Menikah Dengan Orang Yang Mencintaiku

Menikah Dengan Orang Yang Mencintaiku
bab 20


__ADS_3

aura tetap saja tertawa


dira ''lo mau ketawa terus disini sampai kapan aurora yang cantik kan jelita''


nayla '' iya nih aura kalau lo tetap ketawa disini kapan kita berangkatnya''


aura ''iya iya gue berhenti deh ketawa. mau pake mobil siapa nih kesana nya''


dira ''pake mobilnya nayla aja ''


nayla ''kalau gitu les go''


David dan aldo selesai makan mereka berbincang sebentar dan tertawa ''gue balik duluan ya vid'' ucap aldo


''cepat bangat baliknya. kan lo gak ada kerjaan'' jawab David ke aldo


aldo ''iya vid, dua hari ke depan kayanya gue bisa santai karena gak terlalu banyak yang gue kerjakan''


David ''lo sih enak lah gue minggu minggu ini sibuk banget''


''nanti aja lo balik do '' David meminta agar aldo balik agak nantian


''ngapain gue nunggu lo kayak kambing congek mending gue pulang lah lo pasti sibuk dan tidak bisa di ajak ngomong dan kacangin gue'' ucapa aldo kepada david


David ''ini dikit lagi beres kok kerjaan gue''


aldo''eh gue tetap pulang istirahat deh vid''baru aldo mau keluar dari ruangan David datang lah Dira, kalau aura dan nayla dia nunggu di kantin kantor karena dia merasa masalah ini harus diselesaikan berdua antara adik dan kakak, nayla juga mikir begitu begitu. aldo yang tadi mau keluar ruangan pun gak jadi dia balik dia kembali duduk ketempat semula


''siang kak David eh ada kak aldo juga siang kak''ucap dira kepda sang kakak dan aldo


David hanya diam terus bagaimana dengan aldo apakah aldo ngejawab tentu saja tidak diam dia tidak menjawab dia hanya melihat sekilas Dira.


''kok gak ada yang jawab sih'' ucap Dira pun duduk didekat aldo. Dira juga diam memikirkan bagaimana caranya biar David mau ngomong sama dia. apa aku tanya kak aldo aha ya, iya gue tanya kak aldo aja. Dira akhirnya mendekat ke aldo seperti orang yang mau mencium aldo reflek menahan jidatnya Dira sambil berkata ''lo mau nyium gue ya''


''hah''dira yang dikatain begitu merasa anh karena dituduh ingin mencium seseorang bahkan yang bukan pacarnya, pacarnya aja gak pernah dia cium masak mau cium orang dalam benak nya


''kak aldo gila ya siapa yang mau mencium kakak sih'' dira mengatakan hal itu ke pada aldo


''terus maksud lo maju in badan lo itu apa'' tanya also


''dira gak habis pikir deh kak sama jalan pikirannya kak aldo kok bisa mikir sampai sejauh itu'' ucap Dira kembali


aldo''mungkin saja kan lo cari kesempatan dalam kesempitan''

__ADS_1


''kesempatan dalam kesempitan apa maksud kak aldo'' dira tidak Terima di tuduh seperti itu


aldo ''kesempatan buat cium ''


dira ''ah terserah kak aldo deh ya. padahal Dira cuma mau bertanya sama kak aldo eh malah dituduh mau nyium ih malas bangat''


''kalau mau nanya ngapain badan dideketin'' ucap aldo


''Dira niatnya mau nanya berbisik sama kak aldo biar gak kedengaran''aldo pun diam begitu dengan Dira dia diam sambil bilang dalam hatinya dia gak habis pikir dikira mau cium kak aldo sambil melihat aldo gantang sih tapi ya kali gue nyosor. dari tadi David memperhatikan kedua insan yang saling berdebat, ada rasa bahagia melihat hal itu karena hal tersebut dia memiliki ide untuk merancang Dira lebih dekat dengan aldo.


''kamu ngapain kesini dira'' tanya david


''aku''dira menjawab sambil nunjuk diri sendiri''


david '' iya kamu lah kan sudah jelas dia nyebut nama kamu'' kata aldo supah ya nih orang ikut nimbrung aja kenapa dia hari ini cerewet banget kenapa dia gak jadi patung aja. sambil melirik aldo dengan sinis.


melihat hal itu aldo pun pamit ''aku keluar dulu ya vid mungkin bocah lo mau ngomong serius liat tuh mukanya kayak mau makan orang''sambil mengacak rambut Dira. nih orang kenapa sih Dira heran dengan perubahan manusia setengah patung itu.


''kamu tetap mau ngelamun dira'' ucap david membuyarkan lamunan dira


''eh iya kak''gara gara manusia setengah patung tu lupa deh gue tujuan kesini


''ngapain kesini'' tanya david sambil masih menghadap komputer. ''dira kesini mau ngomong sebentar sama kakak'' ujar dira


''oke kak aku ngomong tapi bisa nggak kakak kesini sebentar'' sambil menunjuk kursi yang diduduki aldo tadi dengan muka yang memelas David yang melihat hal itu tidak tega dan menghampiri Dira.


