
Dapat pada pukul 08.00 malam, Lisa meninggalkan restoran lalu perempuan itu memasuki taksi dan memikirkan apa yang sudah ia bicarakan bersama dengan asistennya.
'Kalau begitu, aku harus terbuka dan jujur padanya, tapi ini sedikit memalukan kalau perempuan lah yang mengakui perasaannya lebih dulu. Tapi Kirana juga melakukan hal yang sama dia yang lebih dulu untuk mengajak suaminya berbicara dan bahkan terkesan memaksa pada suaminya.' ucap Kirana dalam hati sembari melihat ke luar jendela dan pikirannya tiba-tiba saja teringat akan cincin pernikahan.
'Selama ini kau mah kami belum pernah mengenakan cincin pernikahan. Bahkan, pendeta dari kuil yang datang menikahkan kami tidak melakukan ritual pertukaran cincin.' ucap Lisa dalam hati lalu dia kemudian menoleh ke arah sang supir yang sedang mengendara.
"Saya ingin pergi ke perbelanjaan," ucap Lisa langsung diangguki oleh sang supir taks,i lalu sopir itu segera mengantar Lisa ke sebuah pusat perbelanjaan yang paling terkenal di pusat ibukota.
Begitu memasuki pusat perbelanjaan, Lisa berjalan-jalan di sekitar situ dan betapa terkejutnya dia ketika dia melihat seorang perempuan yang sedang berjalan bersama teman-temannya.
'Bukankah kemarin Kiyora mengatakan kalau dia pergi ke luar negeri? Mengapa Sekarang dia ada di sini lagi?' ucap Lisa dalam hati sembari memperhatikan kyora yang tampaknya baru saja berbelanja bersama dengan teman-temannya.
Sebenarnya Lisa sangat penasaran dengan perempuan itu, tetapi mengingat bahwa hari itu dia ingin membicarakan hubungannya dengan suaminya, maka perempuan itu segera mengabaikan masalah tentang Kiyora dan dia segera pergi ke sebuah toko perhiasan.
Toko perhiasan di tempat itu ialah toko perhiasan yang khusus menjual barang-barang untuk pasangan kekasih ataupun suami istri, jadi ketika Lisa masuk, dia langsung melihat banyak sekali perhiasan-perhiasan berpasangan di sana.
"Selamat datang Nona, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang perempuan yang tampaknya merupakan pelayan toko.
__ADS_1
"Ah,,, Saya ingin mencari cincin untuk saya dan suami saya." Ucap Lisa langsung membuat terkejut pelayan toko di tempat itu karena dia tidak berpikir bahwa seorang istri akan mencarikan cincin untuk dirinya dan suaminya padahal biasanya yang mencari barang-barang seperti itu adalah pihak pria.
Tetapi, karena bisnis tetaplah bisnis dan dia tidak perlu ikut campur masalah pribadi kliennya, maka sang pelayan toko langsung melemparkan senyum ramanya.
"Tentu saja, kami memiliki barang terbaru yang sangat cocok untuk pasangan suami istri." Kata sang pelayan toko sembari memberi kode pada Lisa agar dia mengikutinya.
Maka dengan senang hati Lisa mengikuti pelayan toko tersebut hingga mereka akhirnya tiba di sebuah meja yang kemudian pelayan toko itu mengeluarkan sebuah cincin pasangan yang merupakan model terbaru bulan itu.
"Ini adalah cincin pasangan yang didesain sejak 2 tahun yang lalu, tetapi baru diluncurkan pada bulan ini karena proses pengerjaannya yang rumit hingga membutuhkan waktu yang lama dalam pembuatannya." Ucap sang pelayan toko langsung membuat Lisa melihat barang tersebut dan dia benar-benar melihat bahwa cincin itu sangat indah di matanya.
"Ahh,, tapi saya tidak yakin Apakah cincin ini akan cocok dengan suami saya." Ucap Lisa yang Tentu saja tidak tahu ukuran jari suaminya.
Sang pelayan toko langsung tersenyum, lalu dia kemudian mengambil sebuah tablet miliknya lalu perempuan itu berkata, "cukup katakan pada saya berat badan dan tinggi badan suami Nyonya, maka kami akan coba untuk menghitung lingkar jarinya."
Mendengar itu, Lisa langsung tersenyum lalu dia mengeluarkan ponselnya dan kembali membaca biodata milik suaminya lalu memberitahukannya pada sang pelayan toko.
"Ahh,, syukurlah Nyonya, ternyata ukurannya sangat cocok dengan cincin itu Jadi bagaimana kalau Nona sendiri langsung mencobanya?" Kata Sang pelayan toko sembari menyerahkan sebuah cincin dengan ukuran yang sama dengan yang ia jual, karena tentu saja barang termahal di toko mereka tak akan sembarang diberikan pada orang-orang untuk dicoba kecuali sudah dipastikan bahwa orang itu benar-benar akan membelinya.
__ADS_1
Lisa sama sekali tidak keberatan, dia langsung mencoba cincin tersebut dan menemukan bahwa sangat pas di jari manisnya.
"Saya akan mengambil ini." Ucap Lisa sembari mengeluarkan kartu dari dompetnya lalu memberikannya pada sang pelayan toko.
Beberapa saat, pelayan toko tersebut memperhatikan kartu di tangannya lalu dia kemudian menatap Lisa sambil berkata, "Maaf Nyonya, tetapi limit untuk kartu kredit ini tidak cukup untuk membayar cincin ini."
Lisa sangat terkejut mendengarnya, namun ketika dia diberikan sebuah surat berisi informasi tentang cincin yang hendak ia beli, perempuan itu merasa sesak membaca harganya.
'Berapa angka nolnya?' ucap Lisa dalam hati sembari memperhatikan nominal yang harus ia bayar.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1