
Lisa dengan cepat menyelesaikan proses pembuatan tehnya, dan ketika dia berbalik dia tidak mendapati lagi suaminya duduk di sofa, jadi perempuan itu menghela nafas lalu dia meletakkan tehnya di atas meja sebelum pergi ke depan kamar pria itu untuk mengetuk pintu.
Tok tok tok...
"Keluarlah dan habiskan teh mu supaya kau tidak sakit." Ucap Lisa sembari menunggu jawaban dari pria yang ada dalam kamar.
"Hm!" Suara Indra dari dalam kamar langsung membuat Lisa tersenyum lalu perempuan itu kemudian berbalik mengingat kotak cincin yang sudah lupa ia taruh di mana.
'Astaga,, di mana Aku meletakkan kotak cincin itu?' ucap Lisa kini merasa panik lalu dia mencari di sekitar sofa namun tidak menemukannya.
"Dimana benda itu?" Ucap Lisa sembari mencari juga di dapur, Tetapi dia pun tidak menemukannya di sana.
Lalu ketika dia keluar dari dapur, didapatinya Indra sudah keluar dari kamar sembari membawa sebuah amplop coklat yang tidak diketahui Lisa Apa isinya.
Pria itu kemudian duduk di sofa sementara Lisa masih berusaha mencari barang yang ia cari.
'Sial!!! Aku sudah menguatkan tekad untuk menyatakan perasaanku sama seperti yang dilakukan oleh Kirana, tetapi di mana Aku menaruh benda itu???' ucap Lisa dalam hati kini menatap semua meja lalu membuka laci juga karena berpikir bahwa dia mungkin tidak sadar dan menaruhnya di sana.
Indra yang memperhatikan perempuan itu sedang mencari sesuatu langsung teringat dengan kotak cincinnya, jadi dia kemudian berkata, "Apa kau mencari kotak berisi cincin?"
Ucapan suaminya langsung membuat Lisa menghentikan pekerjaannya lalu dia kemudian menatap pria itu.
__ADS_1
"Apa kau melihatnya?" Tanya Lisa dengan jantung yang berdegup kencang.
"Di rak," jawab Indra sembari menunjuk ke arah di dekat pintu masuk langsung membuat Lisa melihat ke arah sana dan menatap kotak itu memang diletakkan di sana.
'Bagaimana bisa dia mengetahui kalau isinya adalah cincin, Apakah dia sudah melihat cincinnya?' ucap Lisa dalam hati sembari melangkah ke arah rak itu untuk mengambil cincinnya.
Dia melangkah cepat, namun dia menyadari bahwa saat itu jantungnya berpacu lebih cepat daripada langkah yang ia ambil.
Oleh sebab itu dia menelan air liurnya, ketika dia kembali ke sofa dan duduk di depan suaminya sembari menatap amplop coklat yang diletakkan pria itu di atas meja.
'Apa yang ia ingin bicarakan hingga dia mengambil sebuah dokumen?. Lebih tepatnya, dokumen apa yang diambil oleh pria itu?' ucap Lisa dalam hati kini merasa begitu gugup ke kamar jadi dia menatap pria di depannya yang tampak duduk dengan tatapan datar.
Beberapa saat kemudian, ia berkata, "itu,, minumlah tehmu."
Oleh sebab itu, ketika dia selesai meneguk tehnya, dia kemudian mengambil amplop coklat yang ada di atas meja lalu memberikannya pada Lisa.
"Mari kita ubah isi kontrak ini." Ucap pria itu langsung membuat Lisa menatap map coklat yang diberikan oleh pria itu padanya.
"Apa ini?" Ucap Lisa dalam hati meski dia sudah menebak bahwa isi dari map coklat itu pastilah adalah kontrak pernikahan mereka.
Tetapi dia tidak tahu poin mana yang akan dirubah oleh pria itu, jadi dia hanya mengambilnya dan membuka isinya.
__ADS_1
Begitu dia memastikan isinya adalah kontrak pernikahan mereka, maka dia mengangkat wajahnya dan menatap Indra dengan rasa cemas.
"Apa yang ingin kau ubah?" Tanya Lisa.
"Aku ingin mengubah tahunnya dari 5 tahun menjadi 3 tahun saja, jadi kita bisa bercerai sekarang juga." Kata Indra langsung membuat Lisa tersentak di tempatnya dan perempuan itu langsung merasakan seluruh tubuhnya gemetar hingga kontrak yang ia pegang pun ikut bergetar.
Indra yang memperhatikan perubahan sikap perempuan di depannya langsung mengerutkan keningnya dan dia tidak mengerti mengapa perempuan itu menjadi gemetar setelah mendengar ucapannya.
'Bukankah dia harusnya merasa senang karena kami akan mengakhiri pernikahan kami lebih cepat? Jadi dia bisa lebih cepat bersama dengan pria yang ia inginkan?' ucap Indra dalam hati yang kini sangat tidak mengerti dengan perubahan sikap Lisa.
Harusnya perempuan itu merasa senang, Karena setelah mereka bercerai maka perempuan itu bisa bebas melakukan apapun dan tak perlu lagi terikat olehnya, dan terlebih tak perlu lagi direpotkan oleh keluarganya.
Tapi kenapa, kenapa dia malah melihat perempuan di depannya tampak begitu ketakutan tampak tidak setuju, tampak menolak dan tampak terkejut serta tidak terima dengan apa yang baru saja ia katakan???
Namun Indra tidak ingin menyimpulkan lebih awal, pria itu tetap tegang di tempatnya dan menunggu perempuan itu menjawab ucapannya.
Mungkin saja reaksi Lisa saat ini hanya reaksi yang di karang-karang oleh perempuan itu.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
__ADS_1
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....