
aldo berdiri di balkon kamarnya dan melihat ke arah gerbang menanti kepulangan dira, tidak lama kemudian terlihat sebuah mobil berhenti di depan gerbangnya aldo terus saja memantau siapa yang datang ternyata itu adalah dira di susul turun oleh Yogi, aldo yang melihat hal itu tentu saja marah.
''pantesan dia gak angkat teleponnya karena dia lagi jalan sama pacarnya'' dira melihat ke arah balkon tempat dimana aldo berdiri dan sejenak saling tatap.
''ra kamu lihat apa sih''yogi mengikuti arah pandangan dira
''gak lihat apa-apa ko gi. oh ya terimakasih ya sudah antar aku ''
''iya sama-sama my lovely. oh ya aku boleh tanya sesuatu gak sama kamu''
''mau tanya apa ''
''ini rumah siapa ya ini kayak bukan rumah kamu dan laki-laki yang ada di balkon sana siapa ya'' Yogi menunjuk kearah aldo yang masih setia berdiri melihat dira dan Yogi dengan mata elang nya
''oh ini rumah tante aku kebetulan aku nginap disni dan laki-laki yang kamu maksud itu adalah kakak sepupu aku''
''ya udah ya aku pulang dulu ya'' Yogi ingin mencium kening dira tapi dira menghindar karena takut kenak marah aldo dan dia jugak tidak ingin dicium sebelum halal. aldo yang melihat adegan tersebut mengeraskan rahang nya karena marah.
''kenapa sih kamu selalu menghindar ketika aku mencium kamu ra''
'' aku gak mau kamu cium sebelum kita nikah gi karena apa yang aku miliki semua ini nanti jadi milik suami aku''
''aku tau ra, tapi kan aku calon suami kamu kan, akau akan segera lamar kamu''
''masih calon kan''
''iya udah iya aku balik dulu kalau kayak gitu'' Yogi mengusap rambut dira dan lalu pergi
dira pun menahan Yogi pergi dengan memegang tangannya
''ada apa lagi''
''aku cuma minta maaf''
''gak usah minta maaf aku hargain kok prinsip kamu''
''makasih ya gi kamu selalu ngertiin aku''
''tentu saja karena aku sayang kamu. kalau kayak gitu aku pulang''
''iya hati-hati ya'' dira masuk dengan perasaan yang cukup takut karena takut aldo akan memarahinya.
__ADS_1
''aku pulang ma''
'' iya sayang ayok makan dulu''
''udah tadi ma, nanti malam deh dira makan lagi''
''iya kalau gitu sayang''
''aku ke kamar dulu ma''
''iya sayang''
dira sangat senang bisa memiliki mertua yang sangat menyayangi nya seperti anak sendiri walaupun dira tidak mencintai suaminya.
sesampai dikamar dira langsung masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya tanpa menghiraukan aldo yang dari tadi melihat nya, aldo hanya dia saja tidak bertanya apapun ke pada dira. pas dira keluar dari kamar mandi, dira sudah tidak melihat aldo lagi didalam kamar.
''kemana kak aldo perasaan tadi masih disini cepat sekali menghilangnya, tapi syukur deh aku takut lihat dia kayak tadi itu''
untuk menetralisir kemarahannya aldo turun kebawah ke taman belakang yang masih bisa dilihat dari dapur, mita melihat aldo duduk sendiri pun menghampiri aldo.
''kak sendiri aja dira mana''
''ada tuh dikamar''
''nggak kok mis mita'' sambil menguyel rambut mita, aldo tidak sadar kalau dira melihat itu dari dapur, dira mau ambil minum tidak jadi karena melihat adegan itu dia langsung balik ke kamar sambil ngedumel ''pantas saja tadi dia gak bertanya atau marah sama aku, rupanya lagi asik sama temen masa kecilnya, biasanya dia akan banyak tanya kalau lihat aku sama Yogi jangankan liat telponan aja dia bisa marah, tapi sekarang bertanya pun tidak '' dira ngomel-ngomel sampai kamarnya dia juga merutuki dirinya kenapa dia jadi sensi ketika melihat aldo sama mita seharusnya dia bisa senang karena ada alasan untuk pisah dengan aldo.
di taman belakang aldo dan mita masih asik mengobrol membahas masa kecil dan kegiatan mita selama dikampung.
'' pintar bangat sih kamu mita''
''ya alhamdulillah kak, aku bisa cepat selesai kuliahnya tapi ya gitu sulit bangat cari kerja di kampung makanya aku kesini cari kerjaan tapi susah jugak'' dalam hati paling dalam mita berharap bisa kerja di kantor aldo agar dia bisa lebih dekat dengan aldo walaupun aldo sudah punya istri tapi tetap saja mita ingin dekat-dekat dengan aldo.
''kalau dikantor kak aldo ada lowongan kerja gak kak''
''besok aku tanyakan deh bagian HRD nya kalau memang ada nanti aku kabarin kamu''
''oke kak makasih ya''
'-iya dah kalau gitu aku ke kamar dulu ya''
''ya kak'' mita terus saja memandang kepergian aldo ke kamarnya dan tanpa sadar ibunya mbok astri melihat hal tersebut ada kecemasan dalam diri mbok astri, dia takut anaknya akan jadi perusak rumah tangga tuan dan nyonya muda nya.
__ADS_1
''nak boleh ibu bicara sebentar'' mita kaget dan lalu menjawab
''boleh bu. ibu mau bicara apa ?''
''kita bicara dikamar ibu aja nak''
mbok astri dan mita pun ke kamar mbok astri yang berada agak dekat dengan taman belakang
''apa ibu boleh bertanya''
''tentu saja bu''
''apa kamu menyukai tuan muda''
''maksud ibu kak aldo ''
''iya. apa kamu menyukai nya''
''kenapa ibu bertanya seperti itu, tidak mungkin lah bu aku sudah menganggap kak aldo itu kakak ku sendiri''
''ntah mengapa ibu merasa apa yang kamu ucapkan dengan apa yang ibu lihat berbeda''
''emang apa yang ibu lihat''
''aku melihat kamu memiliki rasa pada tuan muda nak''mita terdiam sejenak kemudian berkata
''jika aku mencintai kak aldo salah bu''
''tentu saja salah nak tuan muda aldo sudah memiliki istri dan keluarga kita dan mereka berbeda nak''
''apa kah gadis miskin seperti ku tidak boleh mencintai pria kaya seperti kak aldo bu''
''bukan begitu maksud ibu mita, kita harus sadar keluarga ini sangat baik pada kita, jika kamu mencintai aldo dan berniat memiliki nya itu adalah perbuatan yang salah''
''apakah mencintai orang sebuah kesalahan''
''tentu saja tidak salah nak tapi kamu salah menempatkan cinta mu ke pada orang yang sudah ber istri''
'' apa ibu tau aku sudah mencintai kak aldo dari dulu, jika saja ibu tidak menyuruhku pulang kampung dan menjaga nenek mungkin saja sekarang aku sudah bisa mendapat kan kak aldo''
''sadar lah mita walaupun kamu tetap disini tidak akan mungkin aldo menaruh rasa pada kamu''
__ADS_1
''tidak ada yang tidak mungkin bu''
'' ibu hanya mau bilang sama kamu nak kubur lah rasamu kepada tuan muda karena dia sudah ber istri dan dia sangat mencintai istrinya, jangan merusak kehidupan orang lain dan merusak kehidupan mu sendiri nak'' lalu mbok astri keluar dari kamarnya menuju dapur dia mau memasak memu makan malam.