Menikah Dengan Orang Yang Mencintaiku

Menikah Dengan Orang Yang Mencintaiku
bab 15


__ADS_3

''boleh ibu mintak tolong ambil minyak disebelah sana sayang''


''tentu saja boleh bu''


setelah selesai memasak meraka pun menata makanan di meja makan bertepatan dengan selesai nya mereka menata makanan dimeja makan datang lah David dan ayah anto


''assalamualikum''


''waalaikumsalam.tumben ayah sama David balik bersama''


''oh iya buk kebetulan aja bu tadi ketemu di luar gerbang''


''oh ya udah ayah sama David ganti baju dulu baru makan ya''


mereka pun pergi kekamar masing masing buat ganti pakaian dan kembali ke meja makan


''wih keliatan nya enak nih''


''ya pasti enak lah yah yang masak kan aku''


''kok ayah gak percaya ya''

__ADS_1


''kalau gak percaya tanya aja ibu yah''


''bener yah dira bantu ibu masak tadi''


David yang dari tadi memperhatikan dira seperti terlihat lebih bahagia dari biasanya. dalam benaknya apa yang terjadi apakah ada kabar gembira yang aku lewatkan. nanti aku tanya sekalian mau tanya dia punya pacar atau nggak.


''ini kak coba yang ini enak rasanya''


''oh iya ''


''kakak kenapa bengong sih. aku tau kakak pasti galau karena masih jomblo sampai sekarang''


''aku yang jomblo kenapa lo yang sewot''


''mau aku move on kek mau aku gak move on terserah aku wek''


''iiih kakak nyebelin bangat sih. ku kutuk nanti jadi sendok ''


''yang ada aku yang kutuk kamu jadi nasi karena telah durhaka ngata ngatain kakaknya''


''isss nyebelin bangat''

__ADS_1


''sudah sudah ayo lanjutkan makannya''


mereka pun makan dengan tenang. dira sore hari itu tidak hanya membantu ibunya memasak tetapi merapikan meja makan dan mencuci piring iya lakukan. ayahnya yang sedang duduk pun bertanya ''bu kenapa dengan dira tumben tumbenan dia mau bantu ibu. biasanya kalau bantuin juga paling gak semuanya ''


''katanya dia lagi senang bangat hari ini yah maknya dia bantuin ibu hari ini''


oooo ibu dan ayahnya dira melanjutkan obrolan mereka sedangkan dira masuk kedalam kamarnya setelah menyelesaikan pekerjaan nya dan dia berbaring sambil nunggu telpon atau WA dari Yogi tapi jijik sejak pulang jalan jalan tadi Yogi tidak menghubunginya bahkan sekedar untuk menanyakan dia udah sampai rumah pun tidak. ada rasa bertanya-tanya dalam diri nya kenapa Yogi seperti itu, tapi dia menampik fikirannya agar tidak berfikiran yang aneh aneh terhadap Yogi. atau aku aja yang hubungi dia duluan, baru dira mau telpon Yogi tiba tiba dia dengar ketukan diluar dan memanggil namanya.. ''ih siapa sih''


dira beranjak dari tidurnya dan membuka pintu setelah pintu terbuka David langsung masuk tanpa memerperdulikan kata kata dira ''ada apa sih kak. pakek nyelonong lagi belum di persihlkan masuk juga'' David duduk di sebuah kursi yang ada dikamar tersebut belum aja dia duduk dia sudah bilang ''kenapa tidak boleh ?'' dengan tatapan yang mengintimidasi. ''jangan pasang muka yang menakutkan kak tanpa kakak pasang muka kayak gitu juga udah menakutkan kak''dira mencoba mencair suasana tapi tidak bisa''duduk dira aku mau bicara sama kamu''dira puun menutup pintu dan duduk berhadapan dengan kakaknya.


''ih kakak kenapa sih''sambil tertawa sebenarnya dira takut apakah kakaknya tau kalau dia dekat dengan Yogi, kalau kakaknya tau dia tau dari mana dan lebih takutnya lagi kalau kakanya tau kalau dia bolos kuliah d an pergi jalan jalan bersama Yogi. bisa mati gue kalau ketahuan.


''emang ada yang lucu sampai kamu harus tertawa''


''gak ada kak''


''terus kenapa tertawa'' dira diam tidak menjawab kali ini


''kenapa gak jawab kalau ditanya''


''takut nanti kalau dira jawab kakak marah''

__ADS_1


'' terus kenapa kamu jawab '' astga kakak gue kesambet apa deh dijawab salah diam salah apa dia lagi pms kali ya.


__ADS_2