''mau ngomong apa'' tanya david


''sebenarnya Dira mau minta maaf sama kak kemarin itu Dira buat salah sama kakak'' Dira tidak bisa membendung tangisnya Dira menangis karena memang Dira orangnya cengeng walaupun Dira lebih sering terlihat ceria. David yang melihat hal tersebut mengusap kepala adiknya ''sudah lah kakak sudah maafin kamu lagian itu semua bukan kesalahan kamu sepenuhnya. kakak juga bersalah kakak minta maaf juga ya" ucap david pada adiknya


sedangkan aldo pergi ke kantin, di kantin dia bertemu dengan nayla dan aura. ''kak aldo '' panggil nayla,aura pun membekap mulut nayla setelah memanggil aldo. sambil berbisik ''lo gila ya nay''


''kenapa emangnya'' nayla dengan enteng nya bertanya pada aura


aura ''lo kenal sama kak aldo''


''kenal dia kan temannya kak david'' ucap nayla


kumat deh lemotnya nih anak,aura''maksud gue lo kenal secara personal gitu lo pernah ngobrol sama dia atau nggak''


dengan polosnya nayla jawab ''nggak''


''terus ngapain lo manggil dia dodol'' aura bertanya sama nayla

__ADS_1


''biar bisa kenal'' dengan polosnya nayla ngejawab seperti itu


''susah ya ngomong sama lo. terserah lo deh ya nay'' ujar aura pada nayla


aldo yang merasa dipanggil menoleh melihat siapa yang memanggil. sepertinya dia itu temanya Dira tapi aku gak tau siapa namanya. ''iya'' ucap aldo


''noh kan dia jawab gue kan aura'' ucap nayla sambil melihat ke arah aura


nayla menghampiri aldo yang sedang berdiri didekat salah satu meja yang akan aldo duduki sedangkan aura tetap duduk di kursinya.


nayla ''kakak yang waktu itu ngobrol sama Dira pas beli bakso itu kan''


''iya'' sambil aldo duduk. nayla pun ikut duduk


aura yang melihat itu langsung telpon Dira apakah dia sudah selesai dengan urusanya atau belum jika sudah dia ingin Dira segera ke kantin untuk melihat dan menghentikan tingkah konyol temannya. akhirnya Dira pun segera turun ke kantin bersama David. Dira dan David menghampiri aura ''lihat tuh Dira penyakit nayla kumat kayaknya gak bisa lihat orang gantang. masak dia sok kenal sok dekat sama kak aldo''


Dira pun melihat hal itu pun merasa benar perkataan aura. ih ngapain nayla kayak gitu sih pasti nayla ngomong panjang kali lebar pasti dijawab nya iya tida dan mmmm. berbeda dengan David dia tidak melihat ke arah aldo dan nayla dia melihat ke arah aura sambil senyum. ''kak'' ucap dira


''iya '' jawab David buru buru mengalihkan Pandangannya. ''kak ngapain kakak duduk disini '' tanya dira


david ''emangnya kenapa''


''ga apa apa sih tapi kan temen kakak di sana'' ucap dira kembali


''ooo cuma itu masalahnya. do aldo'' david memanggil aldo, aldo pun melihat ke arah sana dan aldo mengangkat pundaknya sebagi responnya, hal yang sama dilakukan David dia mengangkat tangan sebagai tanda dia meminta aldo kesana dan aldo pun menghampiri mereka diikuti nayla. Dira yang melihat hal itu emang ya cara orang satu spesies kalau ngomong berbeda dan hanya bisa dipahami oleh spesies nya aja. ''bukannya tadi lo bilang mau pulang ya do'' david menanyakan hal itu pada aldo


''iya tapi gue haus makanya belok kesini'' ucap aldo


mereka pun diam, aura pun memecahkan kesunyian''ra kayaknya aku harus pulang deh tadi mama WA aku untuk cepat pulang''


dira''iya aura. tapi aura pulang sama siapa''


''aku naik taksi aja ra kalau nayla masih mau disini'' aura mengatakan hal itu sambil melirik ke arah nayla


''nayla juga pulang deh ra soalnya disini aku ngomong panjang kali lebar juga jawabannya cuma seuprit'' kata nayla,nah kan aku udah duga pasti dijawabnya iya Mmm dan tidak hahah rasain deh lo nay, kata dira sambil cengengesan ''kenapa lo ra'' tanya aura


''gak papa'' jawab dira


aura ''oke kalau gitu kami pulang dulu ya ra kak David kak aldo. ayo nay''


dira ''iya hati hati. terimakasih telah temenin gue kesini''


nayla dan aura serempak bilang okey

__ADS_1


''kalau kamu belum mau pulang ra'' tanya david


__ADS_2