
Setelah selesai membersihkan dapur dan juga selesai membersihkan beberapa ruangan lainnya, Lisa kembali duduk di kamarnya sembari melihat kertas yang ia tempel di depan kamar suaminya yang sudah diremas dan ia ditemukan di kolong meja.
"Kenapa dia meremas ini dan membuangnya? Apakah karena dia tidak mau memakan makanan yang kumasak dan merasa kesel karena aku memperhatikannya?" Ucap Lisa merasa sangat sedih melihat kertas yang kusut di tangannya.
Perempuan itu sangat ingin menangis,tetapi mengingat bahwa dia harus menjaga agar matanya tidak bengkak di depan suaminya maka dia akhirnya menghela nafas lalu melihat hadiah yang dibelikan oleh Indra untuknya.
Maka perempuan itu segera mengambil paper bag paper bag itu dan langsung membukanya.
"Astaga,, ini kan pakaian koleksi dari Xx," ucap Lisa yang langsung mengenali pakaian itu karena dia tidak sengaja melihat orang-orang membicarakannya ketika dia makan di kantin perusahaannya.
Pakaian yang sangat cocok dipakai bekerja, 'aku yakin, kalau aku memakai ini ke kantor maka semua orang akan melirik ke arahku,' ucap Lisa dalam hati sembari menyimpan pakaian itu ke samping lalu dia membuka paper bag lainnya yang ternyata berisi pas dari brand keamanan.
Paper bag yang terakhir berisi sebuah sepatu, yang mana sepatu itu sangat cocok digunakan untuk pergi ke kantor.
Maka mau tidak mau Lisa langsung tersenyum melihat barang-barang itu Dan entah kenapa hatinya menjadi hangat lagi, padahal baru saja dia merasakan perasaan sedih setelah melihat catatan yang ia tinggalkan ternyata di remas dan dilempar suaminya ke bawah kolong.
Lisa kemudian mencoba memakai semua barang-barang pemberian Indra dan dia tersenyum di depan cermin ketika dia menemukan bahwa pakaian dan sepatu yang diberikan pria itu sangat cocok dengannya.
"Bagaimana bisa dia menebak ukuran ku dengan sangat tepat?" Ucap perempuan itu dalam hati sembari berputar-putar di cermin dan suasana hatinya menjadi lebih baik lagi.
Setelah mencoba pakaian, Lisa kemudian melihat jam dan dia segera mengganti pakaiannya lalu keluar dari kamar untuk membuat makan siang.
__ADS_1
"Na na na...." Lisa bersenandung ria di dapur karena suasana hatinya sedang sangat baik, jadi dia memasak dengan perasaan yang sangat gembira hingga 1 jam kemudian beberapa jenis makanan telah disusun oleh Lisa di atas meja.
Setelah selesai, perempuan itu kemudian pergi ke kamar mengetuk pintu kamar Indra.
Tok tok tok....
"Ayo makan siang," ucap Lisa.
Lisa menunggu jawaban dari dalam kamar kamu namun setelah beberapa saat Tidak ada sambutan dari dalam kamar itu langsung membuat Lisa mengerutkan keningnya.
Dia takut kalau terjadi apa-apa pada pria yang terluka itu, jadi dia kembali berkata, "aku akan masuk."
"Ahh,, dia tidur," ucap Lisa kemudian menghela nafas lalu dia menutup pintu kamar dan duduk di ruang tamu menunggu pria itu bangun.
'Apakah kemarin malam dia tidak tidur nyenyak sehingga dia sekarang tertidur begitu pulas?' ucap Lisa dalam hati yang merasa aneh bahwa Indra yang terkenal sebagai pekerja keras tiba-tiba saja tidur pada jam seperti itu.
Namun, karena Lisa merasa bersalah, maka akhirnya perempuan itu memutuskan untuk keluar apartemen dan dia pergi membeli beberapa suplemen kesehatan lalu kembali ke apartemen.
Clek!
Begitu dia masuk ke apartemen, dilihatnya Indra sudah keluar dari kamar dan terlihat jelas pada pria itu baru saja bangun jadi Lisa langsung menghampiri Indra.
__ADS_1
"Ayo makan," ucap perempuan itu sembari meletakkan beberapa suplemen yang ia bawa di atas meja.
Indra melihat wajah bersemangat Lisa dan dia sebenarnya tidak ingin makan siang bersama perempuan itu karena dia tidak mau mengganggu Lisa, tetapi ketika dia melihat meja makan sudah ada banyak makanan yang diletakkan di sana maka dia akhirnya mengikuti Lisa ke sana.
Lisa melepaskan semua tutup makanan yang menutupi makanan di atas meja lalu perempuan itu melihat bahwa sup yang ada di atas meja telah dingin jadi dia mengambil sub itu.
"Tunggulah sebentar, aku akan memanaskan makanannya," ucap Lisa langsung menyalakan kompor dengan indra yang menatap perempuan itu.
'Apakah sudah dari tadi dia menyiapkan semua makanan ini tapi karena aku ketiduran makanya dia menungguku? Kalau begitu, Sudah dari tadi dia menahan rasa laparnya karena aku yang tertidur?' ucap pria itu dalam hati kini merasa bahwa dirinya memang hanyalah beban untuk perempuan itu.
Seandainya dia tidak kembali dari luar negeri maka tidak akan pernah terjadi hal seperti yang terjadi sekarang ini.
Lisa pun tidak harus menunggu dirinya ketika hendak makan dan perempuan itu tidak harus menyiapkan sarapan untuknya di pagi hari.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1