan agar suaminya tidak bisa menghubunginya.
Setelah mematikan ponselnya dia mengambil selimut lalu perempuan itu berjalan ke sofa dan berbaring di sana untuk beristirahat selama beberapa jam ke depan.
Sementara itu, Indra yang ada di kantornya buru-buru mengambil jasnya, lalu pria itu bergegas kembali ke apartemen karena dia tidak sabar untuk menemui istrinya.
Tetapi, ketika dia tiba di apartemen, didapatinya apartemen itu dalam keadaan yang tidak ada satupun lampu yang menyala menandakan bahwa istrinya belum kembali ke apartemen.
'Dia belum kembali, tapi tidak apa-apa, aku akan menunggunya.' ucap Indra dalam hati sembari berjalan ke kamarnya lalu pria itu langsung membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya.
Setelah selesai mengganti pakaiannya, Indra kembali lagi ke luar kamar untuk memeriksa Apakah istrinya sudah kembali atau tidak.
Dan karena melihat istrinya belum kembali, maka pria itu kembali lagi ke dalam kamar mengambil cincin yang diberikan Lisa padanya.
"Katanya cincin ini tidak diberikan oleh seorang pria, kalau begitu dari mana dia mendapatkan cincin ini?" Ucap Indra sembari mencabut cincin berukuran kecil dari dalam kotak cincin itu dan memperhatikannya dengan seksama.
Tiba-tiba pria itu mengerutkan keningnya saat ia melihat di bagian dalam cincin terukir dua nama dengan emoticon love di bagian tengah kedua nama tersebut.
"Ini,,, jadi cincin ini benar-benar tidak berasal dari pria lain karena di cincin ini tertulis namaku dan namanya? Kalau begitu, jangan-jangan Dia membeli cincin ini untuk diberikan padaku tapi aku malah salah paham?" Ucap Indra sembari mengusap cincin itu dan entah kenapa dalam hatinya dia benar-benar merasa sudah menjadi pria yang tidak berguna.
Pria itu mengembalikan cincinnya ke dalam kotaknya lalu meletakkannya di atas meja sembari duduk memandanginya dengan perasaan bersalah.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Indra mengambil ponselnya lalu dia menghubungi asistennya.
"Ya Tuan," jawab asisten Bram dari seberang telepon.
"Apa yang dilakukan untuk meminta maaf dengan benar?" Tanya Indra.
"Kalau untuk meminta maaf kita biasa melakukan jamuan makan malam atau mengajak seseorang ke tempat yang mereka sukai, ataupun melakukan hal-hal lain yang disukai oleh orang yang akan menerima permintaan maaf." Jawab asisten Bram langsung membuat Indra berpikir beberapa saat, lalu tanpa berkata apa-apa Dia kemudian menekan tombol reject pada ponsel itu dan keluar dari kamarnya.
Setelah pria itu keluar, dia melihat bahwa istrinya belum pulang juga, jadi dia kemudian pergi ke dapur dan memeriksa bahan makanan yang tersedia di tempat itu.
Setelah beberapa saat dia menemukan bahwa bahan makanan yang ada di dalam lemari tidak akan memadai jika dia memasak makanan itu untuk permintaan maafnya terhadap istrinya.
Oleh sebab itu, Indra kembali menelpon asistennya agar mencarikan restoran terbaik yang mengirim makanan ke apartemennya.
Pria itu baru saja selesai menelpon ketika dia mendengar suara sandi apartemen yang ditekan-tekan oleh seseorang.
Jadi dia langsung pergi ke sana dan terkejut mendapati bahwa ternyata yang datang bukanlah istrinya, tetapi ialah seorang perempuan paruh baya.
"Selamat malam tuan muda," ucap perempuan yang merupakan Bibi dari rumah utama yang biasanya datang ke tempat itu untuk membersihkan rumah.
"Apa yang dilakukan Bibi di sini malam-malam seperti ini?" Tanya Indra yang mereka heran dengan perempuan itu, karena kalau perempuan itu datang seharusnya datangnya pada siang hari untuk membersihkan bukannya pada malam hari seperti itu.
"Ah, Nyonya muda baru saja menelpon saya dan menyuruh saya untuk datang membawa makan malam buat Tuan karena saat ini nyonya muda masih berada di kantor." Ucap perempuan paruh baya itu sembari menunjukkan kotak bekal yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Ah," Indra mengambil kotak bekal itu lalu membiarkan sang Bibi pergi meninggalkan apartemen.
Setelah itu, Indra masuk ke dalam apartemen lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Lisa.
Drrtt... Drrtt... Drrtt...
Drrtt... Drrtt... Drrtt...
Drrtt... Drrtt... Drrtt...
Silakan tinggalkan pesan suara karena nomor yang anda tuju sedang--
Tuk
Indra langsung menekan tombol reject lalu dia kemudian menatap makanan yang diletakkan di atas meja.
Pria itu tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya, jadi dia langsung kembali mengambil jaketnya dan kunci mobil Lalu dia mengendara ke perusahaan Lisa.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1