
"Jangan pergi, aku bahkan belum mengatakan kalau aku juga menyukaimu." Ucap Indra langsung membuat tubuh Lisa menjadi menegang dan tangannya memegang erat tas miliknya.
Deg!
Deg!
Pria itu juga menyukainya?
Menyukainya?
🔥🔥🔥
Lisa benar-benar terkejut dan benar-benar tidak tahu harus berekspresi seperti apa karena apa yang terjadi membuatnya benar-benar marah dan juga kesal pada pria itu.
"Maaf, seharusnya dari dulu kau memberitahuku bahwa kau tidak menyukai kakakku. Dengan begitu, aku bisa terus berada di sisimu dan tidak perlu menjauh darimu karena berpikir kau akan lebih tenang jika kau hanya sendirian saja." Ucap Indra yang kini merasa bersalah, namun di dalam hatinya juga tersimpan perasaan yang begitu bahagia karena kesalahpahaman yang telah terselesaikan.
"Bodoh!!! Memangnya kapan aku pernah mengatakan kalau aku menyukai kakakmu?!!" Teriak Lisa dengan kesal.
"Ahh, itu, aku mendengarmu mengatakannya pada ikan Nemo, kau juga mengatakan kalau kau merindukan kakakku saat kau memandangi berlian yang diberikan oleh kakakku." Ucap Indra.
Lisa yang mendengar ucapan pria itu langsung tertawa konyol lalu dia berbalik menatap Indra sembari menghapus air mata di pipinya.
Dia kembali mengingat apa yang ia ucapkan ketika dia menatap ikan nemo dan ketika dia merindukan suaminya sembari menatap berlian yang pemberian kakak iparnya.
__ADS_1
"Apakah saat aku mengatakan itu aku menyebutkan nama kakak ipar?" Tanya Lisa.
"Ah,, itu, tidak begitu, tapi--"
"Terserah!!! Pokoknya pikirkan kesalahanmu dan temui aku setelah kau mengetahui apa kesalahanmu!!!" Ucap Lisa dengan kesal lalu dia kemudian mendorong pria itu dan pergi meninggalkan ruangan Indra dalam keadaan kesalnya.
Sang asisten yang sedari tadi menunggu di luar untuk masuk ke ruangan CEO kini terkejut melihat perempuan itu keluar dengan wajah yang marah, namun Lisa sama sekali tidak memperdulikan asisten Bram dan hanya pergi ke lift lalu meninggalkan kantor tersebut.
Bram berdiri memandangi pintu lift yang tertutup lalu pria itu kemudian menatap ke arah pintu ruangan ceo-nya yang juga tertutup.
'Apa yang harus kulakukan?' ucap pria itu dalam hati sembari memandangi nampan yang ada di tangannya.
Beberapa saat kemudian dia akhirnya memutuskan untuk mengetuk pintu ruangan ceo-nya.
"Masuk!" Suara Indra dari dalam ruangan langsung membuat asisten tersebut membuka pintu ruangan dan melihat Indra sudah duduk di sofa sembari memandangi kotam bekal yang terletak di atas meja.
'Kotak bekal itu lagi, aku rasa pembawa sial di tempat ini adalah kotak bekal itu,' ucap Bram dalam hati sembari melangkahkan kakinya ke arah ceo-nya lalu meletakkan segelas kopi di depan pria itu.
"Silahkan Tuan," ucap asisten Bram.
"Apa Kau pernah melihatku melakukan kesalahan?" Tiba-tiba tanya Indra langsung membuat asisten Bram kebingungan di tempatnya.
Melakukan kesalahan? Tentu saja pria itu banyak sekali melakukan kesalahan.
__ADS_1
Misalnya membuat asistennya lupa makan sepanjang hari, membuat asistennya tidak mendapatkan libur yang seharusnya ia dapatkan dalam waktu 1 tahun.
Juga, beberapa kali memotong gaji asistennya hanya karena masalah sepele yang tidak seharusnya membuat gaji bulanannya dipotong.
Tapi tentu saja asisten Bram tidak berani untuk mengatakan itu, jadi pria itu hanya berkata, "saya belum pernah melihat tuan melakukan kesalahan."
Ucapan asisten itu langsung membuat Indra menatap pria itu dengan tajam lalu dia berkata, "pikirkan apa kesalahanku dalam waktu 1 hari ini lalu katakan padaku. Kalau kau tidak bisa menemukannya, maka kau akan dipecat!!!"
Setelah berbicara, Indra kemudian melambaikan tangannya sebagai pertanda bahwa dia ingin pria itu segera keluar dari ruangannya.
Bram yang melihat itu hanya bisa menangis dalam hati lalu dia berbalik meninggalkan ruangan itu.
'Sial!!! Kenapa hari ini aku begitu sial? Tapi kalau dipikir-pikir sikap Tuan CEO berubah menjadi seperti itu hanya karena bertemu dengan perempuan yang tadi datang membawa bekal. Kalau begitu, aku mungkin bisa menghubunginya dan mencari tahu sesuatu darinya.' ucap asisten Bram dalam hati yang masih enggan untuk memikirkan dan menerima bahwa ternyata ceo-nya telah menikah dengan seorang perempuan.
Lebih buruknya lagi, perempuan itu adalah perempuan pemarah dengan wajah yang dingin dan kata-kata yang menusuk.
Sikap mereka memang sama, tapi kalau sikap seperti itu dipadukan maka akan membuat semua orang di sekitar mereka menjadi menderita!!!
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1