Menggoda Suami Kontrakku Yang Dingin

Menggoda Suami Kontrakku Yang Dingin
54.


__ADS_3

Lisa yang berada di perusahaannya menatap layar ponsel yang sudah menghitam setelah panggilan dari suaminya berhenti.


'Rasain kau, ini belum seberapa dengan apa yang sudah kau lakukan padaku sampai 3 tahun aku menderita memikirkanmu yang memilih pergi ke luar negeri,,, meninggalkanku setelah 2 hari pernikahan kita!!!' ucap Lisa dalam hati yang tentunya masih merasa kesal sekali pada suaminya.


Dia tak habis pikir bahwa hanya sebuah kesalahpahaman kecil lalu pria itu membuatnya menderita selama bertahun-tahun!!!


Tetapi karena dia sudah merasa lapar maka Lisa kemudian merapikan selimutnya dan mengambil tasnya beserta ponselnya lalu perempuan itu berjalan meninggalkan ruangannya untuk kembali ke apartemen.


"Mungkin akan lebih seru lagi kalau aku singgah di restoran untuk makan malam, lalu ketika tiba di rumah langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat tanpa berbicara dengan pria itu. Maka begitu, dia akan merasakan apa yang sudah ku lalui selama 3 tahun ini!!! Rasanya diabaikan oleh orang yang dicintai!!!" Ucapan Lisa yang tak bisa begitu saja memaafkan suaminya yang sudah keterlaluan.


Jadi, perempuan itu memasuki lift dan turun ke lobi untuk meninggalkan perusahaan.


Ketika dia tiba di lobby, Lisa baru menyadari bahwa saat itu sudah larut malam dan terlebih lagi Dia tidak punya mobil pribadi sebab mobilnya belum dikembalikan oleh Indra setelah masalah kecelakaan.


"Pasti jarang taksi yang lewat di jam seperti ini, jadi sebaiknya aku memesan mobil." Ucap Lisa pada dirinya sendiri sembari perempuan itu merogoh tasnya untuk mendapatkan ponselnya.


Tuk tuk tuk..

__ADS_1


Lisa mengetuk-ngetuk layar ponselnya sampai akhirnya sebuah mobil tiba-tiba saja berhenti di depannya lalu dia melihat seorang pria keluar dari mobil yang ternyata pria itu adalah suaminya sendiri.


"Kau,,," Lisa sangat terkejut melihat pria itu dan tidak menyangka bahwa Indra ternyata akan menyusulnya ke kantor.


Tetapi, baru satu kata yang ia ucapkan lalu akhirnya dia tak mampu berkata-kata lagi ketika Indra langsung mendekatinya dan memeluknya dengan erat.


"Apakah pekerjaanmu sudah selesai?" Suara Indra yang terasa berat dan terdengar ada suara kecemasan langsung membuat Lisa mengerjakan matanya.


'Pria ini tiba-tiba jadi perhatian begini, tapi ini memang sudah sewajarnya ia lakukan setelah kesalahpahaman yang sudah teratasi.' ucap Lisa dalam hati lalu dia mendorong pria itu dan menatap Indra dengan tetapan tajamnya.


'Hm, biasanya kalau aku menatapnya dengan tetapan tajam seperti ini, dia juga akan balik memberikanku tatapan dinginnya, tapi sekarang tatapan itu tidak ada lagi. Hanya ada kecemasan di bola mata pria itu.' ucap Lisa dalam hati yang akhirnya merasa tak tega pada pria itu, jadi dia kembali mendekat ke arah Indra dan memeluk pria itu dengan erat.


"Hm,, aku benar-benar bersalah terhadap istriku. Aku meninggalkannya ke luar negeri setelah 2 hari pernikahan dan tidak mengabarinya selama 3 tahun aku berada di luar negeri. Aku melakukan kesalahan dengan membenarkan sesuatu yang belum jelas, dan terlebih aku menuduh sembarang istriku mendapatkan sebuah cincin dari orang lain bahkan menuduh istriku mencintai kakak iparnya sendiri.


"Aku juga bersalah karena menganggap istriku akan baik-baik saja jika aku tidak berada di rumah, jadi mulai sekarang aku akan merenungkan semua kesalahan ini dan tidak akan melakukannya lagi di lain hari." Ucap Indra langsung membuat Lisa tersenyum.


'Dasar pria ini, itu semua 'kan adalah kata-kata yang kukatakan pada asisten Bram, jadi apakah dia mengcopy paste semuanya??' ucap Lisa dalam hati yang merasa bahwa sepertinya suaminya bukan orang pintar seperti yang ia bayangkan.

__ADS_1


Namun, dia tidak terlalu mempermasalahkannya jadi dia hanya mendongak menatap Indra sambil berkata, "Kau melupakan satu hal, kau sudah membuatku kesal karena kau menerima seorang perempuan di jam istirahat, bahkan kau bertemu dengan seorang perempuan lain di luar negeri ketika kau pergi bekerja ke sana!!!"


Indra yang mendengar itu menjadi kesal pada asistennya karena asistennya tidak mengatakan hal itu padanya, tetapi terlambat untuk merasa kesal pada Bram sebab saat ini dia sudah berada di hadapan Lisa.


Apalagi, dia merasa sangat senang dengan posisi mereka saat ini Lisa memeluknya dan dia juga membalas pelukan perempuan itu dan Lisa menatapnya dengan tatapan yang kesal namun tidak ada kemarahan.


Oleh sebab itu, Indra berkata, "aku minta maaf karena melupakan hal itu, tapi lain kali aku akan pastikan kalau aku akan menjaga jarak dengan perempuan lain selain istriku."


Ucapan Indra langsung membuat Lisa tersenyum lalu perempuan itu kembali memeluk erat suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu.


'Akhirnya apa yang kuimpikan selama ini kini terwujud juga.' ucap Lisa dalam hati yang merasa begitu senang dan bersemangat karena akhirnya dia yang dulunya tidak bisa menyentuh suaminya kini bisa menyentuh pria itu dengan bebas.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....

__ADS_1



__ADS_2