
'Apakah dia belum bangun?' ucap Lisa sembari berjalan mendekati pintu kamar Indra untuk mengetuk pintu kamar itu ketika bunyi bel lebih dulu berbunyi.
Ding dong!
Ding dong!
Lisa menghentikan tangannya yang hendak mengetuk pintu kamar Indra lalu dia kemudian berlari ke arah pintu apartemen untuk melihat Siapa yang menekan bel apartemen mereka.
🤠🤠ðŸ¤
Clek!
Begitu pintu kamar terbuka, Lisa langsung terkejut melihat serangkaian bunga hidup yang begitu besar di depannya hingga menutupi seluruh tubuh asisten Bram.
"Nyonya Muda," ucap Asisten Bram setelah dia memiringkan bunga itu ke samping lalu memunculkan kepalanya.
Lisa sangat terkejut, tetapi kemudian dia berkata, "itu, Apa yang kau lakukan?"
"Ahh, itu, kemarin malam Tuan menelpon saya untuk membawa bunga ini ke apartemen, katanya dia yang akan memberikannya pada Nyonya, tapi sedari tadi saya sudah menelponnya, tapi dia tidak mengangkat panggilan telepon saya. Jadi saya pikir dia bermaksud untuk membuat saya menekan bel apartemennya." Ucap Asisten Bram yang juga merasa bingung karena tidak biasanya pria itu mengabaikan teleponnya jika mereka sudah membuat janji.
"Ahhh," Lisa juga kebingungan karena sedari tadi pagi ketika dia bangun dia belum melihat adanya tanda-tanda pria itu telah bangun.
__ADS_1
Oleh sebab itu dia berkata, "masuklah, Mungkin saja dia masih tidur, aku akan membangunkannya."
Bram langsung menganggukkan kepalanya lalu pria itu membawa bunganya masuk ke dalam rumah, sementara Lisa menutup pintunya lalu pergi ke depan pintu kamar Indra.
Tok tok tok....
Lisa mengetuk pintu kamar Indra, Tetapi setelah beberapa saat menunggu tidak ada seorang yang membuka pintu dari dalam.
Hal itu membuat asisten Bram menjadi cemas, jadi dia berkata, "buka saja pintunya, waktu di luar negeri dia juga pernah seperti itu dan ternyata dia terjatuh di kamar mandi karena kelelahan."
Mendengar ucapan asisten Bram maka Lisa menjadi begitu panik. Perempuan itu langsung membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar lalu melihat seorang pria masih terbaring di atas tempat tidur dengan selimut membungkus tubuhnya.
Lisa menutup pintu kamar itu supaya asisten Bram tidak melihatnya lalu perempuan itu kemudian mendekati suaminya dan memperhatikan pria itu dengan seksama.
Tetapi, pria itu sama sekali tidak bergeming jadi Lisa menambahkan tenaga pada tepukan tangannya sambil berkata, "ini sudah pagi, bangunlah!"
Apa yang dilakukan Lisa sama sekali tidak membangunkan pria itu, jadi Lisa menghela nafas dan memilih membiarkan pria itu tidur beberapa saat lagi sampai akhirnya kejahilan merasuki pikirannya.
Lisa kemudian tersenyum lalu dia menundukkan kepalanya mencium pipi pria itu.
'Dia bahkan tidak bangun ketika aku menciumnya, ingin menandakan bahwa dia benar-benar masih tertidur.' ucap Lisa dalam hati lalu dia akhirnya memperbaiki selimut pria itu dan dia bergegas keluar dari kamar Indra.
__ADS_1
"Bagaimana Nyonya?" Tanya Bram yang penasaran dengan keadaan Indra.
"Dia baik-baik saja, sepertinya kemarin dia tidak tidur cepat hingga dia terlambat bangun." Ucap Lisa kemudian berjalan menghampiri rangkaian bunga yang sudah diletakkan Bram di dekat dinding.
Lisa kemudian mengambil satu tangkai bunga dari rakitan Bunga itu lalu dia menyimpannya ke dalam tasnya dan berbalik menatap asisten Bram.
"Kalau dia bangun nanti suruh dia sarapan dulu sebelum berangkat ke kantor, tapi jangan mengatakan kalau aku yang menyuruhmu untuk mengatakan itu padanya, katakan bahwa itu saran darimu saja. Ahh,, juga, makanan yang ada di atas meja, katakan bahwa kau memesan makanan itu kau pesan, dan bukannya dibuat olehku!!!" Ucap Lisa langsung membuat asisten Bram menganggukkan kepalanya meski dia merasa bingung Mengapa Lisa menyuruhnya berkata seperti itu.
Setelah Lisa berjalan ke arah pintu apartemen dan hendak keluar ketika dia kembali lagi berbalik menatap asisten Bram dan berkata, "katakan juga padanya kalau aku belum melihat bunga yang kau bawa itu."
Asisten Bram kembali menganggukkan kepalanya meski dia kebingungan bagaimana dia akan mengatakan kalau Lisa belum melihat bunga tersebut, Padahal dia sendiri tidak mengetahui sandi apartemen itu.
Jadi, kalau bukan Lisa yang membukakan pintu untuknya, Lalu siapa?
Memikirkan itu, maka asisten Bram hanya bisa duduk di sofa sambil kebingungan harus mengatakan apa pada Indra.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1