Menggoda Suami Kontrakku Yang Dingin

Menggoda Suami Kontrakku Yang Dingin
88.


__ADS_3

Clek!


Bibi yang baru saja kembali dari apartemen Indra dan Lisa sangat terkejut ketika dia membuka pintu dan mendapati Michael ternyata sudah menunggunya.


"Tuan," ucap sang Bibi memberi hormat pada Tuannya itu.


"Bagaimana?" Tanya Michael yang sangat penasaran dengan apa yang terjadi di apartemen.


"Itu, saya tidak tahu apa yang terjadi, tetapi saya meninggalkan makan malam di atas meja makan karena mereka tidak kembali dengan cepat. Tetapi saya sudah memasukkan obat yang tuan besar minta untuk dimasukkan ke dalam makanan dan minuman mereka." Ucap sang bibi.


Michael menganggukkan kepalanya, "begitu saja sudah cukup, besok pagi-pagi sekali aku akan pergi ke sana untuk melihat situasi." Ucap Michael yang benar-benar penasaran dengan kedua orang itu dan sudah tidak sabar untuk memiliki cucu dari Lisa dan Indra.


Maka, sesuai dengan ucapan sang kakek, pada keesokan harinya di pagi-pagi sekali pria itu langsung diantar oleh sopirnya ke apartemen Indra dan Lisa.


ketika dia membuka pintu apartemen itu, didapatinya bahwa tempat itu masih sangat sepi dan dua orang yang ada di dalam kamar belum terbangun.


Tetapi pria itu mengukir sebuah senyum indah di wajahnya ketika dia melihat makanan yang dimaksud oleh sang Bibi sudah tidak ada lagi di atas meja, apalagi ketika dia memeriksa kulkas dan semua tempat penyimpanan di sana dan menemukan bahwa tidak ada satupun makanan yang diletakkan di dalam lemari maupun kulkas.

__ADS_1


Itu menandakan bahwa kedua orang itu sudah bersama sejak semalam jadi dia kemudian duduk di sofa untuk menunggu mereka berdua.


Sementara di dalam kamar, Lisa yang terbangun dipelukan suaminya sangat terkejut ketika mendapati bahwa mereka sudah tidak memakai pakaian.


"Apa yang,," perempuan itu membuat suara berisik yang membuat Indra terbangun hingga dengan mata yang masih begitu mengantuk dia menatap istrinya yang berusaha untuk menjauhinya.


Indra tersenyum lalu dia kembali menarik perempuan itu kepelukannya, "Ayo berpelukan 5 menit lagi," ucap Indra sambil memeluk erat perempuan yang telah menjadi istrinya itu, dengan Lisa yang merasa begitu malu dengan keadaan mereka.


Tetapi ketika perempuan itu dengan samar-samar mengingat apa yang terjadi kemarin dia baru menyadari bahwa ternyata kemarin malam dia yang memaksa pria itu untuk melakukannya, bahkan beberapa kali ketika mereka sudah selesai dia masih terus menggoda suaminya dengan menciumi pria itu hingga membuat Lisa merasa begitu malu.


Ketika dia merasakan lagi barang itu dia menyadari bahwa itu adalah benda kemarin yang merupakan milik suaminya.


Oleh sebab itu, Lisa hanya bisa tidur dengan tegang di tempatnya dan berusaha agar tidak bergerak, sampai akhirnya dia merasakan pelukan Indra mulai melemah dan ternyata pria itu kembali tertidur.


Menyadari bahwa suaminya kembali tidur, maka pelan-pelan Lisa akhirnya meninggalkan pria itu sendirian dan meski merasakan sakit di seluruh tubuhnya akibat pertempuran kemarin malam, namun dia tetap berusaha masuk ke dalam toilet dan membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai dari toilet, dia kemudian memakai pakaiannya dan keluar dari kamar.

__ADS_1


"Ka,, kakek!" ucap Lisa sangat terkejut melihat kedatangan kakeknya, dia hendak masuk lagi ke kamar untuk menutupi tanda-tanda aneh di sekujur tubuhnya, tetapi sang kakek menghentikannya dengan ucapan pria itu.


"Kemarilah sebentar, kakek hanya mau menyerahkan sesuatu lalu pergi," ucap sang kakek membuat Lisa merasa begitu canggung dan malu dengan tanda-tanda yang masih terlihat di sekitar lehernya, tetapi melihat pria di depannya sangat terburu-buru, maka lihat akhirnya mendekati pria itu sambil meletakkan satu tangannya di lehernya, berusaha menutupi tanda-tanda merah itu.


Michael yang melihat itu merasa begitu senang karena hal itu langsung membuatnya mengerti bahwa apa yang ia harapkan telah terjadi, jadi pria itu tidak mau mengganggu Lisa lebih lama lagi hingga dia meletakkan sebuah amplop di atas meja.


"Buka bersama suamimu, ini adalah hadiah pernikahan dari kakek meskipun terlambat menyerahkannya, tapi kakek harap kalian akan menerimanya dengan baik." Ucap Michael, lalu pria itu berdiri dan berjalan keluar apartemen.


Lisa yang menatap kepergian Michael tak bisa berkata-kata, sebab tentunya dia tidak bisa menahan pria itu lebih lama atau dia akan menjadi semakin malu dengan tanda-tanda yang ditinggalkan suaminya di tubuhnya.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....


__ADS_1


__ADS_2